
Akhirnya aku mengerti sekarang, tujuan mereka memaksa aku untuk tinggal bersama mereka. Aku di jadi korban, untuk ke untungan mereka sendiri. Tapi demi Bibi dan balas dendam ku, aku harus bisa mengikuti kemauan mereka.
Aku harus menandatangani perjanjian ini, agar aku bisa tau. Siapa yang menabrak Ibu dua puluh tahun yang lalu. Kalo sampai mereka yang melakukannya, akan ku buat hidup mereka hidup segan mati tak mau.
"Ini surat perjanjian nya aku sudah menandatangani nya. Sekarang lepaskan Bibi Amora." pinta Gaura kepada Bella.
"Hei kalian, lepaskan perempuan itu. Sekarang kita pergi tujuan ku sudah tercapai. Kamu dengar ya, besok kamu bicara dengan Ayah mu dan bilang kalo kamu setuju tinggal bersama kita." kata Bella mengancam Gaura.
" Sesuai keinginan mu, aku tidak perduli dengan semua itu. Yang penting untukku, kamu tidak melukai Bibi Amora itu sudah cukup." ucap Gaura kepada Bella dengan suara dingin.
Bella yang tadi nya arogan , tiba-tiba mendengar suara dingin Gaura. Membuat nya merinding dan dia tetap berusaha tenang.
" Kamu bisa apa ? Kamu cuman orang miskin yang tidak bisa berbuat apa-apa. Kamu jangan sok hebat di depan saya."tegas Bella.
Bella langsung pergi dan tanpa melihat kebelakang. Semua anak buah nya juga ikut pergi. Di gudang itu tinggal Gaura dan Bibinya.
"Ayo kita pulang Gaura, Bibi gak menyangka, jika Ibu tirimu itu bisa melakukan apapun, untuk mecapai tujuannya. " ucap Amora dengan meneteskan air mata.
" Sudah lah, Bibi tidak usah khawatir, ini awal dari ke hancuran nya. Mereka tidak tau sedang berhadapan dengan siapa" Hmm". " ucap Gaura.
Gaura dan Bibinya keluar dari gudang itu dan langsung menelepon asisten Bibinya. Asisten Bibinya tidak bisa di hubungi, biasanya jika dia tidak bisa di hubungi, dia sedang rapat dengan klien dan itu sangat private.
Gaura bertanya-tanya dalam hati. Klien mana lagi yang bisa membuat Asisten Bibinya itu mematikan telepon nya. Sepertinya ini tidak beres.
Gaura memanggil taxsi dan mengantarkan Bibinya pulang ke rumah mereka. Setelah mengantar Bibinya pulang, dia Langsung ke perusahaan dengan stelan yang berbeda.
__ADS_1
"Bibi Gaura ke perusahaan dulu, jika Bibi butuh sesuatu, panggil pelayan." kata Gaura.
" Hati-hati Gaura, jangan terlibat hal yang tidak penting.
Gaura langsung masuk mobil dan di ikuti dua mobil bodyguard nya. Setelah sampai di perusahaan, dia langsung masuk dan ke ruangan Bibinya. Di menghubungi sekretaris Asisten Bibinya dan menyuruh ke ruangan nya sekarang.
Setelah sekertaris itu ke ruangan Gaura dia langsung bertanya kemana.
" Remo di mana? Kenapa telepon dari saya tidak di angkat? " tanya Gaura
"Asisten Remo sedang rapat di ruangan private Nona Gaura. Ada klien yang menawarkan kerja sama dan saya tidak tahu siapa orangnya." ucap Supriya dengan gemetar ketakutan.
" Jika sudah selesai, suru dia ke ruangan saya sekarang. Jangan sampai membuat saya lama menunggu.
Sejam kemudian Gaura menunggu di ruangan nya. Dan karena menunggu itu membosankan, dia langsung bermain games sampai-sampai dia tidak sadar. Jika Remo sudah menunggu nya satu jam yang lalu, dan sekarang kakinya gemetaran karena capek berdiri.
"Aaaaaaa.....
