ISTRI MANJA PRESDIR JEON

ISTRI MANJA PRESDIR JEON
Ep. 03


__ADS_3

Part 03 — Nekat


Y/n menghubungi Jungkook guna melancarkan aksinya. Begitu terhubung, Y/n langsung mendekatkan ponselnya ke telinga kirinya.


“Ada apa, Sayang? Maafkan aku tentang masalah tadi. Aku—”


“Tidak perlu meminta maaf. Sekarang, temui aku ditangga menuju lantai dasar,”


Y/n sengaja menyebut tangga menuju lantai dasar karena disana tidak terlalu banyak yang berlalu lalang kecuali jam istirahat makan siang dan jam pulang. Yang ada hanya Resepsionis, itupun jauh dari tangga.


“Tangga? Untuk apa?”


Y/n tampak berpikir sebentar, apa alasan yang bagus? “Eummm ... sebenarnya kepalaku sedikit sakit. Rasanya cukup pusing, tidak sanggup untuk naik ke ruanganmu. Bisa kau kemari menggendongku naik?”


Terdengar nada khawatir dari Jungkook. “Kau sakit, Sayang? Tunggu, aku kesana sekarang.”


Tut.


Panggilan itu diakhiri.


Y/n tersenyum menang. “Tinggal menjebak gadis itu.”


———


Cklek!


Tanpa ada etika sedikitpun, Y/n segera masuk diruangan HRD membuat Hana yang tengah bekerja langsung mengalihkan atensinya.


“Apa lagi, huh? Tidak puas mencari masalah denganku? Tidak puas membuatku terlihat buruk dihadapan Pak Jungkook?”


“Tanpa aku lakukan hal itu pun, kau memang sudah buruk, Han,” ucapnya sembari melayangkan tatapan meremehkan.


Hana sangat geram, namun menghadapi wanita ini tak bisa dengan menggunakan emosi.


“Kita harus bicara ... Di lantai dasar.”


“Aku tidak mau bicara denganmu. Kalaupun aku mau, kenapa harus dilantai dasar? Kenapa bukan disini saja?” ujarnya mulai curiga.


“Kau mau ku r3coki selama bekerja?”


Hana berdecak sebal lalu berjalan lebih dulu keluar dari ruangannya, disusul oleh Y/n dibelakangnya. Hana terlihat berjalan menuju lift, namun Y/n menghentikannya.


“Kita pakai tangga.”

__ADS_1


“Kenapa harus pakai tangga jika ada lift?” tanyanya.


Y/n mengangguk. “Baiklah, kita pakai lift saja. Maaf, aku baru ingat kalau aku berjalan dengan seorang nenek yang sudah tidak bisa menuruni tangga lagi. Maaf, Nek. Hampir saja punggungmu enc0k,” ujarnya menatap Hana kasian, namun malah terlihat mengejek.


“KAU!!”Hana mendengus kesal lalu berjalan menuju tangga, Y/n yang melihat itu menaikkan sebelah bibirnya.


‘Kena kau,’


Sebelum menyusul Hana, Y/n menahan seseorang yang kebetulan lewat dihadapannya. “Kau ... Katakan pada petugas yang mengawasi CCTV untuk memat1kan semua CCTV kantor ini sampai satu jam ke depan,”


Pria itu terlihat bingung. “Kalau boleh tau, kenapa, Bu?”


“Lakukan saja.”


———


“Menyebalkan. Dasar wanita g1la dan haus perhatian,” umpat Hana yang kini berjalan menuruni tangga.


“Kau mengump4t dibelakangku? Coba katakan sekali lagi dihadapanku,” ujar seseorang dari belakang.


Hana berhenti ditengah-tengah tangga. Ia berbalik dan menatap remeh ke arah Y/n yang kini berjalan menuruni tangga. “Kau g1la dan haus perhatian. Ingin ku ulangi sekali lagi?” ujarnya menantang.


Y/n tersenyum miring lalu kembali menuruni tangga. Ia melewati anak tangga yang dipijak oleh Hana, dan berjalan tepat dihadapan Gadis itu.


“Apa lagi yang kau rencanakan sekarang?”


“Bod*h,” ump4t Y/n.


Tap


Tap


Tap


Wanita itu melirik ke arah anak tangga dibelakang Hana, terlihat Jungkook yang menuruni tangga sembari memperbaiki Jasnya.


Baru saja Hana hendak berbalik, Y/n langsung meraih tangannya membuatnya mengerutkan kening.


“Ingin melihat sebuah pertunjukan?” ucapnya, meletakkan tangan Hana di bahunya.


“Akan ku pastikan, setelah ini kau akan keluar dari perusahaan suamiku.”


BRUKK!!

__ADS_1


“Y/N!!” teriak Jungkook begitu melihat Y/n sudah menggelinding di tangga akibat dor0ngan Hana. Namun itu hanya sepenglihatan Jungkook saja. Yang sebenarnya terjadi, adalah Y/n menjstuhkan dirinya sendiri.


Sementara Hana masih terlihat kaget, ia bahkan melihat tangan yang tadinya menyentuh bahu Y/n. Ia sama sekali tidak mendor0ng wanita itu.


Jungkook berlari melewati Hana, menghampiri Y/n yang kini sudah bersimb4h dar4h diujung tangga di bawah sana. Mata wanita itu masih terlihat terbuka meski kini terlihat sayu.


‘Si4l! Aku tidak menyangka rasanya akan sesakit ini,’ ump4t Y/n dalam batinnya.


Jungkook segera duduk di lantai disamping Y/n, mengabaikan genangan dar4h yang kini membasahi celananya. Dengan tangan gemetar, pria itu meraih kepala Y/n dan menjadikan pahanya sebagai bantalan istrinya.


“Jung ... Sakitt,” adunya, kali ini dia tidak berakting. Ini benar-benar sakit.


“Tahan, Sayang. Jangan tidur,” ujarnya dengan mata yang sudah berkaca-kaca


Mata Y/n sekilas melirik ke arah Hana yang kini melihatnya. Dia terlihat shock. Dan dalam keadaan genting itu, Y/n sempat-sempatnya melayangkan tatapan kemenangan dan tentunya tak dilihat oleh Jungkook yang fokus pada kepalanya.


Hana yang melihat itu melotot. ‘Wanita g1la itu!! Dia menjebakku,’ batinnya.


Tak lama, mata itu terpejam, Jungkook panik bukan main.


“Y/N!! SAYANG, BANGUN!!”


Jungkook meletakkan tangannya di bawah tengkuk dan paha Y/n kemudian mengangkat tubuh mungil itu ala Brydal Style.


Sebelum pergi, Jungkook terlebih dahulu menat4p Hana dengan mata yang memerah. Selain karena hampir menangis, mata itu juga menyiratkan kemarahan yang sangat besar.


Setelahnya, Jungkook berjalan cepat keluar dari area kantor sambil menggendong istrinya tersebut. Bahkan tetesan cairan kental berwarna merah itu memenuhi lantai yang dilewatinya.


“T-Tolong bertahan,” ucap Jungkook penuh harap. Air matanya bahkan sudah tak bisa ia bendung. Ia takut terjadi sesuatu pada Y/n, melihat cukup banyak dar4h yang terus menerus keluar dari kepala bagian belakang istrinya.


Sep4rah itu, dan Y/n melakukannya hanya karena tidak menyukai Hana.


.


.


.


.


.


TBC

__ADS_1


__ADS_2