ISTRI MANJA PRESDIR JEON

ISTRI MANJA PRESDIR JEON
Ep. 11


__ADS_3

Part 11 — Masa Lalu Jungkook


Pria itu berdiri didepan sebuah makam yang selalu ia datangi sejak lima tahun yang lalu. Ditangannya terdapat sebuah buket bunga yang sangat cantik.


“Aku tidak tau harus membawa apa. Jadi aku hanya selalu membawa bunga,” ucapnya.


Dia adalah Jeon Jungkook. Ia meninggalkan Y/n yang masih tak sadarkan diri di mansionnya sebentar, tentunya dijaga oleh Bodyguard-nya di luar. Awalnya Y/n memang hanya berpura-pura pingsan, namun malah benar-benar pingsan di perjalanan pulang.


Jungkook menatap sendu ke arah makam dengan tanda salib dan bertuliskan nama ‘Kim Mingyu’ itu.


“Andai saat itu aku tidak kabur, apa sekarang kau masih ada ... dan mungkin menjadi temanku juga?” ujarnya mengingat Y/n pernah mengatakan bahwa Mingyu adalah temannya.


Jungkook menghela napas pelan. Pikirannya kembali tertuju pada kejadian lima tahun yang lalu.


[FLASHBACK ON]


“Argghhhh si4l?! Bisa-bisanya mereka menipuku?!” teriak pria yang baru saja berumur 21 itu.


Pikirannya benar-benar kacau akibat beberapa orang yang ia anggap dekat dengannya malah menipunya, membuat perusahaannya mengalami kerugian sangat besar.


Jungkook memang seambisi itu. Ia sangat mencintai pekerjaan dan perusahaannya. Kerugian beberapa juta saja sudah bisa membuatnya mengamuk, terlebih sekarang ia malah mengalami kerugian ratusan milliar.


“ARGHHH!!”


Jungkook memuk*l stir mobilnya kuat untuk melampiaskan rasa amarahnya. Mobilnya ia lajukan dengan kecepatan sangat tinggi. Kepalanya pun mulai terasa pusing akibat terlalu banyak meminum alkohol sebelum berkendara.


Dari kejauhan, Jungkook melihat tiga orang yang sudah berjalan dipertengahan jalan untuk menyebrang. Karena panik, Jungkook segera memb4nting stir ke samping, namun orang-orang itu ternyata sudah berlari ke pinggir jalan yang Jungkook arahkan mobilnya kesana.


BRAKKK!!


Bugh!


“Akhhhh!” Jungkook meringis saat keningnya terbentur kuat di stir mobilnya, keningnya bahkan sudah terluk4 dan mengeluarkan sedikit dar4h.


Namun kesadaran pria itu langsung kembali saat menyadari ia menabr4k tiga orang sekaligus. Jungkook bisa melihat didepan sana, dua orang sudah tak sadarkan diri dengan kondisi par4h, bersimbah dar4h. Dan disamping mobilnya juga ada satu orang yang sepertinya masih sadar.


Tangan Jungkook gemetar. Ia panik dan langsung memundurkan mobilnya, menjauh dari ketiga orang itu. Setelah mundur cukup jauh, pria itu memutar mobilnya meninggalkan area tersebut.

__ADS_1


[FLASHBACK OFF]


Sampai sekarang, baru Mingyu yang Jungkook ketahui identitasnya. Sementara dua lainnya tak kunjung ia temukan. Padahal Jungkook juga ingin bertanggung jawab pada kedua orang itu.


“Mungkin memang ucapanku tidak bisa membuatmu kembali, tapi sungguh, aku benar-benar menyesal meninggalkanmu saat itu. Aku benar-benar panik dan bingung, terlebih saat itu aku mabuk jadi aku tidak bisa berpikir jernih.”


Jungkook membungkuk, meletakkan buket bunga itu didepan nisan Mingyu. Setelahnya pria itu menyatukan kedua tangannya lalu mengepalnya. Ia memejamkan matanya dan mulai berdoa.


Kemudian setelah itu, ia membuka perlahan matanya. Bibirnya menunjukkan senyum tipis pada makam dihadapannya. “Aku harap kau bisa tenang disana. Rasa bersalah ini memang menyiks4ku, tapi ini tak seberapa dibanding rasa sakit dari keluarga, teman, dan mungkin kekasihmu yang kau tinggalkan karena ulahku.”


