
“Apa kalian tahu, Gina bekerja di rumah ku saat ini !” Rose membuka percakapan pada Asha dan Venus.
Saat ini mereka bertiga tengah berada di halaman belakang mansions De Costa karena Asha yang mengundang kedua sahabatnya tersebut sebab ia merasa bosan dan mengadakan pesta kecil untuk mereka bertiga.
“Gina ?” ulang Asha kemudian, ia tentu masih ingat siapa Gina, orang yang pernah membully nya di sekolah dulu.
“Hidupnya berubah 180 derajat, orang tuanya jatuh miskin dan dia tidak bisa kuliah, malah sekarang dia menjadi pelayan di rumah ku !” jawab Rose lagi.
Walau pun Rose masih kesal dengan Gina namun ketika ia melihat Gina yang sudah tak sama seperti dulu di sekolah ia malah merasa kasihan. Jadi Rose membiarkan saja Gina bekerja dirumahnya.
“Dan kau masih menampung wanita yang sudah berusaha menyakiti Asha dan juga dirimu ? Ah..bukan hanya kalian berdua, aku pun turut menjadi korbannya !” sahut Venus sambil memakan camilan di tangannya.
“Aku hanya kasihan, lagi pula sepertinya kesombongannya sudah luntur karena kini tak memiliki apa-apa dalam hidupnya.” Jawab Rose dengan santainya.
“Tapi, bukan kah kau juga harus berhati-hati padanya ?” ucap Asha kemudian, karena Asha tidak seratus persen percaya dengan Gina yang sudah berubah, karena Asha tahu Gina adalah tipikal orang yang manipulatif.
__ADS_1
“Ya, semoga saja dia tidak menyalah gunakan kepercayaan ku !” jawab Rose yakin jika Gina sudah berubah menjadi orang yang lebih baik.
“Semoga saja, tapi jika dia berulah padamu kau jangan menyesal, karena kau sendiri yang mengizinkannya bekerja dirumah mu !” sahut Venus
“Ah…sudah lah, kalian doakan saja yang baik-baik tentang aku !” sunggut Rose karena ia tak ingin diceramahi oleh kedua sahabatnya.
“Iya baiklah Nyonya Marcus Anderson !” jawab Asha dan Venus secara bersamaan dan terkekeh, padahal dalam hati mereka berdua begitu khawatir pada Rose takut jika Gina akan mengusik kehidupannya dan rumah tangganya di kemudian hari.
“Ven, ini sudah piring ke tiga kau memakannya, apa kau selapar itu ?” Asha menatap Venus yang terus saja mengunyah makanan tanpa henti.
“Sembarangan Kau !” Venus mengerucutkan bibirnya.
“Sepertinya kau memang suka makan sekarang ya, tubuh mu agar berisi sekarang !” ucap Asha memperhatikan tubuh Venus yang memang nampak berisi.
“Lagian kau seperti Asha saja yang kemarin-kemarin tengah hamil yang setiap detiknya ingin makan !” timpal Rose
__ADS_1
Ucapan Rose barusan membuat Venus menghentikan kegiatan makannya. Ia diam terpaku seolah tengah memikirkan sesuatu.
... …………...
Rose pulang ke rumah yang ternyata suaminya sudah terlebih dahulu pulang ke rumah. Rose lalu bergegas masuk ke dalam rumah karena ingin bertemu dengan suaminya.
Saat Rose masuk ke dalam di lihatnya di meja makan sudah tersedia kopi dan cemilan disana namun tak ia temui suaminya. Rose lalu berjalan ke kamarnya di lantai atas dan berpapasan dengan Gina yang sedang membawa handuk.
“Itu handuk suami ku !” tunjuk Rose pada handuk yang Gina bawa.
“Iya, Nyonya. Tuan yang meminta dibawakan handuk.” Jawab Gina apa adanya.
“Oh ya ampun aku lupa jika harus mengganti handuknya sehari sekali, terimakasih, berikan padaku !” Rose mengambil handuk di tangan Gina dan membawanya ke lantai atas menuju kamarnya dengan menaiki anak tangga.
Sedangkan Gina menatap punggung Rose yang semakin menjauh dari pandangan matanya dengan perasaan yang sulit di artikan.
__ADS_1
... ……….....