ISTRI KECIL KU "ASHA"

ISTRI KECIL KU "ASHA"
SALAH SANGKA


__ADS_3

Asha menatap Leon dengan mata yang berkaca-kaca mata yang menunjukkan sebuah isyarat permohonan padanya.


“Nyonya, ayo kita pulang.” Lirih Leon kemudian mencoba membujuk istri dari Bosnya tersebut. “


“Tapi suami Ku…”


Ucapan Asha terpotong kala Leon menyelanya terlebih dahulu.


“Belajarlah bersikap dewasa Nyonya, anda bisa menanyakannya nanti di rumah dengan Tuan Rain.”


Deg


‘Bersikap dewasa ?’ Kata –kata itu membuat Asha berkaca pada dirinya. Memang benar usianya masih 17 tahun dan belum terlalu dewasa dalam berpikir, namun apa salah jika dirinya mengikuti suaminya apalagi sekelebat bayangannya mengarah pada Maria mantan istrinya.


Cemburu mungkin saja Asha merasakan cemburu dan tak suka jika suaminya masih menjalin hubungan dengannya meskipun hanya sebatas teman semata.


Asha menghapus air matanya dan kembali menatap pintu unit apartemen tersebut, dengan berat hati Asha kemudian melangkahkan kakinya pergi dari sana dengan perasaan yang campur aduk.


... ………....

__ADS_1


“Mengapa kau tidak meminum obat mu, Maria ?” tanya Rain saat Maria tak mau meminum obatnya dan pada awalnya Maria nekat untuk bunuh diri.


“Aku tidak mau Rain, aku ingin mati saja !” jawab Maria menolak mentah-mentah obat yang berada di tangan Rain untuknya.


Maria semakin marah dan kecewa saat ia mengetahui dari anak buah yang ia perintahkan untuk mengikuti kemana perginya Asha hari ini.


Maria begitu murka saat mengetahui jika Asha tengah mengandung sedangkan ia sendiri tak bisa memberikan Rain seorang anak.


“Maria !” ucap Rain dengan suara yang meninggi karena merasa kesal obat yang ingin ia berikan pada Maria dibuang olehnya.


“Apa peduli mu !” sentak Maria memancing Rain karena sudah dua bulan ini hubungan mereka semakin dekat, Maria menyangka jika Rain kembali tertarik padanya.


Deg


Rain hanya iba dan kasihan pada Maria, tak lebih dari itu. Seharusnya jika ia hanya kasihan pada Maria ia tak perlu repot-repot datang menemui wanita itu, ia cukup memerintahkan anak buahnya untuk membawa Maria ke rumah sakit dan memberikan Maria fasilitas kesehatan agar Maria sembuh.


‘‘Astaga, apa yang aku lakukan !’’ ucap Rain dalam hati.


Melihat perubahan sikap Rain, Maria menjadi salah sangka ia menganggap Rain masih mencintainya dan berharap Rain akan mengajaknya kembali padanya lagi.

__ADS_1


“Katakan Rain, apa kau masih mencintai ku ?” Maria berdiri dari duduknya menatap pria yang pernah menjadi suaminya tersebut.


Rain menoleh pada Maria ia mengernyitkan dahinya mendengar pertanyaan Maria barusan untuknya.


‘Cinta ?’


Benar saja Maria menjadi salah sangka dengan sikap Rain selama ini padanya.


“Kau masih mencintai ku kan, iya kan ?” Maria memastikan Rain kembali, namun pada saat Maria ingin memeluk Rain tiba-tiba saja Rain memundurkan langkah kakinya dan itu membuat Maria marah dalam hatinya.


“Kau salah menganggap kebaikan ku, Maria ! Aku begitu bodoh, mengapa aku tidak melihat kebelakang jika dirimu sangat pintar dalam berucap dan berbohong !” balas Rain dengan suara beratnya.


Deg


Maria tersentak kaget dengan respon Rain padanya, bukan itu yang ingin Maria dengar, melainkan sebuah pengakuan jika Rain masih mencintainya.


“Ra..rain !”


“Pertemuan kita cukup sampai disini Maria, jika kau membutuhkan pengobatan dengan penyakit mu, datang saja ke rumah sakit ku !” Rain membalikkan tubuhnya dan pergi meninggalkan apartemen yang ditempati oleh Maria.

__ADS_1


Saat Rain membuka pintu dan menutupnya kembali tiba-tiba……


__ADS_2