ISTRI KECIL KU "ASHA"

ISTRI KECIL KU "ASHA"
SAKIT TAPI TAK BERDARAH


__ADS_3

Diana masuk ke dalam kamar Alana dengan tersenyum bahagia, saat ia membuka kamar Alana dan masuk ke dalam di lihatnya Alana tengah tertidur dengan Leon.


Diana membulatkan kedua matanya saat melihat pemandangan tersebut. Karena ia tak tahu jika Leon ada di mansions dan tengah bersama dengan Alana, mungkin kah Leon yang mengasuh Alana pada saat ia tengah pergi ?


Diana kemudian tersen yum tipis menyaksikan pemandangan yang indah tersebut dimana Alana tengah memeluk Leon. Diana kemudian mengeluarkan ponselnya dan memfoto Leon dan Alana karena mereka berdua terlihat cukup menggemaskan saat tertidur.


Saat Diana asyik memfoto Leon dan Alana, tiba-tiba tangan Diana ditarik oleh Leon hingga Diana jatuh terjerembab di atas tubuh Leon.


Diana mengerjabkan kedua matanya sedangkan Leon tersenyum puas telah membuat Diana diam terpaku semacam itu padanya.


“Aaa..” Diana segera berdiri saat ia tahu Leon mengerjainya. Ia kemudian merasa kesal dan malu pada Leon, lalu berusaha keluar dari kamar Alana.


“Diana tunggu !” Leon mengejar Diana yang berlari keluar kamar Alana menuju kamarnya.


“Jangan mengejar ku !” Diana semakin berjalan cepat dan masuk ke dalam kamarnya dan hendak menutup pintu kamarnya namun Leon mencoba menahannya.


“Diana jangan dikunci !” pinta Leon yang masih menahan pintu kamar Diana agar tidak tertutup.


“Aku tidak mau, pergilah.” Diana masih mencoba menutup pintunya.


“Hei, kau kenapa ?” Hingga terjadilah dorong mendrong pintu diantara keduanya.


“Aku malu !”


Dan, brak !

__ADS_1


“Aaaaa!” teriak Leon kesakitan karena jari tangannya yang terjepit.


“Astaga !” pekik Diana, ia kemudian membuka pintu kamarnya melihat Leon yang merasakan di jari tangannya.


“Aaa..sakit sekali !” Leon memegangi jari tangan kanannya yang benar-benar sakit bukan main bahkan jari tangannya sampai memerah.


“Leon…maaf !” Diana merasa bersalah melihat Leon yang begitu kesakitan.


“Oh…ini sakit sekali, sakit tapi tak berdarah !”


Diana panik kemudian ia membawa Leon ke rumah sakit dengan sebelumnya menitipkan Alana dalam pengawasan pengasuh.


... ……...


“Tapi tangannya sampai membiru seperti itu, Dok !” ucap Diana begitu khawatir dengan jari tangan Leon yang benar-benar memerah dan membiru.


“Saya akan berikan obatnya, nanti dalam satu minggu memarnya pasti sudah sembuh.” Jawab Dokter tersebut dengan lembut.


Diana menganggukkan kepalanya, setelah Leon diobati Diana dan Leon kemudian keluar dari rumah sakit dan menuju parkiran mobil.


“Kemana sopirnya ?” tanya Leon karena ia tak melihat sopir.


“Dia ku suruh pulang, karena istrinya mau melahirkan !” jawab Diana apa adanya.


“Duduklah di samping kemudi, biar aku yang membawa mobilnya !” titah Diana membukakan pintu untuk Leon, karena dalam keadaan tangan Leon yang masih sakit semacam itu tidak mungkin Leon bisa membawa mobilnya.

__ADS_1


“Kau yang menyetir ?” tanya Leon saat ia sudah duduk disamping kemudi dan Diana masuk ke dalam mobil lalu menutup pintunya dan menghidupkan mesin mobil menuju pulang ke mansions.


“Apa kau bisa membawa mobil ?” tanya Leon karena ini adalah kali pertama ia melihat Diana menyetir mobil.


“Bisa ! tapi sudah lama tidak menyetir kembali !” jawab Diana dengan santainya memasangkan sabuk pengaman Leon hingga keduanya saling betatapan mata.


‘Astaga dia manis sekali !’ ucap Leon dalam hati kemudian tersenyum pada Diana.


Clek


Diana kemudian dengan cepat menjauh dari wajah Leon dan memasang sabuk pengamannya. Lalu menyetir mobil.


“Kapan terakhir kali kau membawa mobil ?” tanya Leon basa basi.


“Saat ke rumah sakit karena mau melahirkan Alana !” jawab Diana dengan santainya kala mengingat moment saat ia akan melahirkan Alana.


“What !” pekik Leon karena ia merasa terkejut mendengar Diana pergi ke rumah sakit dengan membawa mobil sendirian saat akan melahirkan Alana.


“Bagaimana kau membawanya ?” tanya Leon lagi yang begitu penasaran.


“Seperti ini !” Diana mengendarai mobil dengan kecepatan penuh hingga Leon ketakutan berpegangan pada pegangan mobil. Persetan dengan jari tangannya yang masih begitu sakit.


“Diana !” teriak Leon sedangkan Diana tertawa saja sebab ia seolah bernostalgia mengingat moment kala ia akan melahirkan dengan membawa mobil dengan kecepatan penuh.


... …….....

__ADS_1


__ADS_2