
Semenjak kejadian malam itu, hubungan mereka semakin hari semakin dekat. Meskipun Marcus tidak bisa melepaskan kebiasaannya yang tak rapi selalu meletakkan sesuatu di tempatnya dan Rose pasti akan mengomel ini dan itu padanya, tapi lambat laun mereka bisa menerima kepribadian satu sama lain.
Rose yang awalnya mulai menerima Marcus dan belajar untuk membuka hatinya untuk pria itu nyatanya ia tak bisa melakukan itu.
Marcus sukses menghancurkan hatinya yang baru saja berbunga-bunga. Rose melihat sendiri Marcus masuk ke dalam kamar hotel bersama dengan wanita yang berpenampilan sexsy.
Hati Rose seperti terbelah dua menyaksikan hal tersebut. Ia pikir Marcus benar-benar sudah berubah dan bertobat, tapi nyatanya sekalinya seorang cassanova tetap saja cassanova yang menyukai lobang buaya.
Itulah mengapa Rose sekarang lebih banyak diam dan tak memperdulikan Marcus sudah satu bulan ini. Dan itu membuat Marcus merasa aneh dengan Rose. Padahal mereka sebelumnya tak sedingin ini.
“Memangnya apa pentingnya aku bagimu ?”
“Ada apa dengannya ?” ucapan Rose barusan selalu teringiang-ngiang di otaknya, bingung apa yang telah terjadi pada Rose.
Tak lama Rose keluar dari kamarnya dengan membawa sebuah koper dan itu membuat Marcus membulatkan kedua matanya.
“Kau mau kemana ?” tanya Marcus cepat.
“Aku ingin pulang saja ke rumah orang tua ku !” jawab Rose ketus.
__ADS_1
“Pulang ? kenapa ?”
“Kau masih bertanya ? Seharusnya kau yang bisa berintropeksi diri setelah kau menyakiti ku, apakah kau masih pantas untuk memiliki aku ?” ucap Rose menatap tajam Marcus.
“Memangnya apa salah ku ?” tanya Marcus lagi.
“Apa kau pura-pura bodoh ?” Rose menyunggingkan senyuman dibibirnya senyuman penuh luka pada pria tersebut.
“Apa yang sedang kau pikirkan, Roseline ? Jangan seperti ini !” Marcus memegang kedua bahu Rose.
“Memangnya apalagi yang ku pikirkan saat melihat suamiku masuk ke dalam kamar hotel dengan seorang wanita ?” balas Rose menekankan kata-katanya dan itu membuat Marcus diam terpaku.
“Kenapa kau jahat sekali padaku ! hiks..hiks !” Rose memukul-mukul dada Marcus yang diam terpaku di hadapannya.
Marcus diam terpaku mendengar luapan hati Rose untuknya.
“Roseline…” lirih Marcus
“Aku ingin pulang !” ucap Rose dalam isak tangisnya.
__ADS_1
“Tidak, aku tidak mau kau pergi dari rumah ini. Aku minta maaf tapi tolong jangan tinggalkan aku !” Marcus membawa Rose dalam dekapannya memeluknya dengan erat.
“Aku benci dirimu ! Saat aku mulai menyukai mu nyatanya kau malah menyakiti ku !” Rose meronta dalam dekapan Marcus.
Marcus memejamkan kedua matanya ia benar-benar tak tahu harus bagaimana menenangkan hati Rose karena ia tak punya pengalaman akan hal itu, sebab ia tak pernah terlibat dengan soal percintaan dalam hidupnya.
“Aku mau pulang !” lagi Rose masih tetap dengan pendiriannya untuk pulang ke rumah kedua orang tuanya.
“Tidak ! Jika kau ingin pulang ke rumah kedua orang tua mu aku akan ikut dengan mu !” jawab Marcus
Dan Rose menatap Marcus dengan sorot mata yang berkaca-kaca.
“Kau bilang kau mencintai ku, tapi kenapa kau malah tidur dengan wanita lain ?! Ternyata kau sama saja seperti pria yang lainnya !” teriak Rose pada Marcus selama satu bulan ini memendam isi hatinya pada pria tersebut, namun kali ini rasanya ia sudah tak tahan lagi untuk tidak mengucapkannya.
“Apa kurangnya aku dimata mu ? Selama ini aku selalu berusaha menjadi istri yang baik dengan mengurus rumah tangga kita, aku bahkan belajar membuka hati ku untuk mu, namun setelah kau mendapatkan aku kau malah menyakiti ku !”
“Aku benci dirimu, Marcus Elizer !”
Rose...
__ADS_1
...………....