
Marcus membawa Rose dalam pelukannya, ia tahu pasti kejadian semalam bersama Daniel membuatnya menjadi trauma.
Soal Daniel, ia sudah di tahan karena mencoba melecehkan Rose. Marcus begitu geram dan tak memaafkan pelakuan Daniel dan tak akan memberikan pengampunan dan maaf padanya.
“Sudah jangan menangis lagi, ada aku disini.” Marcus membelai pucuk kepala Rose pelan sedangkan Rose masih terisak dalam tangisannya.
Setelah beberapa menit kemudian Rose sudah berhenti menangis, rasanya beribu terimakasih untuk ia ucapkan pada Suaminya tak akan pernah cukup. Rose begitu yakin dan percaya jika suaminya benar-benar sayang dan mencintainya dengan tulus.
“Apa kau mau mandi, Sayang ?” tawar Marcus kemudian.
Dan Rose menganggukkan kepalanya, Rose menggerakkan kakinya turun dari atas ranjang namun ia merasakan sakit yang amat pedih dan perih di bagian intinya.
“Aaahh…sakit sekali !” keluh Rose
Marcus kemudian membawa Rose ke kamar mandi dengan menggendongnya, ia tahu istrinya tidak bisa berjalan karena semalam mereka bercinta dengan begitu hebatnya.
Setelah Rose selesai mandi, rasa sakit di bagian intinya masih begitu terasa sehingga Rose tidak bisa bergerak untuk berdiri sekali pun. Bahkan mandi pun Marcus yang membantunya.
“Mau apa ?” Rose menahan tangan Marcus yang hendak menyingkap kan dress yang ia kenakan.
__ADS_1
“Mengobati mu dengan ini.” Marcus menunjukkan salep yang ia pegang pada Rose.
Rose masih merasa malu saat suaminya akan mengobati bagian intinya.
“Tidak usah malu, aku sudah melihat semuanya !” Marcus mengedipkan matanya pada istrinya yang kini pipinya memerah bagaikan tomat.
“Berbaring lah !” titah Marcus
Rose pun hanya bisa pasrah dan menurut ia kemudian membaringkan tubuhnya membiarkan suaminya mengobatinya. Awalnya Rose biasa saja namun sedetik kemudian ada yang aneh dibawah sana yang Marcus lakukan dan Rose merasakan sensasi geli bercampur nikmat.
“Ahh..ap..apa yang kau lakukan !” Rose mencoba menjauhkan kepala suaminya agar menghindar dari intinya.
“Aahh….aahh…” awalnya Rose mencoba menjauhkan kepala suaminya namun kini berubah dengan menahan kepala suaminya untuk terus melakukannya.
“Aku mau pipis..aahh..” Rose tak tahan lagi seolah ada yang ingin meledak keluar dari intinya.
“Keluarkan sayang !” Marcus masih gencar memainkannya. Hingga pada akhirnya Rose berteriak kala mendapatkan pelepasannya.
“Aaaaaahhh…”
__ADS_1
Marcus mengisap semua pelepasan milik Rose hingga Rose terkulai lemas.
“Manis !” Marcus menghapus sudut bibirnya yang terdapat sisa cairan milik Rose.
“Sayang aku ingin.” Bisik Marcus di telinga Rose dan Rose hanya bisa mengangguk kan kepalanya.
Merasa mendapatkan izin, Marcus kemudian membuka pakaiannya dan kembali memainkan inti istrinya sekali lagi agar Rose benar-benar rileks dan merasa juga menginginkannya.
“Panggil aku Daddy mulai sekarang !” ucap Marcus disela permainan lidahnya di inti istrinya.
“Aahh…Daddy…uuhh..”
“Ahh…terus Dad..aahh..”
“Sayang aku sudah tidak tahan !” Marcus memasukkan ular naganya ke inti istrinya hingga membuat istrinya membelalakkan matanya merasakan begitu besar dan panjangnya keperkasaan suaminya.
Hingga pada akhirnya mereka mengulang lagi hal yang mereka lakukan semalam, bercinta di pagi hari. Walaupun Rose masih merasa sakit di area intinya tapi ia pasrah dan rela sebagai bentuk kewajibannya sebagai seorang istri dan rasa terimakasihnya pada suaminya yang telah menolongnya dari Daniel.
... …………...
__ADS_1