ISTRI MANJA PRESDIR JEON

ISTRI MANJA PRESDIR JEON
Ep. 04


__ADS_3

Part 04 — Menyebalkan


Jungkook sedari tadi mondar-mandir di pintu ruang ICU, masih memakai jas hitam, celana hitam serta dalaman kemeja putih yang penuh dar4h. Bahkan di tangan pria itu masih ada dar4h yang sudah mengering.


“Tolong bertahan, jangan tinggalkan aku,” ucap Jungkook penuh harap. Tangannya masih gemetar mengingat istrinya bersimb4h dar4h di kantor tadi.


Cklek!


Seorang pria berjas putih khas seorang Dokter keluar dari ruangan ICU bersama seorang perawat dibelakangnya. Jungkook segera menghampirinya.


“Bagaimana keadaan istri saya, Dok?”


“Maaf, Pak. Akibat bentur4n yang cukup keras, bagian kepala pasien harus dijahit dengan beberapa jahit4n. Pasien juga kehilangan banyak dar4h, tapi Bapak tenang saja, pihak rumah sakit memiliki banyak stok dar4h yang cocok dengan Istri Anda. Hanya saja ...”


“Hanya saja?” ujar Jungkook penasaran.


“Pasien koma, bahkan tadi sempat kritis, Pak,”


Deg.


Jungkook mematung mendengarnya. Matanya kembali berkaca-kaca lalu menatap Dokter tersebut. “Lakukan apapun, Dok. Tolong selamatkan istri saya,” ucapnya dengan suara yang kembali serak.


“Kami pasti akan berusaha semaksimal kemampuan kami, Pak. Kalau begitu kami pergi,”


Setelah berpamitan, Jungkook melirik ke arah pintu ICU yang tertutup rapat. Setelahnya Jungkook jatuh meluruh ke lantai, kakinya terasa lemas. Pikiran negatif mulai merasukinya.


Bagaimana jika Y/n tidak selamat? Apa yang akan terjadi padanya jika Y/n tiada? Bagaimana dan Bagaimana. Hanya kata itu yang terus terlintas dipikirannya.


———


[Satu minggu kemudian]


“Kau pergi makan saja dulu, Jung,” ucap Yuna yang hari ini kembali menjenguk Y/n.


Jungkook menggeleng. Tangannya setia menggenggam tangan Y/n yang terasa sedikit dingin seperti may4t.


Lihatlah penampilan pria itu sekarang. Dasinya sudah tidak terpasang rapi, kemeja kusut, rambut acak-acakan, bibir pucat dan mata sembab. Bahkan pria itu baru tiga kali makan selama satu minggu terakhir, itupun dipaks4 oleh Yuna dan Hyunjae—suami dari Yuna.


Setiap pulang dari kantor, ia akan selalu berada di rumah sakit, dan keesokan harinya hanya akan pulang ke rumah, ganti baju dan ke kantor, kemudian ke rumah sakit lagi. Begitu kegiatannya seminggu belakangan.

__ADS_1


“Bagaimana jika dia sadar dan tidak melihatku disampingnya? Bagaimana jika dia mencari ku?” ucapnya dengan suara serak, bahkan matanya kembali memerah.


“Pergi makan dulu. Bagaimana jika Y/n sadar dan melihat kondisimu seperti ini? Bukankah dia justru akan semakin khawatir padamu?” ucap Yuna.


Jungkook tampak terdiam sebentar. “Kalau begitu aku pergi beli makanan saja. Aku akan makan disini saja,”


“Terserah kau saja.”


“Tolong jaga Y/n,” ucap Jungkook membuat Yuna tersenyum tipis.


“Baiklah.”


Jungkook segera beranjak dari kursi, berjalan keluar dari ruang rawat Y/n guna membeli makanan diluar sana. Begitu Jungkook pergi, ekspresi Yuna langsung mendatar menatap ke arah Y/n yang masih setia memejamkan mata.


Plak!


“Ssshhhh,” ringisnya.


