
Part 07 — Marah Besar
PRAKK!!
“Ssshhh ...” ringis Y/n begitu merasakan benda taj4m mengg0res lengannya. Sepertinya pecah4n Vas.
Jungkook baru saja melemp4r sebuah Vas bunga ke tembok. Jarak lemp4ran itu begitu dekat dengan Y/n hingga pec4han itu mengenai sedikit lengannya.
“Jelaskan padaku kenapa kau melakukannya. Apa selama ini kau hanya mempermainkanku?” ujar Jungkook namun Y/n hanya terdiam. Ia menatap mata Jungkook yang sudah berkilat marah.
Bugh!
Jungkook meninju sandaran ranjang untuk melampiaskan amarahnya. Meski semarah apapun dia, dia harus berusaha menahan diri untuk tidak bermain tangan pada istrinya.
“Kenapa kau melakukan itu? Menurutmu itu sebuah lelucon? HAH!! BERHARI-HARI AKU TIDAK TENANG DAN MERASA TAKUT MELIHAT KONDISIMU, TAPI TERNYATA KAU MELAKUKANNYA DENGAN SENGAJA!! KAU BAHKAN MENJEB4K ORANG LAIN DEMI KELANCARAN RENCANAMU ITU!! APA KAU SUDAH TIDAK WARAS?!”
Jungkook menggeleng tak percaya. “Aku bahkan sudah menyuruh banyak suruhanku untuk melakukan hal bej4t padanya. Dan ternyata ... Semua akal-akalan mu saja? AKU TIDAK MENGERTI DENGAN JALAN PIKIRANMU, LEE Y/N!!”
Y/n sempat tersentak kaget mendengar b3ntakan Jungkook, namun akhirnya ia tertawa miris. “Kau semarah ini karena aku menjeb4knya ... atau karena kau menyukainya? Ah, aku yakin karena opsi kedua, aku bisa menebaknya dari perlakuanmu padaku,”
“Apa maksudmu?” tanyanya sembari mengerutkan keningnya. “Kau mau menyalahkan orang lain lagi?”
Wanita itu melirik lengannya. “Semarah apapun kau padaku, kau tidak pernah membent4kku. Bahkan kau tidak pernah meluk4iku. Tapi sekarang ...”
Jungkook mengikuti arah pandang Y/n. Matanya membulat sempurna melihat lengan Y/n yang terluk4 dan mulai meneteskan dar4h. Mungkin tangan Y/n terkena pec4han Vas yang Jungkook lemp4rkan tadi.
“Kau meluk4iku karena membela wanita lain. Apa boleh aku merasa sakit mengetahui fakta ini?” ucapnya. Tak lama air matanya menetes disusul isakan yang terdengar pilu.
“Tapi—”
__ADS_1
“Aku melakukannya karena aku tidak suka dia mendekatimu. Kau mungkin mengatakan kalau kau tidak akan tergoda padanya, tapi ... Apa kau bisa memprediksi masa depan? Aku selalu takut jika dia berada disekitarmu. Dia ingin merebut posisiku sebagai istrimu,” jelasnya.
Y/n mendongak menatap Jungkook. “Aku akan jujur padamu. AKU TIDAK MENYUKAINYA, AKU MEMBENCINYA, BAHKAN AKU BERENCANA UNTUK MEMBUN*HNYA. KENAPA, HAH?! KAU MARAH?! MAU MEMBUN*HKU SEBELUM AKU MELAKUKANNYA?!! LAKUKAN SEKARANG SEBELUM AKU BENAR-BENAR MELAKUKAN HAL ITU PADANYA!!” teriak Y/n, matanya memerah pertanda ia benar-benar marah. Air matanya terus menetes membuat mata itu semakin memerah.
“Y/n—”
“Jangan sebut namaku,” ujarnya, matanya menatap tak suka ke arah Jungkook.
“Sekarang apa yang akan kau lakukan padaku? Kau akan melakukan hal yang sama padaku, seperti yang kau lakukan pada Hana?” sambungnya. Napasnya terlihat mulai tersengg4l.
Jungkook hanya diam. Ia benar-benar marah atas kelakuan istrinya. Namun melihat wanitanya meneteskan air mata karenanya, ia ikut merasa sakit.
“Kau tidak akan tau bagaimana rasanya selalu diliputi rasa takut kehilangan seseorang. Aku sudah tidak punya siapa-siapa lagi, Jung. Aku hanya punya kau saja,” ujarnya seakan mengeluarkan unek-unek yang ia pendam selama ini.
“A-Aku akan p-pergi saja,” ujarnya terbata-bata akibat sesegukan.
Setelahnya wanita itu hendak beranjak dari kasurnya, namun tindakan Jungkook selanjutnya membuatnya menghentikan aksi itu.
“Jangan sentuh aku! Lepaskan, Brengs*k!” beront4k Y/n saat Jungkook mendekapnya.
“Jangan kemana-mana, Sayang. Kau masih belum sembuh total. Maaf membent4kmu barusan,” ucapnya berusaha menenangkan Y/n dengan mendekapnya.
“Lepas!” ujarnya. Tangannya berusaha mendor0ng Jungkook agar menjauh darinya.
Jungkook sama sekali tak menggubris. Ia tetap mendekap Y/n. “Tenang, okay?”
Wanita itu berhenti memberontak. “Aku ... A-Aku tidak suka dibent4k,” ujarnya semakin sesegukan.
Jungkook melepas dekapannya. Ia menatap mata Y/n yang sembab dan perlahan memb3ngkak. Ibu jarinya mengusap jejak air mata di pipi istrinya.
__ADS_1
Cup!
Cup!
Pria itu mengecup kedua kelopak mata Y/n. Mata yang tadinya berkilat marah, kini menatap sendu ke arah Y/n.
“Aku tidak bermaksud memarahimu. Aku hanya khawatir, kau tau? Aku tidak suka kau melakukan hal nekat seperti itu. Itu membahayakan dirimu. Jangan lakukan lagi, aku takut terjadi sesuatu padamu,” ujarnya berusaha memberi pengertian pada Y/n mengenai alasannya marah barusan.
Y/n mengangguk membuat Jungkook tersenyum lembut, meski air mata Y/n tak kunjung berhenti menetes.
Jungkook kembali mendekap Y/n, tangannya mengusap lembut surai hitam Y/n, kemudian turun ke punggung istrinya itu dan menepuk-nepuknya pelan. “Sudah, jangan menangis lagi. Nanti dad4mu sesak. Aku minta maaf. Tidak seharusnya aku membelanya. Maaf, Sayang. Maafkan aku.”
Jungkook terus menggumamkan kata maaf, beberapa pria itu juga mengecup pelipis Y/n yang kini masih sesegukan di dekapannya.
“Jangan seperti ini lagi. A-Aku ... Aku takut,”
Jungkook mengangguk pelan. “Iya, Sayang. Maaf.”
Ditengah air matanya yang terus menetes, Y/n memejamkan matanya, merasakan elusan berganti tepukan pelan di punggungnya dengan bibir yang perlahan menunjukkan senyum kemenangan.
Ah, wanita licik itu kembali berhasil membuat Jungkook berada di pihaknya.
.
.
.
.
__ADS_1
TBC
Maaf gak ngetag🙏 Soalnya tadi 3 kali post ulang tapi gagal terus, mungkin kebanyakan tag soalnya ini gak ngetag bisa ke post.