
Telepon seluler Adnan Fortan berdering.
"Halo Ayah, ini Gaura. Maaf aku baru telepon Ayah hari ini. Karena aku sibuk bantu Bibi jualan.
"Tidak apa-apa Gaura, Ayah juga tidak memaksa kamu secepatnya. Ayah akan menunggu keputusan mu, karena Ayah tidak mau nanti timbul penyesalan setelah kau ikut Ayah. "kata Adnan Ayah Gaura.
"Ayah Gaura minta maaf, aku tidak bisa meninggalkan Bibi sendirian. Apa lagi Bibi juga tidak punya siapa-siapa lagi selain aku. Di sini juga Gaura bahagia , walaupun hidup pas-pasan."kata Gaura kepada Ayahnya.
"Apa kamu sudah memikirkannya baik-baik Nak?tanya Ayah Gaura.
"Ayah, aku sudah memikirkannya dengan baik. Keputusan ku sudah bulat dan aku tidak mau Ayah memaksa aku." tegas Gaura, yang membuat Ayahnya terdiam sejenak.
"Baiklah,Ayah tidak akan mengganggumu lagi." kata Adnan Ayah nya.
Telepon Langsung di tutup oleh Adnan dan timbul rasa cemas di benak nya. Dia bingung harus bagaimana menjelaskan nya kepada istrinya.
Dia sangat paham sifat Bella. Jika dia yang turun tangan, dia akan memakai cara yang kejam dan entah kenapa aku merasa takut jika itu terjadi.
Tok...tok...tok...
"Mas Adnan, ayo sarapan pagi, nanti kamu terlambat ke perusahaan. Mas kamu kenapa bengong begitu? Kamu sakit? Atau ada sesuatu yang mengganggu pikiran mu." tanya Bella.
"Bella, tolong kamu tenang dulu, apapun yang aku katakan setelah itu, jangan sampai melakukan hal bodoh. Bella, dia tidak mau tinggal bersama kita , Gaura bilang, dia tidak ingin meninggalkan Bibinya sendirian.
"Bagus, kamu Gaura kamu memaksa aku bertindak kasar. Kamu belum tau siapa yang sedang kamu hadapi. Dasar perempuan murahan, kamu sama saja seperti Ibumu."kata Bella dalam hati.
"Sudah lah Mas Adnan, kita tunggu satu bulan lagi. Aku yakin dia mau tinggal bersama kita, tanpa paksaan. Ayo kita sarapan dulu, Freya menunggu di bawah ".kata Bella kepada Suaminya.
"Terimakasih Bella, kamu mau memahami situasi saat ini. Aku harap kamu bisa merahasiakan ini kepada Freya. Karena aku tidak mau, dia banyak pikiran dan melakukan hal bodoh." kata Adnan.
"Apa ? Ayah ingin merahasiakan ini dari ku?" tanya Freya ketus.
__ADS_1
"Fre.... Freya? sejak kapan kamu di sini? Apa kamu sudah mendengar semuanya?"tanya Adnan Ayah Freya.
" Aku sudah dengar semuanya, Ayah ingin menyembunyikan apa lagi ? Ayah aku tidak mau tau, bagaimana mana pun caranya, Gaura harus tinggal bersama kita. " Aku tidak mau menikah, sama laki-laki psikopat itu." tegas Freya.
Freya pergi setelah mengatakan itu kepada Ayahnya. Dan sekarang Adnan dilema, dia takut istri dan anaknya melakukan hal yang tidak dia inginkan.
Sementara Bella, menghubungi seseorang dan Adnan tidak menyadarinya. Bella menghubungi Gaston kepala gaster di kota itu dan menawarkan kerjasama.
"Halo Tuan Gaston, apa kita bisa bertemu? tanya Bella.
"Bisa, Ibu kirim alamat dan tempat nya. Saya tidak suka keramaian,kalo bisa tolong cari tempat tertutup." kata Gaston.
" Tidak masalah, kita bertemu di restoran VIP lantai 5 dan lokasi akan saya kirimkan nanti. Kita ketemu besok malam, jam delapan malam di sana.
Setelah Bella mengatakan nya, Gaston langsung menutup teleponnya tanpa basa-basi.
Bella menunjukkan senyum dingin dan mata merah. Karena Gaura dia harus menghabiskan tabungan nya selama dua puluh tahun. Karena bayarnya besar jika berurusan dengan Gaston.
