
Part 10 — Kehangatan & Hana
[Warning 18+]
Tak membutuhkan waktu lama, keduanya kini tak mengenakan sehelai benang pun. Jungkook sedari tadi menciumi leher jenjang milik Y/n.
“Eunghhh,” lenguh wanita itu.
Jungkook mulai meninggalkan beberapa kiss mark dileher mulus itu. Setelahnya turun ke dada untuk melakukan hal yang sama.
Tangan Y/n merem4s pelan rambut hitam milik Jungkook. Matanya terpejam, seakan menikmati sensasi dari setiap sentuhan Jungkook.
Sementara itu, Jungkook mulai menjauhkan dirinya. Tangannya meraih tangan Y/n yang berada dirambutnya, lalu menyelipkan jari-jarinya di jari tangan Y/n.
“Ahhh,” des4h Y/n saat milik Jungkook menyentuh miliknya dibagian luar.
Y/n menatap Jungkook yang kini menatapnya dengan tatapan sayu. Rambut berantakan, keringat yang perlahan bercucuran, dan bibir bawah yang sedikit digig1t. Pria itu beberapa kali juga memejamkan mata saat asetnya menyentuh milik istrinya.
Haruskah Y/n akui jika saat ini Jungkook berkali-kali lipat lebih tampan dan seksi?
Jungkook memperbaiki posisinya. Tangannya menyentuh asetnya yang panjang dan besar itu.
Perlahan, pria itu mengarahkan miliknya ke milik Y/n, ia sedikit gugup karena sudah setahun lebih tidak melakukan hubungan ini. Ia bahkan hampir lupa rasanya seperti apa.
“Akhhh,” jerit Y/n saat milik Jungkook mulai memenuhi miliknya. Pria itu masih berusaha mendor0ng masuk miliknya hingga tertanam sempurna.
“Sshhhh ... Perih,” desis Y/n lalu memejamkan matanya. Ia tidak berbohong. Lebih baik ia ditik4m daripada berada di situasi sekarang.
Jungkook mengusap pelan rambut Y/n. “Tahan sebentar, Sayang.”
Setelah cukup lama, Jungkook mulai menggerakkan miliknya.
Des4han-des4han perlahan memenuhi ruangan itu. Bahkan bunyi penyatuan keduanya ikut terdengar nyaring.
“Ahh ahh ahhh mphhh,” des4h Y/n tak karuan.
“Ahh, terus mendes4h babyh,” ujar Jungkook.
Keduanya cukup lama bergulat, Jungkook mulai merasa akan keluar lebih dulu.
“Eunghhhss,” lenguh Y/n saat cairan hangat terasa memenuhi miliknya.
———
Cklek!
Y/n keluar dari kamar mandi dengan menggunakan piyama yang baru. Jungkook menatapnya khawatir.
“Ada apa, Sayang?”
“S-Sakit,” lirihnya. Ia menunjuk tangannya yang memerah juga mengangkat sedikit piyamanya hingga terlihat paha putihnya juga ikut memerah, namun disana terlihat lebih par4h.
“Astaga, kenapa bisa memerah seperti ini?” Y/n menggeleng sebagai jawaban. Jungkook paham, Y/n sepertinya tak tau juga masalahnya.
Jungkook tampak berpikir sebentar. “Kulitmu selalu memerah setiap kali kita selesai berhubungan. Apa ini ada hubungannya denganku?”
__ADS_1
Y/n tampak terdiam. Ia tak menjawab, namun matanya kembali melihat tangannya yang memerah.
Jungkook mengusap pelan tangan itu, meniupnya beberapa kali untuk menghilangkan rasa perih.
“Mau ku belikan obat?”
Y/n menggeleng. “Pakai saleb saja,”
Kening Jungkook mengerut. “Memangnya manjur?” tanyanya, masih mengusap pelan lengan Y/n.
“Aku ... tidak tau?” gumamnya, kini menampilkan ekspresi bingung dengan kepala yang miringkan membuatnya terlihat lucu.
Jungkook sempat terkekeh. “Kalau begitu, hari ini kita tidak jadi menemui Hana.”
“Kenapa?”
“Kau sakit, aku tidak mau ini semakin par4h,”
Y/n menggeleng tidak setuju. “Aku ingin hari ini. Ini tidak apa-apa. Aku akan mengoleskan saleb sebelum pergi nanti.”
“Yakin?” Y/n mengangguk sebagai jawaban.
“Baiklah,”
———
Y/n tengah berdiri dihadapan seorang wanita yang kini duduk di sofa. Jungkook sedang tidak ada karena pria itu beberapa saat lalu keluar untuk menerima telepon. Hanya dirinya, Hana, dan beberapa pengawal.
“Kalian semua keluar. Beri kami waktu untuk berbicara empat mata,” pinta Y/n, setelahnya tersenyum ke arah para pengawal Jungkook.
Para pengawal pun menurut. Y/n memang terkenal ramah dikalangan para pengawal, membuat wanita itu menjadi idaman mereka.
