
Di rumah lama Gaura.
" Gaura apa kamu yakin rencana ini akan berhasil? Bagaimana kalo Ayahmu itu tidak bertindak? tanya Bibi Amora kepada Gaura.
"Bibi pokoknya bekerja sama dengan saya. Kalo aku tidak salah, paling sebentar lagi akan ada yang penculik nya. Jika Bibi yang mereka culik artinya, istri Ayah yang melakukannya. Tapi jika aku yang di culik, itu pasti perbuatan Ayah.
" Gaura bagaimana kamu bisa menebak-nebak seperti itu. Kamu sama saja mempertaruhkan nyawa kamu dan Bibi, kamu benar-benar deh." Bibi Amora kesal sambil menghentakkan kakinya ke lantai.
" Bibi maafkan aku, aku hanya ingin tahu, siapa yang suda menyakiti kami dua puluh tahun yang lalu. Aku tidak akan melepaskan orang yang sudah menabrak Ibu ku." Tegas Gaura dengan nada marah.
" Sudah lah, Bibi hanya bercanda dengan mu. Bibi akan melakukan apa pun demi kebahagiaan mu." kata Bibi Amora yang saat itu sedang kesal.
Gaura langsung memeluk Bibinya dan meneteskan air mata penuh kebahagiaan.
Setelah itu mereka beristirahat di kamar yang berbeda. Dan Gaura menyuruh Bibinya untuk tetap tenang, walaupun terjadi sesuatu kepada ku. Bibi Amora menganggukkan kepalanya tanda setuju.
Sekarang sudah tengah malam dan di luar sudah ada orang yang mencurigakan. Orang itu memasuki kamar Gaura dan melihat dia sudah tidur nyenyak dan melirik foto di tangan nya, dan itu tidak mirip dengan target
Sekarang orang itu ke kamar sebelah, dengan pelan-pelan membuka pintu dan melihat seorang wanita lain. Dan dia membandingkan foto itu dengan wajah wanita yang sedang tidur. Dan wajah itu 💯% sama, dan memberikan isyarat kepada rekannya untuk membantu nya.
Mereka membius Gaura dan membius Bibinya. Gaura benar-benar tidak bisa melihat kejadian itu, karena dia di bius dan tidak sadarkan diri.
Setelah itu Bibinya di bawa pergi, ke suatu tempat dan tak seorangpun yang tahu.
Besok paginya Gaura bangun dan memeriksa kamar bibinya. Dia sangat marah karena dia tidak bisa melihat penculik itu. Tiba-tiba dia mendapatkan telepon dari nomor tak di kenal.
" Halo, ini siapa? tanya Gaura.
" Apa ini Nona Gaura? tanya penculik.
" Ya, saya Gaura, Siapa kamu, Kenapa kamu bisa tahu nama saya. Apa jangan-jangan kamu yang sudah menculik Bibiku?"tanya Gaura lagi.
"Halo Gaura, senang berbicara dengan mu. Aku istri Ayahmu. Kamu jangan coba-coba untuk melapor polisi atau melakukan sesuatu yang bisa merugikan Bibimu." Hahahah." Ucap Bella mengancam.
__ADS_1
Di sela-sela Bella dan Gaura berbicara di telepon. Tiba-tiba Terdengar suara Ayah nya.
Tok....tok....
"Gaura, Amora. Apa kalian di rumah ? tanya Ayah nya dari luar.
" Ya , sebentar."kata Gaura menjawab.
Bella langsung mengancam Gaura. Awas kamu ngadu sam Ayahmu. Bibimu akan mati, Gaura ancam Bella kepada Gaura.
Gaura berlari dan membuka pintu untuk Ayahnya.
" Untuk apa kamu kesini? Kami sedang tidak menerima tamu dari mana pun." kata Gaura ketus.
" Ayah kesini hanya untuk menjenguk kamu dan Bibimu. Ayah juga ada pekerjaan di kota ini dan Ayah tinggal di hotel , kebetulan Ayah lewat sini tadi."ucap Adnan Ayahnya Gaura.
" Bibi sedang tidak di rumah dan aku juga ada urusan, jadi aku tidak bisa menemani anda."ketus Gaura.
