ISTRI MANJA PRESDIR JEON

ISTRI MANJA PRESDIR JEON
Ep.05


__ADS_3

Part 05 — Manja


Pasangan suami istri itu kini tengah duduk di brankar. Jungkook yang terlampau tinggi harus menunduk untuk melihat istrinya.


Kini Jungkook hanya memakai celana berwarna hitam dan kemeja putih dengan dua kancing atas yang terbuka. Dasi dan jasnya sudah ia lepas sedari tadi.


Y/n mencengker4m kuat kemeja Jungkook hingga pria itu menunduk untuk melihat keadaannya. “Kenapa, Sayang? Ada yang sakit?”


Wanita itu mengangguk pelan, menyentuh kepalanya sebagai jawaban atas pertanyaan Jungkook barusan.


“Sakit banget, pusing juga,”


“Mau aku panggilin Dokter?”


Menggeleng pelan, Y/n meraih tangan Jungkook dan meletakkannya dikepalanya. “Usapin,”


Jungkook tersenyum kecil. “Sini aku usapin,” ujarnya dengan intonasi yang begitu lembut.


Tangannya dengan pelan mengusap kepala Y/n. Beberapa kali ia juga meniup-niup bagian kepala itu, entah apa tujuannya.


“Masih sakit?” tanyanya.


“Udah mendingan,” jawab Y/n, wajahnya semakin ia rapatkan di dada bidang Jungkook, hingga kini pembatas antara hidungnya dan dada bidang pria itu hanya sebuah kemeja.


“Kau tidak pergi bekerja?” tanyanya. Tangan nak4lnya mengusap perut Jungkook membuat ia merasakan susunan kotak-kotak di perut suaminya itu.


Jungkook sama sekali tak terusik. “Aku kerja dari Pagi sampai siang saja. Setelah kau sembuh, baru akan lembur untuk menyelesaikan semua pekerjaanku.”

__ADS_1


Wanita itu mengangguk mengerti. Setelahnya menatap Jungkook cukup lama hingga pria itu mengerutkan keningnya.


“Ada apa—Akhhh,” ringis pria itu di akhir, saat Y/n mendekat, menggig1t pelan lehernya.


Setelah itu, Y/n menjauhkan dirinya dari leher Jungkook. Atensinya terfokus melihat leher Jungkook yang kini memiliki bercak merah keunguan. Leher yang putih dan sedikit keringat yang menetes membuat pria itu kini benar-benar terlihat seksi.


Y/n menyengir saat melihat Jungkook yang menatapnya datar, lalu memejamkan matanya. “Kiss me,” ucapnya sembari memanyunkan bibirnya.


Jungkook terkekeh kecil lalu mendekatkan pipinya ke bibir Y/n.


Cup!


Y/n membuka sedikit kelopak matanya, begitu melihat bibirnya malah mendarat di pipi pria itu, ia segera melayangkan tatapan protes.


“Kenapa di pipi? Aku kan inginnya di bi—”


Cup!


“Kenapa kau begitu menggemaskan, hm?” ujarnya. Ia tak begitu erat mendekap, mengingat kepala istrinya masih sakit.


Y/n terdiam sejenak sebelum mengalungkan tangannya dileher Jungkook. Kepalanya mendongak menatap wajah tampan suaminya yang terlihat mendekati sempurna.


Salah satu tangannya beralih menyentuh pipi Jungkook membuat sang empunya tersenyum lembut. “Kenapa kau begitu tampan? Aku jadi tidak rela kau dilirik oleh wanita lain.”


“Dasar posesif,” ujar Jungkook sembari terkekeh pelan. Jari telunjuknya sempat menoel hidung mancung Y/n.


Jungkook perlahan merebahkan tubuhnya, diikuti oleh Y/n di atas brankar yang terbilang cukup luas dibandingkan brankar biasa pada umumnya.

__ADS_1


Tangan kekar itu mengusap lembut punggung Y/n hingga wanita itu perlahan terlelap.


Begitu dengkuran halus terdengar, Jungkook segera merogoh ponselnya, mengotak-atik guna mencari nomor seseorang kemudian menghubunginya.


“Jual wanita itu ke tempat hiburan malam. Pastikan dia digilir 30 orang suruhanku disana selama 24 jam penuh. Jika sudah selesai, hubungi aku kembali. Aku yang akan memberikan hukum4n sebenarnya,” ucap Jungkook dengan tangan yang sedikit gemetar di akhir.


Jujur, ia sedikit takut menyiks4 seseorang sejak kejadian lima tahun yang lalu. Kejadian itu terus menghantuinya jika menyakit1 seseorang.


“Baik, Tuan,” ucap seseorang di seberang sana.


Tut.


“Hah ...”


Begitu telepon itu berakhir, Jungkook segera menarik napas kemudian menghela napas panjang. Dadanya sedikit sesak saat mengingat kejadian lima tahun lalu yang sempat membuatnya harus bolak-balik ke psikolog.


Netranya melirik ke arah istrinya yang terlihat pulas. “Akan ku lawan rasa traumaku demi kau. Semoga ... kau tidak akan pernah tau tentang kejadian itu,” ujarnya sambil menyelipkan anak rambut Y/n di daun telinga wanita itu.


Jungkook pun ikut menyusul Y/n ke alam mimpi, tanpa menyadari bahwa wanita disampingnya itu hanya berpura-pura tidur.


‘Aku tau, dan itulah alasanku menikah denganmu.’


.


.


.

__ADS_1


.


TBC


__ADS_2