
“Kenapa dia semakin sempit ? Rasanya benar-benar…” Leon merasakan kenikmatan akan kehangatan milik Diana.
“Ten..tu saja, aku sudah lama tidak di sentuh.” Jawab Diana apa adanya karena memang benar selama kurang lebih lima bulan ia menikah dengan Leon, hanya satu kali Leon menyentuhnya itu pun pada saat malam pengantin mereka.
Leon pun tersadar jika selama mereka menikah, Leon bahkan tak memberikan nafkah batin untuk Diana. Namun bukan itu permasalahannya, bukan kah Diana sudah pernah melahirkan. Lalu mengapa rasanya seperti tak pernah disentuh sama sekali.
“Apa kau melakukan perawatan juga ?” tanya Leon lagi ia belum menggerakkan miliknya karena ingin milik Diana terbiasa dengan miliknya terlebih dahulu.
Diana menganggukkan kepalanya, karena memang Diana selalu rutin melakukan olaharaga yoga dan kegel untuk menjaga otot kewanitaannya.
“Aku sampai lupa jika kau suka berolahraga !” Leon terkekeh.
“Apa kau siap ? kita akan memulai permainan yang sebenarnya !” bisik Leon kemudian
Diana menganggukkan kepalanya dan mengalungkan tangannya di leher Leon hingga pada akhirnya Leon memaju mundurkan pinggulnya dan terjadilah apa yang seharusnya terjadi. Suara de.sa.han dan juga er.an.gan memenuhi kamar tersebut.
Richard yang awalnya ingin memanggil Diana karena Alana ingin tidur, tiba-tiba menghentikan pergerakan tangannya saat akan mengetuk pintu begitu mendengar suara-suara aneh dari dalam kamar Leon.
“Astaga…!” Richard yang awalnya kesal mendengar suara tersebut namun sedetik kemudian ia menyunggingkan senyuman dibibirnya, ia ikut merasa bahagia pada akhirnya Diana dan Leon bisa bersatu.
Richard lalu bergegas pergi ke kamar Alana. “Bisakah kau tidurkan Alana malam ini ? pinta Richard pada pengasuh Alana.
“Bisa Tuan !” jawabnya.
Setelah ia keluar dari kamar Alana, Richard menghampiri kepala pelayan untuk memesankan peredam suara di kamar Leon.
__ADS_1
“Belikan peredam suara untuk di kamar Leon, aku ingin itu terpasang mulai besok !” titahnya
“Baik Tuan !”
... …………...
“Aaahh….Diana…”
“Le..leon..aahh…”
Leon semakin mempercepat gerakannya hingga tubuh Diana terombang ambing. Diana sampai kewalahan menyeimbangi Leon.
“Sayang aku hampir sampai !” erang Leon saat merasakan miliknya sebentar lagi selesai.
“Le..leon di luar saja !” Pinta Diana, ia masih belum siap jika harus mengandung lagi karena Alana masih terlalu kecil untuk diberikan seorang adik.
“Alana masih terlalu dini untuk diberi seorang adik !” jelas Diana. Sejenak Leon memikirkannya ia pun mengerti permintaan Diana tersebut.
“Aku akan memasang KB nanti, jika kau keberatan keluar di luar. Tapi untuk kali ini, please di luar saja ya ?” pinta Diana dengan mengerjab-ngerjabkan matanya pada Leon.
“Baiklah !” Leon akhirnya menyetujui permintaan Diana ia pun menyelesaikan apa yang harus Leon selesaikan dengan menumpahkan calon benihnya di atas perut Diana.
“Astaga banyak sekali !” Diana membelalakkan kedua matanya saat perutnya dipenuhi cairan milik Leon sedangkan Leon hanya tersenyum melihatnya.
“Mungkin karena terlalu lama berpuasa !” jawab Leon apa adanya.
__ADS_1
“Kenapa bisa begitu ? Bukan kah kau bersama Hera ?” tanya Diana bingung.
“Entah lah saat aku ingin menyentuh dia, aku selalu teringat diri mu apalagi pada saat kau men.de.sah sewaktu kita masih di Dubai ! Jadi aku tak pernah menyentuh Hera, lagi pula entah mengapa milik ku ini hanya berfungsi padamu saja !” jawab Leon apa adanya karena apa yang dikatakan olehnya memang benar adanya.
Setiap kali ia diajak oleh Hera untuk bercinta, miliknya tak bisa berdiri bahkan Leon selalu teringat wajah dan suara Diana. Dari itulah Leon tak pernah menyentuh Hera walaupun mereka sudah menikah.
Diana menutup mulutnya mendengar ungkapan Leon padanya seolah merasa tak percaya. Itu artinya Diana lah yang memiliki Leon seutuhnya setidaknya ia merasa bahagia karena wanita lain tak pernah menyentuh Leon.
“Ak..aku rasa aku harus mandi !” Diana turun dari ranjang dengan sedikit berlari kecil sambil menahan rasa nyeri di intinya karena mungkin miliknya yang memang belum terbiasa dengan milik Leon yang begitu besar dan panjang tersebut.
Leon pun mendelikkan matanya saat melihat tubuh polos Diana hilang dibalik pintu kamar mandi, Leon lalu mengikuti Diana dan ikut masuk ke sana. Rasanya Leon masih belum puas dan menginginkan Diana kembali.
“Kenapa ikut masuk ?” Saat tubuh Diana tengah berada dibawah guyuran air.
“Mau mandi juga !” elak Leon padahal ada udang dibalik selimut yang tengah rencanakan.
Diana pun membalikkan tubuhnya menghadap dinding kamar mandi karena ia pun tak mau melihat Leon yang juga dalam keadaan polos sama sepertinya.
“Aku bantu menyabuni tubuh mu !” ucap Leon tersenyum jahil.
Awalnya Leon menyabuni tubuh Diana dari punggung belakang lalu turun ke pinggul dan entah mengapa jari tangannya malah melesak masuk ke dalam milik Diana hingga Diana menjerit merasakan hal tersebut.
“Aaaaahh…Le..leon..”
Leon memainkannya hingga Diana merasa terbuai hingga terjadilah ronde selanjutnya diantara mereka berdua dibawah guyuran air yang membasahi tubuh mereka.
__ADS_1
... …….....
Cerita Leon dan Diana sudah selesai ya, Author akan lanjut ke cerita Marcus yang ternyata sudah menikah dengan sahabat Asha, yaitu Roseline !