“Aku tau kau sudah sadar,” ujar Yuna sambil menatap datar ke arah Y/n.


Y/n langsung membuka matanya, menatap dengan tatapan permusuhan ke arah Yuna. “Sakit, Bod*h,” ujarnya. Ia tak berbohong. Memang sakit karena Yuna memuk*lnya tepat di bagian kepalanya yang diperban.


“Kau khawatir padaku?” tanya Y/n sambil menaik-turunkan alisnya, berniat menggoda Yuna yang sangat jarang menunjukkan kekhawatirannya padanya.


“Bagaimana aku tidak khawatir? Kau sampai koma, bahkan sempat kritis!”


Y/n hanya mengangguk seakan tak peduli. “Tapi setidaknya Jungkook khawatir padaku 'kan?”


“Bukan khawatir lagi. Aku yakin setelah ini hidup Hana tidak akan setenang dulu lagi,”


Raut wajah Y/n semakin sumringah. “Ck ck ck, akhirnya rencanaku berhasil,”


“Memang berhasil, tapi bagaimana jika kau mat1?”


Y/n menaikkan bahunya acuh. “Aku tidak peduli. Intinya Jungkook akan menyingkirkannya,”


“Benar-benar g1la, aku harus membawamu memeriksa kejiwaan lain kali.”


Y/n hanya terkekeh pelan membuat Yuna merinding. Ia rasa sahabatnya ini memang sedikit tidak waras. Hening beberapa saat, sebelum tangan Yuna terulur mengusap kepala Y/n pelan. Ia sangat menyayangi sahabatnya yang satu ini.

__ADS_1


“Apa ini sakit sekali?”


Y/n menggeleng. “Tidak sesakit itu. Rasa sakitnya hanya pada saat kepalaku mengh4ntam lantai. Rasanya seperti akan lepas.”


Cklek!


Melihat Jungkook yang masuk ke dalam ruangannya sambil menenteng makanan dan sibuk memperhatikan makanan itu, Y/n segera memegangi kepalanya.


“Akhhhh ... Sakitt sekali,” teriaknya membuat Jungkook mendongak dan langsung menghampiri Y/n.


Pria itu menatap khawatir ke arah Y/n, namun tak ayal ia sangat senang melihat istrinya sudah sadar. “Kau sudah sadar, Sayang? Mana yang sakit?” tanyanya sembari meletakkan makanan itu diatas meja samping brankar.


Dengan air mata yang sudah membasahi pipinya, Y/n menunjuk kepalanya. Yuna yang melihat itu langsung menunjukkan ekspresi datar.


‘Katanya tadi tidak sakit. Dasar ratu drama,’ batin Yuna, lalu menggelengkan kepala pelan melihat kelakuan wanita ajaib yang satu ini.


Jungkook segera menekan tombol disamping brankar guna memanggil perawat. Jungkook mengusap pelan kepala Y/n hingga melihat ekspresi Y/n perlahan membaik. Setelah itu Jungkook berbalik menatap Yuna yang masih berdiri.


“Kapan dia sadar?”


Yuna melirik ke arah Y/n yang menatapnya dengan tatapan polos. “Baru saja,” bohongnya.


“Lebih baik kau pulang saja, Yun. Kau sedang hamil. Hyunjae sudah menunggu di depan,” ucap Jungkook. Meski putus secara tidak baik, Jungkook tetap mengkhawatirkan kondisi Yuna sebagai seorang teman.


Yuna mengangguk, “Aku pulang dulu, cepat sembuh,” ucap Yuna sembari memaksakan senyumnya mengingat sahabatnya itu Ratu drama.


“Iya,” ucap Y/n, namun setelahnya menjulurkan lidahnya, mengejek ke arah Yuna membuat Yuna melotot.


‘Sepertinya aku harus memasukkan namanya ke dalam list orang paling menyebalkan di dunia,’ batin Yuna.


.


.


.


.


TBC

__ADS_1


__ADS_2