“Aku pamit. Aku akan sering mengunjungimu.”


———


Y/n mengerjapkan matanya. Hal pertama yang ia lihat adalah plafon kamarnya dan Jungkook.


“Sudah sadar, Sayang? Bagaimana dengan tanganmu? Apa masih sakit?” tanya Jungkook beruntun. Pria itu segera beranjak dari sofa dan berjalan mendekati Y/n.


Wanita itu memejamkan matanya, seakan menahan rasa sakit dilengannya. Buktinya ia menyentuh telapak tangannya yang terbungkus perban.


“Perih,” adunya, ia menarik tangannya dari genggaman Jungkook dan mendekatkan tubuhnya ke suaminya itu, namun karena tak hati-hati, tangannya justru tertindih.


“Akhhhh,”


“Sayang, hey!” Jungkook panik bukan main. Ia meraih tangan Y/n kembali dan melihat perbannya perlahan berubah menjadi merah.


Pria itu bergerak cepat mencari kotak P3K. Begitu mendapatkan yang ia cari, pria itu dengan cepat membukanya.


“Tahan, yah. Ini akan sakit,” ujarnya. Memang akan terasa menyakitkan di akhir buka perban nanti karena perban yang paling dalam tentunya menempel di luka.


Dengan telaten, Jungkook membuka perban di tangan Y/n. Pria itu sangat serius dalam mengobati luka itu. Sementara Y/n kini menatap dalam ke arah Jungkook secara diam-diam.


‘Kenapa kau tidak jahat saja terus menerus?’ batin Y/n. Terlalu mendalami tatapannya, wanita itu tidak sadar bahwa bulir-bulir bening yang tentunya bukan tangisan buaya itu terjatuh.


Elusan di pipinya membuat wanita itu tersadar.


“Pasti sangat sakit,” suara Jungkook terdengar begitu khawatir. Tangan pria itu sudah menghapus jejak air mata Y/n.

__ADS_1


Y/n menunduk, menatap tangannya yang ternyata sudah diobati dan diganti dengan perban yang baru.


“Pengen di pangku,” ucapnya dengan mata yang kembali berair.


“Sudah, Sayang. Jangan menangis lagi, nanti matamu ikut sakit. Kemari, naik dipangkuanku,” Jungkook memperbaiki posisi duduknya agar Y/n merasa nyaman, kemudian menepuk pelan pahanya memberi isyarat Y/n untuk segera duduk.


Wanita itu sudah bergerak naik, duduk pangkuan Jungkook dengan posisi menyamping.


Tangan Jungkook menarik pelan kepala Y/n untuk bersandar di dadanya. Pria itu memejamkan matanya sembari mengendus pelan bau shampo Y/n yang menjadi candunya.


“Maaf tidak becus menjagamu,” ucapnya tiba-tiba. Jungkook memang merasa ia tidak becus menjaga istrinya sendiri. Lihatlah, belum sembuh dibagian kepala, tangan Y/n kini sudah kembali terluk4.


Y/n menggeleng pelan membuat kepala bagian sampingnya terges3k. Hanya kepala bagian belakangnya yang terasa cukup sakit. “Bukan salahmu.”


Tangan Y/n perlahan memeluk pinggang Jungkook dengan manja, sementara yang dipeluk hanya tersenyum tipis dan perlahan membalas pelukan Y/n. Beberapa kali tangan kekar itu mengusap lengan atas Y/n.


“Jung,” lirihnya, membuat Jungkook menunduk untuk menatap wajah istrinya itu.


“Kenapa, Sayang? Masih sakit? Perlu ku panggilkan Dokter kemari?”


Y/n menggeleng pelan, ia menatap sendu ke depan. “Tidak ada satu orangpun yang bisa kau percaya selain dirimu sendiri. Jangan pernah mempercayai siapapun ...”


‘ ... Termasuk aku,’ lanjutnya didalam batinnya.


Setelah itu, ia membenamkan wajahnya di dada bidang Jungkook, meninggalkan tanda tanya besar bagi pria itu.


.


.


.


.


TBC


Note : Akan ada pemeran baru berdatangan yang ada kaitannya dengan konflik kedepannya. Semua identitasnya bakal terungkap kalau sudah puncak konflik.

__ADS_1


__ADS_2