ISTRI IDAMAN CEO

ISTRI IDAMAN CEO
Episode 12


__ADS_3

Kepala pelayan yang melihat itu, hanya bisa diam tidak berani berbuat apa-apa. Pelayan yang lain melihat itu langsung panik dan menelpon Carlos. Carlos yang sedang bertemu klien telpon nya di silent, pelayan itu bingung harus bagaimana.


Dia takut Nyonya Gaura salah paham dan bertengkar dengan Tuan Carlos nantinya. Setelah pelayan itu berulang kali menelpon, akhirnya Carlos menjawab telepon.


" Halo Tuan Carlos, di rumah ada tamu wanita setengah baya. Dia ngaku-ngaku tunangan Tuan Carlos."ucap pelayan itu.


" Apa?" Tidak apa-apa, sekalian ini ujian buat Nyonya, tidak usah panik." kata Carlos santai.


" Baik Tuan.


Carlos yang sudah selesai bertemu klien, sekarang dia sedang menuju ke perusahaan. Dan di tengah jalan dia teringat perkataan pelayan.


"Teddy kita tidak jadi ke perusahaan, kita langsung pulang ke villa saja." kata Carlos.


" Baik Tuan." jawab Teddy.


Teddy yang bingung dengan sikap Tuan nya dari tadi pagi sampai sekarang. Dia terus bertanya-tanya dalam hati, tapi tidak berani bertanya langsung kepada Carlos. Karena Teddy takut di salah kan jika tidak bertanya, akhirnya dia memberanikan diri untuk bertanya.


" Mo.. Mohon maaf Tuan Carlos, apa ada yang mengganggu pikiran mu?" tanya Teddy ketakutan.


" Ehm... Apa kamu punya solusi untuk mengatasi masalah ini? jawab Carlos.


" Tuan jangan sukan, aku akan melakukan apapun untuk Tuan. Sejak Tuan Carlos menyelamatkan hidupku, Nyawa ku bukan milikku lagi." ucap Teddy serius.


" Jika sudah sampai villa, ingat kata-kata mu ya dan jangan lari ataupun pura-pura tidak melihat."kata Carlos sedikit menaikan sudut bibirnya.


"Kenapa kedengarannya sedikit menakutkan Tuan? Apa masalahnya benar-benar serius?"tanya Teddy lagi.


"Jika tidak serius, aku tidak akan meminta bantuan mu. Sudah tidak usah banyak tanya, kita pulang saja." kata Carlos.


Teddy langsung mencap gas dengan cepat, berharap di villa tidak terjadi hal-hal yang tidak di inginkan. Sejam kemudian mereka sampai di villa, dan di luar garasi Teddy mengenali mobil itu.


"Tuan Carlos, Nyonya datang ke villa. Apa tidak apa-apa, Nyonya Gaura masih belum mengenal nya." ucap Teddy khawatir.

__ADS_1


" Sekarang itu menjadi tugas mu, pergi periksa ada apa di dalam."kata Carlos.


"T...tapi Tuan! Ini kan masalah keluarga."jawab Teddy gugup.


Teddy memberanikan diri untuk masuk, sementara Carlos duduk diam di dalam mobil. Tidak lama setelah Teddy masuk, dia keluar lagi menyuruh Carlos cepat masuk. Carlos panik dan langsung masuk ke dalam rumah, setelah Carlos masuk dia melihat Carlos dan Ibunya duduk tanpa ekspresi.


" Untuk apa kamu kesini? Bukan aku sudah bilang jangan datang!." kata Carlos


" Oh, jadi begini caramu memperlakukan Ibumu. Dasar anak pembangkang, Ibu pukul pantat mu, jangan pikir kamu sudah besar Ibu tidak berani memukul mu." kata Ibu Carlos dengan terus memukul nya.


Carlos terus berlari mengitari sofa tempat duduk Gaura. Tanpa sadar Gaura meneteskan air mata, melihat keluarga Carlos begitu bahagia. Gaura teringat dengan Ibunya dan Gaura tersenyum kepada mereka.


Tiba-tiba Carlos menyadari Gaura menangis. Carlos berhenti berlari dan langsung berlutut di depan Gapura dan bertanya.


"Kenapa kamu menangis? tanya Carlos.


" Aku hanya terharu melihat kalian, aku teringat Ibu, jika dia ada mungkin aku bisa merasakan kebahagiaan seperti kamu."jawab Gaura.


