
Setelah satu minggu berlalu dan Gaura juga sudah saatnya dia ke rumah Ayahnya. Kesepakatan mereka Ibu tirinya akhirnya tiba dan di dalam hatinya sangat sedih kerena harus di perlakukan seperti ini.
Jauh-jauh hari, Gaura sudah memesan tiket untuk ke Hounga. Ibu tirinya telepon terus menerus, karena dia takut, Gaura tidak menepati janjinya.
" Bibi Gaura berangkat dulu, jika ada apa-apa jangan lupa beritahu aku. Bibi jaga kesehatan jangan tidur terlalu malam dan jangan terus sibuk bekerja." kata Gaura kepada Bibinya.
"Siap bosss... Hehehe" Gaura kamu tidak usah mengkhawatirkan Bibi, yang perlu di perhatikan sekarang adalah kamu. Bibi takut ,kamu tidak di urus dengan baik di sana dan Bibi juga takut, Ibu tirimu akan mempersulit kamu di sana." ucap Bibi Amora dengan sedih.
" Bibi tenang saja, selama aku masih bernafas, aku akan membuat mereka menderita."kata Gaura, meyakinkan Bibinya.
Setelah Gaura berpamitan kepada Bibinya, Gaura langsung naik pesawat dan duduk di kelas ekonomi yang begitu mewah.
Ternyata di pesawat itu, dia duduk bersebelahan dengan calon suami nya, sekaligus musuhnya.
Mereka sama-sama tidak saling menyapa. Dan tidak ada satupun kata yang keluar dari mulut mereka, sampai mereka turun dari pesawat itu. Gaura langsung telepon Ayahnya dan menyuruh nya untuk menjemput di bandara.
" Halo, Gaura kamu di mana? Ayah sudah menunggu mu?" tanya Ayah nya.
" Sebentar lagi ke tempat mu, tolong tunggu sebentar ," ucap Gaura dengan datar dan dingin.
Tiba-tiba Gaura menabrak seseorang.
"Awww,,,
Orang itu menatapnya dengan dingin dan tajam dan asisten nya berkata.
" Nona tolong perhatikan jalan mu. Kamu menabrak Tuan Teaxu, apa kamu tidak tahu dia siapa? tanya asisten nya.
Gaura sama sekali tidak memperdulikan nya. Dia terus berjalan dan sampai akhirnya, asisten itu menghadangnya dan berkata kasar.
__ADS_1
Minta maaf kepada Tuan Teaxu atau kau tidak mau nyawa mu lagi? Tanpa basa-basi, Gaura langsung menendang nya , sampai terpental jauh dan setelah itu dia pergi tanpa rasa bersalah sedikitpun
Asisten ingin mengejarnya, tapi di hentikan oleh Carlos.
"Tuan maafkan saya karena tidak bisa melindungi mu. Saya pantas mendapatkan hukum dari Tuan." ucap asisten nya merasa ketakutan.
" Sudah kita pulang ke rumah besar, aku sudah lama juga tidak pulang. Aku ingin bertemu kakek dan Ibu di rumah."kata Carlos mengalihkan pembicaraan.
asisten nya jadi bingung, kerena setahunya. Carlos Teaxu tidak pernah melepaskan orang yang menyinggungnya.
Tapi hari ini, dia melepaskan wanita itu dan sekarang menyuruh ku membawanya pulang ke rumah. Apa Tuan Carlos, ada masalah yang begitu rumit, sehingga ingin pulang ke rumah besar.
Gaura yang langsung pergi tadi. Sekarang sudah masuk ke dalam mobil dan mereka langsung ke rumah Adnan.
Di rumah, Bella dan Freya menunggu dengan tidak sabar. Karena masih takut, jika Gaura memberitahu Adnan yang terjadi.
Setengah jam kemudian mobil Adnan memasuki garasi dan memarkirkan mobilnya. Gaura turun dari mobil dan membawa koper nya masuk.
" Mas Adnan sudah pulang? Ini siapa Mas? tanya Bella .
" Perkenalkan ini Gaura yang Mas cerita waktu itu. Freya ini Kaka tirimu , dan tolong tunjukkan kamarnya."ucap Ayahnya lembut.
