
Hera terus menatap Leon dan Diana dari kejauhan bahkan Hera terus menyaksikan bagaimana keluarga Leon yang sangat menyayangi Alana dan menerima Diana dengan hangat.
Hati Hera semakin tersayat sembilu, sakit dan kecewa tentu saja Hera merasakan itu semua. Ini adalah pernikahan impian yang seharusnya ia rasakan bersama Leon. Tapi nyatanya pria yang ia cintai tersebut malah bersanding dengan wanita yang lain.
Sedari awal andaikan Hera memahami posisinya jika ia masih tetap ingin bersama Leon ia harus bisa menerima kenyataan jika Leon tak hanya menjadi miliknya tapi juga Diana yang memiliki hak yang sama.
Hera melupakan itu, ia melupakan kebahagiaan sendiri demi sebuah cinta yang tak dapat ia miliki seutuhnya sebab ia harus berbagi suami dengan wanita lain.
...‘Sesakit inikah melihat dia, suamiku, menikah lagi dengan wanita lain.’ ...
Mata Hera terus bekaca-kaca ia kemudian menguatkan hatinya, ia merasa kakinya tak mampu lagi untuk bergerak maju menghampiri suaminya. Sekuat apapun Hera meyakinkan dirinya, namun nyatanya ia tak sekuat itu.
Hera kemudian membalikkan tubuhnya ia berjalan hedak keluar dari ball room hotel dimana acara resepsi penikahan suaminya dan Diana di gelar.
Saat Hera baru melangkahkan kakinya, ia sudah disambut oleh Andre, asissten pribadi Leon. “Saya akan mengantar anda, Nyonya !” Andre membawa Hera keluar dari gedung hotel pemandangan itu bahkan tak luput dari mata Leon, karena Leon lah yang meminta Andre untuk membawa Hera kembali ke apartemen.
Hera bedecih ia tersenyum bahkan terkekeh mendengar ucapan Andre padanya. Hera tahu pasti Leon yang memerintahkannya untuk membawanya pergi dari tempat acara tersebut.
Hera menjadi emosi dan tak terima akan hal itu. Hera lalu membalikkan tubuhnya dan menatap tajam ke arah Leon dan Diana.
__ADS_1
‘Kebahagiaan mu hanya ada padaku Leon, bukan wanita lain !’
Andre terkejut saat Hera berjalan dengan anggunnya menuju pelaminan dan naik ke sana memberikan selamat untuk Leon dan Diana.
Leon membulatkan matanya saat Hera berjalan menghampirinya dan memberikannya selamat atas pernikahannya dengan Diana.
“Selamat Leon, semoga kau bahagia !” Hera tersenyum menatap Leon, senyum yang menyimpan arti di dalamnya. Bahkan Leon semakin diam terpaku saat Hera membisikkan sesuatu di telinganya.
“Aku di kamar 201.”
Setelah mengatakan itu ia juga memberikan selamat pada Diana dan menatap Diana dengan penuh permusuhan namun bibirnya tetap menunjukkan senyuman yang manis padanya.
... …….....
Leon kemudian membuka tuxedo yang ia kenakan dan menggulung kemejanya sebatas lengannya. Diana yang memperhatikan itu berjalan mundur menjauhi Leon sedangkan Leon terus saja mendekatinya.
‘Apa dia akan melakukannya ?’ batin Diana menatap Leon yang terus saja mendekatinya hingga tubuhnya mentok di dinding dan tubuhnya di kungkung oleh Leon.
Leon merasa kesal dan marah dengan apa yang dilakukan oleh Hera barusan, saat ia melihat Diana rasanya ia ingin melampiaskan kekesalan hatinya pada wanita yang sudah menjadi istrinya tersebut.
__ADS_1
Leon kemudian memegang dagu Diana dan mencium bibir Diana tanpa permisi bahkan ia ********** hingga Diana seolah kehabisan nafas.
Nafas Diana tersengal-sengal saat Leon menciumnya. Leon kemudian menarik tubuh Diana dan menjatuhkan tubuh Diana di atas tempat tidur pengantin mereka berdua.
Leon kembali mengungkung tubuh Diana dan mencumbunya hingga terjadilah malam pengantin yang panjang diantara keduanya. Baik Diana pun tak bisa menolak permintaan Leon meskipun ia tak mencintai Leon namun ia sudah menjadi istri Leon dan ia akan membuka hatinya dan belajar mencintainya.
Leon seperti di mabuk akan candunya tubuh Diana, kenikmatan yang tidak ia rasakan dari Hera, karena hanya Diana yang memiliki itu dan Leon dapat merasakannya. Bahkan Leon ingat betul rasanya begitu sama seperti pertama kali ia menyentuh Diana di Dubai.
“Ahh…Diana…”
... …….....
Lain halnya dengan Hera ia membanting semua perabotan yang ada dikamar hotel yang ia tempati malam ini. Hati Hera semakin hancur saat Leon tak datang ke kamarnya. Hera meluapkan kekesalan hatinya dengan membanting apa saja yang ia lihat.
Bayangan wajah Leon dan Diana yang tersenyum saat di pelaminan terus saja melintas diotaknya. Terbesit di pikirannya jika Leon dan Diana pasti menghabiskan malam pengantin mereka malam ini.
Hera semakin frustasi membayangkan bagaimana Leon menyentuh Diana yang dalam harapannya adalah hanya Hera yang boleh disentuh olehnya bukan wanita lain.
“Ini semua gara-gara wanita sialan itu ! andai saja dia tidak hadir diatara aku dan Leon pasti aku yang merasa bahagia saat ini !” Hera membanting vas bunga yang dipegangnya hingga pecah tak berbentuk.
__ADS_1
“Awas saja kau Diana, Leon hanya akan menjadi milikku ! milikku !”
... ……….....