Ibu Carlos melihat itu, lalu memeluk Gaura dan mengusap kepala nya, dan berkata kepada nya.


"Terimakasih Bu, aku sangat bahagia mendengarnya."jawab Gaura terharu dan air matanya mengalir.


Selama beberapa menit, Ibu Carlos melepaskan pelukannya dan dia berkata kepada Carlos.


" Mulai hari ini Gaura menjadi anak angkat Ibu, dan kamu tidak boleh menindasnya."ucap Ibu Carlos mengancam.


" Terserah Ibu saja dan aku juga bukan pria yang suka menindas orang." jawab Carlos sinis.


" Ibu ingin segera menggendong cucu. Apa kalian sudah melakukan itu? Pokoknya kalian harus melakukan nya setiap malam. Ibu tidak menuntut ank laki-laki atau perempuan. Yang pasti Ibu punya cucu."kata Ibunya senang.


"Apa? jawab mereka serentak.


" Ibu jangan bercanda, mana ada sejarahnya melakukan itu setiap hari bisa dapat anak. Dan lagi pula, aku masih belum mau punya anak sekarang." kata Carlos marah.

__ADS_1


" Ibu tidak mau tau, secepatnya harus punya anak titik, gak mau bagaimana caranya. Gaura sayang, Ibu pulang dulu, jika Carlos menyakiti mu, kasi tau Ibu ya.


" Ibu tidak perlu khawatir, aku bisa jaga diri. Ibu hati-hati di jalan, kapan-kapan kami main ke rumah."jawab Gaura lembut.


" Carlos, Ibu sudah pergi, aku ingin bicara sesuatu padamu." kata Gaura.


" Mau bicara soal apa? jawab Carlos.


"Aku ingin mencari pekerjaan, aku tidak ingin bergantung kepada mu. Aku ingin menghasilkan uang sendiri. Aku tidak mau merepotkan mu, karena kebutuhan ku banyak." kata Gaura.


" Kamu sekarang adalah Nyonya Carlos Teaxu. Kamu tidak kekurangan apapun, gunakan ini saja sesuka hati mu." ucap Carlos tegas.


"Black Card ? tanya Gaura.


"Ya. Kamu gunakan saja, tanpa pembatasan limit. Kalo begitu saya kembali ke perusahaan dan tolong jangan pernah mencoba mencari pekerjaan di manapun."ancam Carlos.


Carlos langsung pergi dan menyuruh asisten nya untuk ke perusahaan sekarang. Gaura yang masih memegang kartu itu, masih bingung. Karena dia juga punya, tapi di tinggal kepada Bibinya di kota Yolly.


Di rumah keluarga besar Adnan terjadi kekacauan. Freya menghambur-hamburka uang perusahaan dan sekarang bingung cara melunasi gaji karyawan. Adnan memarahi Bella yang salah mendidik anak nya.


" Bella kamu tau, Freya menghabiskan uang perusahaan dan sekarang bagaimana membayar gaji karyawan." Apa kamu tidak bisa mendidik anak lebih baik, apa kamu mau perusahaan bangkrut." ucap Adnan marah.


" Mas yang gak becus mengurus perusahaan, malah menyalahkan Freya. Aku dan Freya mau makan pake apa jika tidak memakai uang perusahaan." Jika perusahaan lagi sulit, tinggal suruh anak mu Gaura datang ke rumah dan membawa suaminya ." kata Bella kesal


" Apa kamu gila, Gaura tidak mungki datang membawa suaminya. Apa kamu tidak takut, jika menyuruh nya datang." ucap Adnan marah besar.


" Mas, jangan mencari alasan, sekarang telepon Gaura dan suruh dia bawa suaminya pulang juga." kata Bella memerintahkan


Adnan berpikir sejenak dan dia masih mencoba menghubungi semua rekan kerjanya. Semua rekan bisnis nya, dan termasuk semua investor nya, menarik dana mereka. Dia semakin putus asa, dan setelah itu dia langsung telpon Gaura.


" Halo Gauara?." kata Ayahnya.


" Ada apa kau menelpon saya?"jawab Gaura.

__ADS_1


..."Gaura besok malam kamu dan suamimu pulang ke rumah. Ada hal yang harus Ayah bicara kepada mu dan ini sangat penting....


__ADS_2