“Bagaimana keadaanmu, Hana?” tanya Y/n. Seperti pertanyaan biasa, namun nadanya terdengar meremehkan.
“Kenapa kau tidak pergi jauh saja? AKU JUGA SEPERTI INI KARENA KAU!!”
Y/n merubah ekspresinya menjadi berpura-pura sedih. “Kenapa membentakku? Padahal aku bertanya baik-baik padamu.”
“Aku ... Sebenarnya aku malas mengatakan ini. Tapi, aku minta maaf padamu. Aku sudah yakin, setelah ini kau tidak akan pernah bisa bersanding dengan suami lagi,” ujarnya. Meminta maaf, tapi tetap memancing emosi.
Hana menatap taj4m Y/n. Ia melirik ke arah meja yang tak jauh darinya. Setelahnya menatap Y/n yang terlihat seperti belum menyadari rencananya. Hana tersenyum miring membuat Y/n mengerutkan dahinya.
Tak lama, Hana berlari ke arah meja, meraih benda itu dan dengan cepat mangarahkannya ke arah Y/n.
Cluk!
“Mencoba membun*hku, hm?” Y/n menyunggingkan bibirnya membuat Hana melirik ke arah tangannya yang memegang pis4u.
Bagian taj4m dari pis4u itu kini digenggam erat oleh Y/n. Wanita itu tidak terlihat kesakitan meski dar4h sudah menetes cukup deras dari telapak tangannya.
“M4TI SAJA KAU!” teriaknya lalu mulai mendor0ng pisau itu kembali.
Srek!
Y/n hanya menaj4mkan tatapannya. Tangannya masih menggenggam pis4u itu.
__ADS_1
“Aku sudah berbaik hati ingin mengunjungimu. Kau tau, aku mudah jij1k pada kuman, tapi aku masih sempat datang kesini, bertemu makhluk paling menjij1kkan sepertimu.”
Sret!
Y/n menarik pis4u itu hingga terlepas dari genggaman Hana. “Jika kau ingin membun*hku, maka kau harus bertindak lebih pintar dariku.”
Tap!
Tap!
Tap!
Telinga Y/n mendengar seperti beberapa langkah kaki mendekat. Ia menatap datar ke arah Hana. “Ini bukan murni kesalahanku. Kau akan menderit4 karena ulahmu sendiri,”
Y/n mendekat ke arah Hana, memberikan pisau itu kembali ke Hana. “Tadinya aku ingin memaafkanmu dan memberimu kesempatan hidup normal. Namun, kau menyia-nyiakan kesempatan hidup yang ku berikan. Berdoalah, semoga kau masih bisa melihat matahari besok.”
Bruk!
Cklek!
“Nyonya!!”
Beberapa pengawal mendekat ke arah Y/n yang menjatuhkan dirinya, berpura-pura pingsan.
“APA YANG KAU LAKUKAN PADA NYONYA KAMI?!!” bent4k salah satu pengawal pada Hana.
“A-Aku tidak melakukan apapun,” belanya. Entah apa lagi yang akan mereka lakukan padanya. Memperk*sanya? Hana sudah terbiasa, ia memilih hukuman itu karena perlahan menikmati hukuman dari Jungkook.
Pengawal dengan postur wajah yang tampan menghampiri Hana. Pria itu memegang tangan Hana dan mengangkatnya ke depan wanita itu. “Lalu, bagaimana kau menjelaskan ini?”
Hana melirik tangannya, matanya membola melihat pis4u yang penuh dar4h itu berada di tangannya. “Dia y-yang memberikannya p-padaku!”
“Berhenti membela diri, karena kali ini, kau benar-benar tidak akan selamat meski suaramu habis untuk membela dirimu,” ujarnya.
“Ada apa ini?” tanya Jungkook yang baru saja datang.
Mata Jungkook yang tadinya menampakkan kebingungan, tiba-tiba langsung panik melihat Y/n yang tak sadarkan diri.
“Y/N!” Jungkook menghampiri Y/n dan menepuk pelan pipinya.
“ADA APA SEBENARNYA?! KENAPA ISTRIKU BISA TERLUK4?!”
Pengawal itu menghempas tangan Hana lalu berdiri. “Wanita itu yang melakukannya selagi beberapa pengawal memberinya waktu untuk berbicara dengan Nyonya,”
Jungkook hanya menatap sekilas ke arah Hana. Tatapannya tak seperti saat Y/n terjatuh dari tangga dulu. Pria itu segera menggendong Y/n dan segera berjalan ke arah pintu. Namun sebelum itu, Jungkook menghentikan langkahnya tanpa berbalik.
“P3ngg4l kepal4nya,” titahnya, dengan nada yang begitu rendah.
.
.
.
.
__ADS_1
TBC
Part bikin dede bayi gak h0t? Pendek dan kurang bikin puas? Memang sengaja, takut di ban sama om Mark tercinta🥰Menurutku itu udah cukup 'halus' bahasanya. Aku gak tau bahasa 'halus' versi kalian seperti apa.