
“Cairan apa yang diberikan oleh Moreno pada istriku ?” tanya Rain pada Marcus saat Asha sudah tidur di kamar rawat inapnya.
“Istri mu diberi Induksi secara paksa ! beruntungnya bayi mu sangat kuat ! Aku rasa mereka ingin memisahkan mu dan Asha.” terang Marcus
Rain mengusap kasar wajahnya kejadian semalam benar-benar membuatnya terpukul andai saja dirinya tak lengah pasti istrinya masih ada di sisinya dan tak mengalami tragedy semacam itu.
“Apa orang tua mu sudah tahu ?” tanya Marcus kemudian.
“Besok mereka akan tiba !” jawab Rain “Terimakasih.” Rain berterima kasih pada Marcus andai saja ia tak membantu dirinya dan istrinya entah apa yang akan terjadi.
“Hei, kita ini teman. Sudah kewajiban ku sebagai seorang dokter untuk menolong istri mu dan membantu mu sebagai seorang teman !”
Marcus menepuk-nepuk punggung Rain, karena ia pun merasa senang jika bisa membantu sahabatnya tersebut. Kerena apa yang dilakukan oleh Marcus untuk Rain tentu bukanlah apa-apa dibandingkan kebaikan yang Rain berikan untuknya salama ini.
... ……...
__ADS_1
Keesokan harinya Rain terbangun dari tidurnya saat mendengar jeritan tangis bayinya. Rain lantas menuju box bayi dan mengambil bayinya lalu menggendongnya.
“Uh…jagoan Daddy apa kau lapar, hem ?” Rain mengajaknya berbicara sambil menimang-nimang bayinya.
Lalu kemudian Rain membalikkan tubuhnya saat mendengar suara Asha yang juga ikut terbangun dari tidurnya. “Dad..”
“Nah itu dia, Mommy mu sudah bangun !” Rain lalu membawa bayinya mendekat ke arah Asha dan Asha mengambil bayinya dari tangan Rain.
Rain lalu memberikan segelas air putih untuk istrinya minum. “Minumlah dulu, kata Marcus mengkonsumsi air putih yang cukup akan melancarkan Asi mu agar cepat keluar. Daddy juga sudah menyuruh koki untuk memasakkan makanan yang dapat merangsang Asi mu.”
“Terimakasih.” Jawab Asha tersenyum manis pada Rain dan Rain mengecup kening Asha dengan lembut.
Melihat Asha yang mengeluarkan buah dadanya dari bra yang dikenakannya. Rain menelan kasar air ludahnya karena mainan favoritnya kini sudah beralih untuk putranya sementara waktu, dan dia hanya bisa sabar melihat itu semua.
“Daddy sedang tidak membayangkannya kan ?” Asha melirik suaminya yang Asha yakin sejak tadi suaminya itu memperhatikan buah dadanya, yang memang semenjak Asha hamil dadanya semakin membesar dan Rain begitu senang memainkannya.
__ADS_1
“Sampai kapan mainan Daddy akan pinjam oleh putra kita ?” pertanyaan Rain tersebut membuat Asha melongo, ia tak menyangka jika suaminya seolah merasa cemburu dengan putranya sendiri.
“Sampai usia dua tahun !” jawab Asha dengan santainya mengelus pipi bayinya dengan lembut.
‘hah ! Astaga…’
“Daddy juga harus berpuasa selama 40 hari sampai masa nifas ku selesai !” sambung Asha lagi yang membuat tubuh Rain tiba-tiba lemas dengannya.
‘Ya Tuhan, cobaan apa lagi ini !’
... ………....
Leon melihat jam dipergelangan tangannya, hari ini ia tengah berada di Bandara untuk menyambut kedatangan kedua orang tua Rain dan Adiknya yang sebentar lagi tiba dari negara Indonesia.
Satu jam kemudian, Leon tersenyum saat melihat kedua orang tua Rain dan adiknya sudah sampai, ia menyambut mereka dengan hangat dan menyuruh beberapa anak buah Rain untuk membawakan koper masuk ke dalam mobil.
__ADS_1
Saat kedua orang tua Rain membalas sambutan Leon dengan tersenyum hangat lain halnya dengan Kyara, ia menatap Leon dengan jengah dan malas seolah Kyara tidak ingin melihat wajah Leon, dan Leon mengetahui perubahan sikap Asha padanya, ia hanya mengernyitkan dahinya dan heran apakah ada yang salah dengan dirinya.
Leon…