
“Kau mau membawaku kemana ?” Roseline di tarik oleh Marcus dan tiba-tiba pintu terbuka lebar dimana Rose sampai kaget dan membulatkan kedua matanya saat mereka berdua tengah berada di ujung jalan menuju altar.
“Hei apa yang kau lakukan ?” tanya Rose lagi saat Marcus menggandeng tangan Rose memaksanya ikut berjalan bersamanya menuju altar.
Seluruh keluarga Anderson tampak terkejut melihat Marcus berjalan dengan mempelai wanita yang lain menuju Altar. Orang tua Roseline yang juga ada di acara pernikahan tersebut nampak terperanjat kaget karena putrinya yang menjadi mempelai wanitanya.
“Astaga…dia benar-benar mengganti calon mempelai wanitanya !” ucap salah satu sepupu Marcus yang melihat pemandangan yang langka tersebut.
“Apa kau gila ?” ucap Rose menekankan kata-katanya pada Marcus.
“Iya ini adalah hal gila yang baru pertama kali aku lakukan ! Anggap saja kau sedang membalas dendam dengan kekasih mu, yang ternyata berselingkuh dengan calon istri ku !”
Sejenak Rose memikirkannya benar apa yang dikatakan oleh Rain, seharusnya ia bisa membalaskan rasa sakit hatinya pada kekasihnya yang tega menghianatinya.
__ADS_1
“Tapi bagaimana dengan kedua orang tua ku ?” cicit Rose kali ini mereka sudah berhadapan dengan pendeta yang sebentar lagi mereka akan mengucapkan janji suci.
“Aku akan bicara pada kedua orang tua mu !” ucap Marcus dengan penuh keyakinan yang terpenting saat ini adalah ia harus menikah Rose dari pada ia harus menikahi Jessi, calon istrinya yang dijodohkan oleh orang tuanya.
Tidak ada yang bisa menentang dan melarang Marcus dan Roseline menikah saat itu semua terjadi dan terlaksana begitu saja. Setelah janji suci tersebut di ucapkan dan mereka sudah resmi menjadi pasangan suami istri.
Rose melihat Daniel dari kejauhan, ia tersenyum puas Daniel yang menatapnya seolah tak percaya akan ditinggal nikah olehnya. Apalagi pada saat Rose dan Marcus berciuman hati Daniel tentu saja merasa sakit dan tak terima jika ia harus ditinggalkan oleh Rose.
“Aku minta maaf Tuan Johan, seharusnya aku melamar putri mu terlebih dahulu sebelum menikahinya. Aku dan putri mu saling mencintai, bisakah kalian merestui kami ? Aku akan berjanji membahagiakan putri mu !”
Marcus berkata dengan penuh kepastian dan ucapannya tersebut ternyata membuat kedua orang tua Rose percaya dengan Marcus dan memberikan restu pada mereka berdua, bagi mereka tak ada yang jauh lebih penting dibandingkan kebahagiaan putrinya.
Rose terpaku mendengar ungkapan Marcus barusan. Entah dia harus bahagia atau bagaimana karena sulit untuk di ungkapkan.
__ADS_1
Setelah Rose dan Marcus menikah mereka tinggal dirumah Marcus yang ia beli memang dari hasil kerja kerasnya selama ini sebagai seorang Dokter.
Namun sayangnya mereka tak seperti pasangan suami istri yang lainnya. Mereka tidur di kamar terpisah menjalani kehidupan mereka masing-masing karena tak ada cinta diantara keduanya.
Roseline yang memang tipikal wanita yang cerewet dan tak mau diam, ia begitu kesal dengan prilaku dan kebiasaan Marcus. Setiap harinya ia akan mengomel saat Marcus meletakkan sepatunya sembarangan, baju kotornya tak masuk ke dalam keranjangnya, apalagi bekas-bekas abu rokok yang bertebaran di bawah sofa.
Karena rumah Marcus sendiri tidak ada pelayan jadi Rose sendiri yang mengurusnya. Rose tak mempermasalahkan itu lagi pula rumah Marcus tidak terlalu besar jadi ia masih bisa membersihkannya tanpa bantuan seorang pelayan.
Namun satu bulan belakangan ini Rose menjadi diam dan tak pernah lagi mengomel pada Marcus. Itu karena….
... …………....
Gaes bantulah komen yang banyak, sedih banget aku tuh udah Bab 80 tapi belom juga dapet promosi dari NT…😭😭😭bantu aku yaa like dan komen yang banyak..aku seneng kok kalo kalian komen ini dan itu tentang ceritaku ini, dengan begitu aku bisa memperbaiki novelku lebih baik lagi…😍😘
__ADS_1