"Baiklah Ayah akan pergi. Jaga dirimu baik-baik," Adnan berbicara dengan suara lembut.
--------------------
DI GUDANG DI MANA BIBINYA DI DEKAP.
"Lepaskan penutup matanya, biarkan dia tau siapa penculik nya."hahahah". Hei wanita tua, suruh keponakan kesayangan mu. Untuk tinggal bersama kami, kamu bisa mendapatkan biaya pengobatan mu kelak."kata Bella.
"Siapa kamu? Untuk apa kamu menculik ku? Aku tidak mengenalmu, ataupun punya masalah dengan mu."kata Amora ketakutan dan berusaha melepaskan ikatannya.
" Memang kamu tidak punya masalah dengan ku, tapi keponakan mu punya. Dia menolak niat baik suamiku dan yang jadi alasan satu-satunya adalah kamu wanita Tua." Ketus Bella, sambil memegang dagu Amora.
Amora merasa bingung dengan penculikan ini dan kenapa Gaura di paksa tinggal di rumah Ayahnya. Sepertinya ini ada maksud tertentu.
" Aku tidak melarang Gaura tinggal bersama Ayahnya. Gaura sendiri yang tidak mau, dan jika Gaura tau aku di culik, Gaura akan semakin membenci ayah nya." ucap Amora lemah.
__ADS_1
Bella mulai mencerna kata-kata barusan dan dia tetap saja tidak mau melaporkan nya. Karena dia yakin Gaura pasti mau dan tidak akan menolak.
Bella mulai menghubungi Gaura lagi dan mencoba merubah rencana Awal.
"Halo Gaura, apa kamu sudah memikirkan yang aku katakan padamu."tanya Bella
"Maaf, tapi apa yang bisa membuat ku yakin, jika aku setuju, Bibi Amora kamu lepaskan. Karena aku tidak pernah percaya dengan orang yang berpikiran sempit seperti kamu.
" Tenang saja, temui aku di jalan mawar di situ ada gudang kosong dan Bibimu aku lepaskan dan kamu tanda tangan ni, surat perjanjian."kata Bella sombong .
"Baiklah, jangan sampai Bibi Amora kenapa-napa. Kirim kan lokasinya saya akan segera kesana."kata Gaura kepada Bella.
Bella mengirim kan alamat nya kepada Gaura. Setelah Gaura menerima nya, dia langsung bergegas ke sana. Dia takut Bibi Amora terjadi sesuatu.
Setelah dua jam menempuh perjalanan, Gaura mencoba menghubungi nomor Bella. Tetapi tidak aktif sama sekali.
Tiba-tiba ada seseorang di belakang nya dan membiusnya. Gaura sampai di gudang itu dan masih dalam ke adaan tidak sadar. Bella menyuruh anak buahnya, untuk menyiram nya pake Air, biar bangun.
Blurrrr....
" Siapa yang menyiram aku pake air ? Ini di mana dan apa yang kalian lakukan."tanya Gaura.
"Selamat datang Nona Gaura. Apa kita bisa mulai transaksi nya. Aku tidak bisa menunggu lama, karena waktu itu sangat berharga."kata Bella sinis.
Gaura di lepas ikatan matanya, dan melepaskan ikatan tangan nya. Gaura cepat-cepat berjalan menuju meja ruang privat.
Gaura berjalan menandatangani perjanjian itu, tanpa membacanya. Dan setelah itu Amora dilepaskan.
Dan besok lusa kamu harus masuk ke kota , untuk mengonfirmasinya.
Setelah itu, Bella membacakan, isi surat perjanjian itu dan isinya sangat mengejutkan Gaura.
Setelah di bacakan dan isinya, sangat menakutkan, karena isi perjanjian itu adalah. Gaura harus menggantikan posisi Freya untuk menikah dengan laki-laki paranoid itu. Jika Gaura melanggar perjanjian ini, siapapun yang berdekatan. tolong kalian suru dia bayar hutang.
__ADS_1
tak pernah berpikir, ternyata aku hanya pengganti wanita yang sudah di persiapkan. Demi bibi bebas aku harus melakukannya. menyedihkan