ISTRI IDAMAN CEO

ISTRI IDAMAN CEO
Episode 1


__ADS_3

KOTA YOLLY



Gaura, wanita umur 22 tahun, sejak ibunya meninggal dia di rawat oleh bibinya di Kota Yolly . Sejak saat itu dia tidak punya siapa-siapa lagi kecuali bibinya Amora. Pada suatu hari dia mendapatkan telepon dari Ayahnya. Bawah dia harus membantu perusahaan Ayahnya, dari kebangkrutan.


Gaura yang mempunyai Bisnis besar di kota Yolly. Terkenal dengan kekejaman nya, dia mempunyai hubungan dengan Geng Elang bawah tanah. Dan tidak seorang pun yang tahu, Siapa penguasa kota Yolly. Karena Gaura tidak pernah mengungkapkan Indetitas aslinya.


"Ada masalah apa kamu telepon? " Dan kenapa baru sekarang kamu mencari ku, kenapa gak dari dulu waktu masih ada Ibuku." kata Gaura dengan nada suara halus tapi menusuk.


" Maafkan Ayah Gaura , Ayah punya alasan tersendiri. Ayah bukan orang yang tidak bertanggung jawab, keadaan yang memaksa Ayah untuk tidak mencari kamu dan Ibumu. Ayah hanya ingin kalian berdua bahagia tanpa harus ikut menderita dengan Ayah mu ini."


" Tidak usah bertele-tele, Anda maunya apa? Aku tidak bisa bantu anda banyak, karena saya tidak punya uang atau harta benda yang bisa di berikan jaminan." kata Gaura kepada Ayahnya dengan suara meprovokasi.


" Ayah tidak butuh uang atau harta benda kamu. Gaura kamu bisa ikut Ayah di Kota Hounga. Kamu tidak usah Ikut Bibimu lagi, di sini kamu punya keluarga yang selalu menjaga mu.


" Biar aku pikirkan dulu, jika aku setuju aku akan menelepon mu segera." kata Gaura kepada Ayahnya.


"Kamu jangan menolak Gaura , Ayah hanya ingin yang terbaik untuk masa depan mu. Walaupun Ayah sudah menikah Lagi sekarang, tapi kamu tetap anak Ayah.


" Gaura mulai ragu, karena dia tidak bisa memutuskan sendiri. Dia segera mendatangi Bibinya di perusahaan Aurora. Karena yang mengelola perusahaan nya adalah Bibinya sendiri.



Kota Hounga



![](contribute/fiction/6450690/markdown/11851067/1675608047423.jpg)



Di kota Hounga di rumah keluarga Adnan Fortan



![](contribute/fiction/6450690/markdown/11851067/1675608047535.jpg)

__ADS_1



" Mas Adnan, bagaimana kamu sudah bicara kepada Gaura? Apa dia mau tinggal bersama kita di sini? Kenapa kamu diam saja Mas." kata Bella, istri kedua Adnan Fortan.



"Bella, aku sudah bicara kepada Gaura, tapi dia menyuruh aku menunggu Telepon dari nya. Kita jangan terburu-buru dulu, aku takut dia curiga dan rencana kita bisa hancur Bella.



" Mas Adnan pikirkan Freya, dia anakmu juga Mas. Apa kamu tega, dia menikah dengan laki-laki berdarah dingin itu? Kamu harus bisa bujuk dia dong Mas."Ketus Bella.



"Mama benar Ayah, aku gak mau menikah sama laki-laki itu. Gara-gara tunangannya kabur, setiap wanita yang menikah dengan nya ,pasti akan mati."Tegas Freya kepada Ayahnya.



"Freya, tolong kamu mengerti. Untuk saat ini kita tidak bisa berbuat apa-apa padanya. Dan pernikahan itu masih tiga tahun lagi. Ayah tidak akan membiarkan mu menikahinya, pegang kata-kata Ayah. " kata tegas Adnan kepada Freya.




" Apa kamu tidak memikirkan akhir dari kecerobohan mu Bella?" Mas juga lagi mencari solusinya.



" Hmm, kita liat saja nanti Mas, jika dia tidak setuju juga. Aku akan menculiknya dan memajukan tanggal pernikahan itu.