Di rumah Bibi Amora.
"Bibi, kita tidak bisa tinggal di rumah ini mulai besok. Kita kembali ke rumah lama. Karena kalo kita di sini, rencana kita akan gagal dan mereka juga, akan mencari tahu nantinya. "kata Gaura kepada Bibinya.
"Gaura apa itu gak terlalu berlebihan. Siapa yang mengurus perusahaan dan besok harus meeting bersama klien besar. Bibi takut meninggal perusahaan begitu saja. "kata Bibi Amora dengan cemas.
"Bibi gak usah khawatir, aku sudah menyuruh asisten Bibi, yang mengurus perusahaan selama Bibi tidak ada. Yang penting sekarang kita lanjutkan Misi kita dulu." kata Gaura sambil bercanda dengan Bibinya .
Bibinya mulai tersenyum, karena selama bertahun-tahun dia hanya sibuk kerja. Sementara dia tidak pernah mau mencari suami. Selama Gaura masih bersama nya, dia tidak ingin menikah, dia takut Gaura kurang perhatian dan kasih sayang nanti nya.
Di tempat lain, Bella mengendarai mobil mewah menuju sebuah restoran. Di sana Gaston sedang menunggu nya.
" Hai, apa anda adalah Tuan Gaston?
__ADS_1
Bella mengulurkan tangannya untuk berjabat. Tak di sangka Gaston sama sekali tidak menghiraukan nya.
" Silahkan duduk Nyonya Bella dan langsung ke intinya. Waktu saya terbatas saya tidak suka basa-basi."ketus Gaston.
"Maaf Tuan Gaston, ini foto orang nya. Cukup menyandranya saja, jangan sampai tergores sedikitpun. Karena jika dia mati, maka rencana ku pasti gagal. "kata Bella .
"Kalo begitu kita deal. Saya tidak bisa berlama-lama. Waktu saya juga habis. Senang bisa bekerja sama dengan Nyonya Bella."kata Gaston dan dia langsung pergi.
Setelah Gaston pergi, Bella tersenyum sinis. Karena dia pikir rencana nya pasti akan berjalan mulus.
Setelah itu dia membayar bill dan keluar dari restoran itu. Sepanjang perjalanan dia begitu bahagia. Dia memikirkan bagaimana Gaura memohon kepada nya dan setuju mengikuti semua kemauannya.
Dua jam kemudian Bella sampai di rumah dan dia langsung memarkirkan mobilnya.
" Bella kamu habis dari mana? tanya Adnan suaminya.
"Aku habis bertemu ibu-ibu arisan Mas. Biasa lah Mas namanya juga arisan para wanita memang begini. "kata Bella
" Besok aku keluar negri seminggu. Aku harap kamu tidak membuat masalah. Selama satu Minggu asisten yang menjalankan perusahaan." kata Adnan.
"Kamu jangan lupa Mas, perjanjian pernikahan itu. Kamu harus bisa membujuk Gaura, karena bagaimana pun, Freya adalah anak semata wayang ku. Dia berhak menikahi pria idamannya."tegas Bella.
Adnan mulai memikirkan sesuatu. Dan pikirannya juga mulai kacau karena ancaman istri nya. Dia tidak ingin menyinggung orang di belakang Gaura. Karena hanya dia yang tau, Gaura cucu siapa.
Besok paginya, Adnan Fortan menyelesaikan sarapan nya, dan langsung berangkat ke bandara. Dia buru-buru karena proyek besar ini tidak bisa hilang atau pun gagal. Adnan sampai di bandara dua jam kemudian.
" Jefry tolong awasi gerak-gerik Nyonya. Jangan sampai dia berbuat ulah dan merusak semua rencana ku. Dan juga selesaikan semua rapat dan urusan perusahaan." kata Adnan kepada asisten nya.
"Baik Tuan Adnan. Saya akan menjalankan tugas saya dengan baik." jawab Jefry asisten nya Adnan.
Adnan berjalan menuju pesawat. Aku harus bisa memecahkan masalah ini dan jangan sampai membuat orang di belakang Gaura tau.
__ADS_1
Jika sampai dia tahu cucunya masih hidup. Aku tidak bisa menyelamatkan perusahaan ku dari kebangkrutan.