ISTRI MANJA PRESDIR JEON

ISTRI MANJA PRESDIR JEON
Ep. 12


__ADS_3

Part 12 — Mulai Menampakkan Sifat Asli


Y/n menuruni tangga dengan menggunakan piyama. Dia memang tipikal orang yang malas mandi di pagi hari. Sesampainya di lantai dasar, ia menengok ke arah dapur dan melihat Jungkook yang tengah mencuci piring.


“Jung?”


Jungkook menoleh. “Sayang, sudah bangun? Langsung sarapan saja yah. Maaf aku sarapan lebih dulu karena harus ke kantor.”


Y/n mengangguk. Dengan langkah pelan ia mendekat ke arah Jungkook, kemudian memeluk Jungkook dari belakang.


Jungkook menunduk. Pria itu tersenyum tipis melihat sepasang lengan mungil memeluk tubuh kekarnya. “Kenapa, Sayang? Butuh sesuatu?”


Pria itu mencuci tangannya dengan air bersih karena kebetulan semua peralatan dapur sudah ia bersihkan. Ia mengelap tangannya dengan tissu kering yang tak jauh dari wastafel, setelahnya berbalik tanpa membuat pelukan wanita itu terlepas.


“Aku ingin Rumah, mobil, dan seluruh hartamu menjadi atas namaku,” ucap Y/n, menaikkan dagunya seakan menantang.


Jungkook mengangguk. “Baik, jika itu yang kau inginkan, aku akan segera mengurusnya,” ujarnya membuat Y/n melotot lucu.


“Tapi dengan satu syarat ...”


Sret!


“Aaaa!!” teriak Y/n kaget saat Jungkook mendudukkannya di wastafel, membuat piyama wanita itu basah karena duduk di tempat yang basah akibat percikan air dari kran.


“Apa itu?” tanya Y/n sembari menaikkan alisnya. Ia tak benar-benar serius ingin menjadikan harta Jungkook miliknya. Ia hanya penasaran apa syarat yang diajukan oleh Jungkook padanya.


“Kau ... Harus melahirkan penerus marga Jeon,” ujar Jungkook sembari menyunggingkan bibirnya.


“Baik, kau mau berapa? 2 atau 3?” tantang Y/n.


“Aku ingin 8 anak.”


“Kau pikir aku kucing!” protes Y/n.


Jungkook terkekeh pelan. Ia menurunkan Y/n dari wastafel. “Aku bercanda, Sayang,” ujarnya membuat Y/n berdecak sebal.


“Aku punya hadiah untukmu," ujarnya tiba-tiba.


Jungkook kemudian merogoh saku celana belakangnya, dan tak lama mengeluarkan sebuah benda.

__ADS_1


“Kalung?” Y/n menatap kalung berwarna silver dengan induk berlian berbentuk bulan sabit tersebut.


Pria itu mengangguk. “Aku menyuruh Jay membelinya tadi pagi,”


“Biar aku bantu pasangkan,” sambungnya. Jungkook mendekat, mengalungkan kalung itu dileher jenjang milik Y/n. Begitu selesai, ia sedikit menjauh darinya.


“Cantik,” gumam Y/n sembari menyentuh induk kalung tersebut.


“Kau juga cantik,” puji Jungkook sembari menyelipkan anak rambut Y/n di telinga wanita cantik tersebut.


Y/n tersenyum singkat. Wanita itu mendongak menatap Jungkook dengan tatapan berbinar. “Kau tau aku suka bulan sabit?”


Jungkook tersenyum lalu mengangguk. “Aku tau, semua hal tentangmu aku tau.”


Y/n hanya tersenyum, mendekat ke arah Jungkook dan memeluknya. Jungkook mengendus aroma memabukkan milik Y/n, aroma yang membuatnya nyaman dan tenang, terhindar dari mimpi buruk yang menghantuinya selama ini. Tanpa menyadari bahwa Y/n melayangkan tatapan sinis di balik pelukan itu.


‘Pembohong! Kau sama sekali tidak tau apa-apa tentangku,’ batinnya.


Setelah pelukan itu terlepas, Y/n kembali tersenyum ke arah Jungkook.


“Maaf, aku harus ke kantor. Kemungkinan aku pulang larut malam. Jaga diri, hm? Jika ada apa-apa hubungi aku. Pakai kembali ponselmu yang sudah berhari-hari tidak kau pakai itu,” ujar Jungkook kemudian menatap datar ke arah Y/n.


Jungkook tersenyum lalu mengacak pelan rambut Y/n. “Aku berangkat.”


———


[09.12 Malam]


Wanita itu terlihat meracau. Napasnya tak beraturan, sementara bibirnya terus menggumamkan kata-kata yang sama.


“Jangan pergi ... Aku tidak punya siapa-siapa lagi,” gumamnya.


Kilasan ingatan juga mulai nampak didalam mimpi tersebut, membuat keringat dingin mulai bercucuran dari pelipisnya.


‘Setelah lulus nanti, kita menikah yah? Aku tidak rela kau dilirik apalagi direbut orang lain,’


‘Bukankah aku sangat tampan? Itukan alasanmu begitu mencintaiku? Dasar pemuj4 fisik, tapi tidak apa-apa. Aku memaklumi karena itu dirimu, Bayi besarku yang sangat menggemaskan,’


Suara-suara itu terdengar jelas membuat Y/n semakin bergerak gelisah dalam tidurnya.

__ADS_1


“HAH!!”


Y/n langsung terbangun dengan napas tersengal-sengal. Matanya mengerjap begitu sinar matahari mengenai kelopak matanya. Atensinya langsung melihat ke sekeliling dan tidak menemukan siapapun.


‘Mungkin dia belum pulang dari kantor,’ batin Y/n.


Wanita itu segera meraih ponselnya diatas nakas. Ponsel yang sangat jarang ia pegang akhir-akhir ini karena sibuk mengurus Hana dan bermanja-manja dengan Jungkook.


Jarinya menekan tombol power cukup lama guna menghidupkan ponsel tersebut. Saat ponsel itu menyala, Y/n langsung melihat baterai ponselnya yang tinggal 10 % saja.


Tangannya dengan cekatan membuka file di ponselnya, mencari sesuatu dibalik beberapa file yang ia beri password. Tangannya berhenti menggulir begitu menemukan sebuah file yang membuat ia menatap sendu.


[Lovely♡]


Itulah nama filenya. Tangannya yang gemetar meng-klik file tersebut, dan langsung disuguhkan dengan ribuan foto, namun yang dominan hanya fotonya, serta tiga orang pria berbeda.


Ia mengetuk salah satu foto guna membukanya, tanpa sadar air matanya menetes begitu melihat foto itu. Ibu jarinya pun mengusap foto pria tampan yang tengah mencium pelipis wanita dirangkulannya.


“M-Mingyu ... Apa kau juga merindukanku, Sayang?” lirihnya.


.


.


.


.


.


TBC


Maaf gak ngetag dulu yah❤️


Nt : Konflik sudah dekat. Aku udah ketik beberapa bagian sampe dada ikut rada nyesek:) Lebay emang:(


Buat yang penasaran, “Kok Y/n dan JK ada aja masalah melulu?”


Pengen ngeliat titik tenang hubungan JK dan Y/n? berharap saja aku mau berbaik hati menyatukan mereka nanti:)

__ADS_1


__ADS_2