Di perusahaan Aurora


Gaura baru memasuki pintu masuk Perusahaan Grup Aurora, tiba-tiba di hentikan oleh seseorang. Dan Gaura langsung menoleh, untuk melihat siapa yang bicara.

__ADS_1


" Berhenti, anda ingin menemui siapa? Di sini tidak sembarang orang bisa memasukinya. Kalo belum membuat janji, silahkan anda pulang saja." Ketus seorang wanita padanya.


" Saya keponakan, pemilik perusahaan ini, jadi kenapa harus membuat janji. Tapi ngomong-ngomong kamu kerja sebagai apa di sini?." Kata Gaura dengan nada ramah.


" Saya Direktur perusahaan ini, tapi saya tidak yakin kamu keponakan Bu Amora. Karena penampilan mu seperti ini, tidak seperti orang berpendidikan.


"Jangan pernah menilai seseorang, hanya karena penampilannya Bu Sumi. Terkadang yang kita nilai buruk, sebenarnya dia yang terbaik." Kata Gaura.


"Terkadang yang berkhayal tinggi juga, jatuh sakit Lo. " Oh iya, kan kamu gak tau malu, jadi itu gak ngaruh gitu sama kamu. Dengar ya Gaura yang ngaku-ngaku ponakan Bu Amora, kamu tuh udah hitam, jelek dan bau lagi. Mending kamu pulang, ngaca dulu baru ngomong gitu. "Ketus Bu Sumi, kepada Gaura, sambil merendahkan dan menghinanya.


"Halo, Bibi tolong suruh sekertaris mu turun, aku tidak di ijinkan masuk, oleh Direktur Sumi. "kata Gaura kepada Bibinya.


Ternyata, yang menerima telepon adalah sekertaris Bibinya. Dan sekertaris itu mengiyakan permintaan Gaura.


" Nona Gaura silahkan masuk, Nona tunggu di ruangan Bu Amora saja. " Ucap sekretaris Bibinya.


" Terimakasih sudah menjemput saya. " Oh iya, Bibi kemana? Apa Bibi keluar atau lagi rapat?."selidik Gaura.


"Bu Amora sedang rapat, di ruangan direksi. Baiklah aku akan menunggu nya di ruangannya saja." Kata Gaura.


"Kamu beneran keponakan nya Bu Amora. Sekertaris Remo, kamu tidak salah orang kan?" tanya Direktur Sumi.


" Apa Bu Direktur berhak mempertanyakan keluarga Bu Amora? Apa Bu Sumi tidak mau bekerja lagi?." ketus sekertaris Remo.


Akhirnya Direktur Sumi diam seribu bahasa. Dan dia pergi tidak berani menatap wajah sekertaris Remo. Gaura di persilahkan masuk oleh Remo, sedang kan Direktur Sumi. Dia sedang menahan rasa sakit hati, karena di permalukan oleh Gaura di depan sekertaris Remo.


Rapat di ruang Direksi selesai dan Bibi Amora langsung kembali ke ruangan nya. Dia kaget melihat Amora datang ke perusahaan, dengan dandan yang begitu sederhana.


"Gaura? Ngapain kamu berdandan begini. Apa baju kamu kehabisan baju atau mau beli baju baru. Kalo dandanan kamu begini, pasti tadi kamu gak di ijinkan masuk kan? " Celoteh Bibi Amora.


" Aduh jangan bahas penampilan dulu Bibi, sekarang Gaura lagi ada masalah. Tadi pagi Ayah telepon, dan nyuruh aku tinggal bersama mereka, katanya Bibi masih sendiri jadi gak cocok jagain aku." kata Gaura.


" Jadi kamu mau ikut Ayahmu? Apa kamu gak curiga dengan sikap Ayahmu yang tiba-tiba muncul. Gimana kalo dia cuman manfaatin kamu?." ketus Bibi Amora.


" Gini aja, Bibi bicara sama Ayah dan bilang, kalo Bibi gak setuju dengan. Kita juga harus pindah ke rumah lama, supaya kita bisa tau, tujuan mereka."kata Gaura.


" Itu ide bagus Gaura, kapan kamu ngabarin Ayah mu?" tanya Bibi Amora

__ADS_1


"Besok Bibi." jawab Gaura kepada Bibinya, supaya bisa menyiapkan strategi.


__ADS_2