" Remo kamu kebiasaan ya, datang kaya hantu saja. Manggil gak, langsung berdiri saja di depan mata." kata Gaura kepada Remo karena kaget.
" Maaf Nono Gaura, dari tadi saya manggil tapi gak ada jawaban sama sekali jadi saya berdiri saja dari pada mengganggu Nona."kata asisten Remo, merasa bersalah.
"Klien yang mana yang kamu temui di ruangan private? Sepertinya orang penting? Sehingga telepon saya tidak di jawab."kata Gaura kepada Remo, dengan wajah kesal dan wajahnya yang dingin tanpa expresi menatap Remo.
" Maafkan saya Nona, Tamu nya Tuan Teddy Gumara asisten Tuan Carlos Teaxu. Dia Datang untuk membahas tentang kerja sama, proyek besar di kota Moena dan aku tidak menyetujuinya karena, saya belum mendapatkan persetujuan dari Nona."kata Remo gugup.
__ADS_1
" Dia tidak pernah menyerah atas proyek itu. Proyek besar itu ada sumber yang paling penting untuk perusahaan ini dan aku yakin. Dia akan menyuruh pembunuh No 1, di Hounga. Karena dia gagal melakukan transaksi kepada kita dan jika kita menyetujuinya, sama saja kita menjual tempat makan kita." tegas Gaura.
" Lalu kita harus bagaimana Nona Gaura, masalah nya sudah begini. Perintah kan bayangan hitam, menjaga proyek itu dan jangan biarkan siapa pun masuk tanpa melewati pemeriksaan dan perketat keamanan." Ingat mereka lolos waktu karena kecerobohan kalian dan kali ini jangan lepaskan siapa pun. Juga periksa makanan dan minuman para pekerja."ucap Gaura tegas .
Remo menghubungi nomor ketua bayangan hitam dan memberikan tugas yang di perintahkan Gaura. Sedangkan Gaura menyusun rencana pencegahan, agar misi mereka gagal.
Ketua bayangan hitam, mengirim 15 orang kelas 1dan 2. Dan setelah itu dia mengonfirmasikan nya kepada Gaura bahwa semuanya seusai rencana.
Gaura mendengar itu langsung tenang dan kembali ke rumah. Untuk melihat keadaan Bibinya yang kurang baik.
Sejam kemudian Gaura sampai rumah dan melihat, Bibinya duduk di kursi depan rumah.
"Bibi kamu sudah sembuh? tanya Gaura.
"Bibi sudah enakkan bagaimana perusahaan, apa baik-baik saja?" tanya Bibi Amora.
" Perusahaan jangan Bibi pikirkan sekarang, yang penting Bibi sehat dulu dan aku akan ke kota Hounga, untuk memenuhi janji ku." kata Gaura kepada Bibinya .
" Baiklah, apa kamu sudah memikirkannya. Karena Bibi takut, kamu tidak diperlakukan baik di sana. Kenapa tidak kamu bikin mereka bangkrut saja. Biar masalah nya selesai.
" Bibi Gaura bukannya tidak mau, hanya saja, aku masih belum menemukan siapa di balik kecelakaan Ibuku waktu itu. Aku tidak bisa melupakan semua itu, karena orang itu, aku harus kehilangan Ibuku ."ucap Gaura, sambil mengepalkan tangannya dan melukai telapak tangannya karena kuku nya panjang.
Bibi berkata dalam hati, Gaura memendam kesedihan nya sendiri selama dua puluh tahun. Walaupun dia tinggal bersama ku selama ini, tapi dia sama sekali tidak menunjukkan kesedihan nya.
Andai saja waktu bisa di putar kembali. Mungkin Gaura bisa hidup bahagia dengan Ibunya. Amora memeluk Gaura, menenangkan nya dan Amora tanpa di sadari, meneteskan air mata.
__ADS_1
" Sudah lah Gaura, jangan terus berlarut dalam kesedihan. Bibi akan selalu bersama mu, dan akan mendukung mu sepenuhnya. Pikirkan masa depan mu juga, apa lagi Istri Ayah mu itu, sangat licik dan picik. Kamu harus hati-hati jika berhadapan dengan nya." kata Bibi Amora