" Halo Aku Freya, Ayo ikut aku biar ku tunjukkan kamarnya."kata Freya.
" Terimakasih, maaf sudah merepotkan mu. Rumah nya besar ya, bedah sekali dengan rumah di kampung. Freya kamu gak usah terlalu formal saya tidak terbiasa hidup mewah.
" Tidak apa-apa Kak Gaura, nanti juga terbiasa. Kita sudah sampai ini kamar Kak Gaura. Jangan lupa, setelah mandi turun kita makan malam bersama." ucap Freya.
Setelah Freya keluar dari kamar Gaura, dia muntah-muntah, dia merasa jijik dekat dengan Gaura. Tapi demi rencana mereka Freya, berusaha menahannya.
__ADS_1
Setelah Gaura selesai mandi, dia turun untuk ikut makan malam bersama mereka. Sementara di tempat lain Ibu tirinya sedang merencanakan sesuatu dan sama sekali tidak ada yang curiga.
" Bella kamu di mana? Ayo kita makan malam bersama dan juga ada yang Mas mau bicarakan dengan kalian."kata Adnan suaminya.
"Iya Mas, sebentar lagi aku turun. Mas duluan saja nanti aku nyusul ya." Ucap Bella singkat.
Suaminya Adnan turun, di meja makan suda ada Gaura dan Freya. Mereka berdua sedang menunggu Ayah dan Ibu tirinya turun. Gak lama kemudian dia turun dengan wajah berseri-seri.
"Maaf ya anak-anak Ibu tadi lagi Nerima telepon dari besan. Jadinya agak sedikit lama. Oh iya Gaura, apa kamu sudah mengabari Bibimu, takutnya dia khawatir. "ucap Bella
"Udah , Gaura tadi sudah SMS ke Bibi . kata Gaura singkat dan jelas.
Ibu tirinya langsung berubah, expresi wajah seperti ingin memakan orang. Karena Gaura sama sekali tidak menghargai nya.
" Gaura, perhatikan sopan santun mu. Berbicara dengan Ibumu jangan samakan seperti kamu di desa. Apa kamu tidak di didik oleh Bibimu?" tegas Ayahnya Gaura.
" Hahaha" sopan santun, mohon maaf dia tidak pantas di perlakukan seperti itu. Bibi selalu mengajari sopan santun kepada orang yang lebih Tua. Tapi dia, " hmm" tidak perlu begitu sopan." ketus Gaura kepada Ayahnya sambil menyantap makanan nya.
Tiba-tiba Ayahnya mengepalkan tangannya di atas meja. Dan dia tidak bisa berbuat apa-apa. Karena dia takut Gaura kabur dan rencananya gagal.
Sedangkan Bella dan Freya memperlihatkan wajah datar dan lembut. Dan Bella berusaha menenangkan Adnan.
"Mas Adnan, dia masih kecil wajar jika dia seperti itu. Dan juga dari kecil dia sudah tidak punya Ibu, mungkin dia belum terbiasa. Nanti seiring waktu berjalan dia pasti bisa menerima ku." kata Bella dengan lembut.
Bella seperti itu kepada suaminya agar dia tidak curiga dan juga supaya rencana nya juga mulus.
Gaura masih sibuk menyantap makanan nya dan tidak perduli sama sekali dengan percakapan mereka. Sedangkan Freya berusaha menahan amarahnya. Karena dia tidak bisa membiarkan Gaura memiliki niat membelok.
" Ayah , tidak usah berlebihan, mungkin saja Kak Gaura capek dan dia juga belum istirahat. Ayah tidak usah marah-marah, karena aku yakin Kak Gaura orang nya baik." kata Freya berusaha menenangkan Ayahnya.
__ADS_1
" Lihat Gaura, Ibu tirimu dan Adikmu Freya , begitu sangat menyayangi mu. Mereka memahami situasi mu, dan mereka tidak membalas perbuatan mu. Kamu benar-benar tidak tahu berterima kasih."kata Ayah nya tegas.
Sedangkan Gaura masih tetap tenang dan tidak menghiraukan nya sama sekali. Tatapan Ayah nya, tetep tidak di hiraukan, sedang Bella dan Freya sudah bergetar ketakutan.