
“Kau jangan gila, Maria ! tetap ditempat mu aku akan menemui mu !” Rain mematikan ponselnya setelah menelpon Maria dan memasukkan ponselnya ke saku jasnya.
“Atur ulang jadwal meeting hari ini !” titah Rain pada Leon dan Leon hanya menganggukkan kepalanya begitu mendapatkan perintah dari Rain.
Rain keluar dari ruangannya dan berjalan tergesa-gesa untuk menuju parkiran mobilnya.
Sedangkan Leon mengernyit heran saat ia melihat paper bag yang tergeletak di dekat pot bunga di depan ruangan Rain saat Leon keluar dari ruangan Rain.
Leon yang penasaran ia kemudian mengambil paperbag tersebut dan membuka isinya ternyata ada dua box makanan yang berisi makanan favorit Rain.
Leon mengusap kasar wajahnya begitu ia bisa menebak siapa orang yang membawa paper bag tersebut, siapa lagi kalau bukan Asha. Leon yakin pasti Asha sudah lama berdiri di depan ruangan Rain dan mungkin mengikuti kemana Rain pergi.
Leon kemudian melacak keberadaan Asha melalui nomor ponselnya dan jelas saja Asha saat ini tengah mengikuti kemana perginya Rain.
Leon lalu bergegas mengkuti Asha dan Rain, Leon yakin pasti akan ada sesuatu yang besar terjadi diantara mereka berdua. Leon tak bisa tinggal diam, bukan tanpa alasan ia peduli pada Asha karena Kate dan Morgan sewaktu di Dubai telah memberikan perintah padanya untuk menjaga dan mengawasi Asha.
__ADS_1
Mereka tak ingin menantunya mendapatkan kesulitan atau pun masalah yang disebabkan oleh Rain terutama pada Maria yang mungkin saja akan datang kembali menemui Rain dan menjadi kerikil dirumah tangga Rain dan Asha.
Dan jelas saja sudah tiga bulan ini, Rain entah mengapa seolah melupakan jati dirinya yang sudah bersuami dengan Asha. Ia tak bisa melihat sisi lain dari diri Maria jika selama ini Maria telah membohonginya dengan mengatakan jika ia tengah menderita penyakit kanker.
Karena Rain merasa iba, Maria justru memanfaatkan perasaan Rain tersebut agar ia mendapatkan simpatinya dan Maria bisa kembali dekat dengan Rain.
Leon bisa saja memberikan keterangan pada Rain jika selama ini Maria hanya berpura-pura. Namun semua itu tak bisa ia lakukan karena Leon dilarang oleh Kate dan Morgan, sebab mereka ingin melihat sejauh mana rasa tanggung jawab putranya dalam membangun rumah tangga dan sejauh mana ia bisa menghargai perasaan istrinya, Asha.
Leon mengemudikan mobilnya menuju apartemen yang di tempati oleh Maria. Begitu ia sampai di apartemen Maria, Leon bergegas berjalan ke lantai dimana Maria tinggal. Dan jelas saja ia menemukan Asha yang sedang berdiri di depan pintu unit dimana Maria tinggal.
... ……....
Asha berdiri di depan pintu unit dimana suaminya masuk ke dalam sana barusan. Sejak di kantor tadi ia membuntuti kemana suaminya pergi, karena Asha merasa panasaran sebab Rain menyebutkan nama Maria mantan istrinya.
__ADS_1
Asha meremas tangannya, ini sudah tiga puluh menit berlalu sejak suaminya masuk ke dalam pintu tersebut, namun suaminya tak kunjung keluar juga.
Asha menguatkan dirinya ia mencoba tenang, dan terus berpikiran positif lalu ia kemudian mengetuk pintu tersebut. Dua kali ia mengetuknya tiga kali bahkan empat kali namun tak kunjung di buka dari dalam.
Saat ia hendak mengetuknya lagi tiba-tibanya tangannya di tahan oleh seseroang dan Asha menoleh ke samping ternyata itu adalah Leon.
“Apa yang kau lakukan ?” Asha menatap tajam Leon, seolah Asha mengetahui ada keterkaitan diantara Leon dengan unit apartemen yang dimasuki oleh suaminya.
“Nyonya, ayo kita pulang !” lirih Leon membujuk Asha untuk pergi dari sana.
“Pulang ? Dari mana kau tahu aku disini ?!” sentak Asha ia semakin yakin Leon tahu sesuatu prihal suaminya.
“Nyonya…”
... ASHA AL JABER ...
__ADS_1
………