
" Hal sepenting apa yang harus membuat saya datang ke rumah. Jika mau berbicara hal penting bisa lewat telepon saja." ucap Gaura.
" Gaura, apa kamu tidak memikirkan Bibimu di desa. Apa kamu mau, saya akan menghentikan biaya hidupnya." ancam Adnan Ayahnya.
" Jangan coba-coba menyentuh Bibi, Apa yang kau inginkan sebenarnya." tanya Gaura.
" Besok malam , bawa suamimu pulang ke rumah itu saja." kata Adnan langsung menutup telponnya.
"Siaall... Awas kamu Adnan, aku akan menghitung pelan" hutang ini. Tidak seorangpun dari kalian bisa lepas. Aku akan menyiksa kalian, hidup pun segan mati juga tak mau." kata Gaura berbicara sendiri dan mengepalkan tangannya di atas meja rias.
Carlos yang melihat itu, langsung kaget dan dia sama sekali tidak tau apa yang terjadi. Pelan-pelan Carlos membuka pintu kamar, seolah-olah dia tidak mendengar percakapan Gaura dan Ayahnya.
Carlos meletakkan tas kerjanya dan langsung masuk kamar mandi. Di luar Gaura bingung bagaimana caranya berbicara dengan Carlos. Carlos keluar dari kamar mandi dan melihat Gaura yang terus mondar mandir.
"Apa kamu tidak capek mondar-mandir? tanya Carlos sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk.
Gaura sama sekali tidak menjawab pertanyaan dan berlalu pergi ke balkon. Carlos yang merasa khawatir, langsung menyusul.
"Ngapain kamu ngikutin saya? tanya Gaura.
" Seharusnya aku yang bertanya, kenapa kamu tidak menjawab pertanyaan ku. Kamu malah memilih pergi ke di sini, apa kamu tuli, atau kamu ada masalah." desak Carlos.
" Sorry, aku melamun dari tadi, dan tidak mendengar apa yang kamu katakan." jawab Gaura.
__ADS_1
" Apakah Ayah mu menyuruhmu pulang?tanya Carlos.
Sejenak Gaura terdiam, karena Gaura sama sekali tidak memberitahukan nya. Di sela-sela Gaura melamun, tiba-tiba Carlos menepuk pundaknya.
"Apa kamu bertanya-tanya bagaimana aku bisa mengetahui nya. Gampang sekali, pas aku pulang kerja, pintu kamar terbuka. Dan semua percakapan mu, sudah terdengar olehku. Dan besok kita akan ke rumah Ayah mertua." jawab Carlos dingin.
" Saya minta maaf, sebelumnya aku tidak memberitahumu. Sejujurnya aku terpaksa menikah denganmu, dan yang sebenarnya yang harus kau nikahi Freya adik tiriku." ucap Gaura jujur.
" Jadi kamu hanya jadi umpan , untuk memanfaatkan kekayaan yang aku miliki begitu. Aku akan menemanimu dalam sandiwara ini, kalian yang bermain api, jangan salahkan aku." kata Carlos ketus.
Setelah Carlos berbicara seperti itu, dia langsung masuk dan langsung menuju ruang kerjanya. Sedangkan Gaura masih di balkon, merasa bersalah karena tidak memberitahu Kanya terlebih dahulu.
Malam berlalu begitu saja , pagi-pagi sekali Carlos sudah berangkat kerja. Sedangkan Gaura baru bangun tidur, dia bertanya-tanya dalam hati. Kenapa dia bisa bangun siang hari ini, yang biasanya bangun pagi. Gaura sambil berjalan menuruni tangga satu persatu.
" Tuan Carlos sudah berangkat pagi-pagi sekali tadi Nyonya." jawab pelayan itu.
" Ehm... Terimakasih.
Setelah itu Gaura sarapan, di sudut rumah ada seseorang yang memperhatikan nya. Gaura tidak tau siapa dia, tapi dia tau kalo yang selalu mengintai dia adalah wanita. Gaura langsung memanggilnya dan bertanya padanya.
"Tidak usah terus di sudut, silahkan duduk dan berbicara lah."kata Gaura.
Pelayan itu masih belum sadar dan tidak tau, jika dia lah yang dimaksud Gaura.
__ADS_1
" Sekali lagi pelayan yang sedang berdiri di sudut. Apa kamu tidak dengar, duduk di sini." ucap Gaura lagi.
" Kurang ajar sekali kamu ! Kamu siapa di rumah ini, berani-beraninya kamu memanggil saya seperti itu."ucap pelayan itu ketus.
" Saya berbicara sebagai Nyonya di rumah ini. Apa masih belum cukup status itu, untuk berbicara dengan seorang pelayan seperti mu?" tanya Gaura.
" Asal kamu tau, semua istri Carlos mati karena kesombongannya. Dan kamu yang jadi wanita terakhir di sisinya." Hahaha, kamu jangan terlalu bangga, karena waktu mu sudah dekat." ucap pelayan itu dengan sombong.
" Ohw, aku tidak tahu jika dia seperti itu. Aku takut sekali, apa kamu mau membantu ku melarikan diri?" tanya Gaura menyeringai.
" Boleh saja, apa kamu ingin pergi jauh dari sini? Aku bisa membantu mu, nanti malam tunggu aku di taman belakang. Dan aku akan mengantarmu keluar dari rumah ini.
"Hahaha" dasar wanita bodoh, malam ini adalah malam terakhir mu. Bersenang-senang lah sekarang. Karena Tuan Carlos hanya milikku, tidak boleh ada yang memiliki nya." ucap pelayan itu dalam hati.
" Baiklah, kita bertemu di taman belakang, malam ini." ucap Gaura.
Setelah mereka sepakat dan pelayan itu juga mau membantunya. Gaura langsung kembali ke dalam kamar, dan setelah itu, dia menghubungi anak buahnya.
" Halo malam ini tetap di dekat rumah Carlos. Dan perhatian gerak-gerik mereka, jika ada yang mencurigakan ikuti. Dan jangan lupa di taman belakang perketat penjagaan." kata Gauara di telpon.
" Baik Nona, tugas kami terima." jawab anak buah nya.
Gaura berpikir keras, sebenarnya apa yang akan terjadi. Gaura ingin tahu, apa yang Carlos lakukan kepada ke tiga istrinya. Gaura sangat berhati-hati, dengan penyelidikan ini. Dia tidak mau identitas nya , sebagai ketua mafia
__ADS_1