ISTRI MANJA PRESDIR JEON

ISTRI MANJA PRESDIR JEON
Ep. 06


__ADS_3

Part 06 — Ketahuan


Diruangan dengan pencahayaan cukup minim itu, duduk bersimpuh seorang wanita dengan penampilan acak-acakan. Air matanya tidak berhenti sedari tadi.


Sementara pria yang dihadapannya itu berdiri dengan raut wajah datar. Namun tangan pria itu gemetar melihat kondisi wanita itu yang cukup mengen4skan.


“Bagaimana rasanya digilir, Hana?” tanyanya cukup tenang.


Hana mendongak, menatap Jungkook dengan mata sembab membuat Jungkook mengalihkan pandangannya. Jungkook tidak sekej4m itu hingga tak memiliki hati nurani. Ia punya rasa iba, namun melihat istrinya terluk4 membuatnya hilang akal.


“Pak ... Kau yang merencanakan semuanya?”


Jungkook kembali menatap Hana. “Yah, itu aku. Itu sebagai hukum4n karena kau sudah berani meluk4i istriku.”


Hana terkekeh pelan dengan mata yang sudah sembab. “Aku meluk4inya? Tidak. Aku sama sekali tidak melakukan itu. Apa kau tidak tau kejadian sebenarnya? DIA MENJEB4KKU!! DIA ITU MANIPULATIF!!”


Hana berusaha berdiri, sesekali meringis akibat rasa sakit dibagian intimnya. Wanita itu berjalan terseok-seok hingga akhirnya berdiri tepat dihadapan Jungkook.


“Sebenarnya, aku menjaga keperawanan ku untukmu. Aku ingin kau yang menyentuhku pertama kali ketika nanti kau berpisah dengannya dan memilih menikahiku. Namun, karena semuanya sudah terlanjur ...” ujarnya, tak melanjutkan ucapannya.


Namun, tangan wanita itu sudah membuka kancing bajunya, melor0tkan semua pakaian yang melekat ditubuhnya hingga ia sudah tak mengenakan apapun.


Jungkook melot0t melihat Hana yang sudah tel4nj4ng bulat dihadapannya.


“Perk0s4 aku, Jung. Tolong sentuh aku sepuasmu,” ucapnya dengan nada sensu4l sembari merem4s-rem4s dad4nya.


Tangan nakalnya turun, hampir menyentuh aset Jungkook namun Jungkook sesegera mungkin menepisnya.


“KAU G1LA!! PENGAWAL!!” teriak Jungkook menggebu-gebu.


Tak lama, beberapa pria berbadan kekar masuk. Jungkook menatap pengawalnya sebentar lalu kembali menatap Hana dengan tatapan marah.


“Kau sepertinya masih kurang belaian, huh? Kalian semua ...”

__ADS_1


Jungkook menatap pengawalnya sebentar. “Gilir dia kembali. Aku bahkan tidak perduli jika kalian menggilirnya hingga mat1,” ucap Jungkook lalu berjalan keluar dari ruangan.


Hana yang mendengar ucapan Jungkook langsung membulatkan matanya. “JUNG!! AKU—”


Brak!!


Jungkook keluar dari ruangan itu, mengabaikan teriakan Hana yang perlahan berubah menjadi des4han.


“Si4l!! Hampir saja dia menyentuhku. Tidak ada yang boleh menyentuhku selain Y/n.”


———


Jungkook berjalan memasuki area mansionnya. Sebelum mengunjungi Hana, Y/n memang sudah diperbolehkan pulang. Jungkook pun meminta izin sebentar, berbohong pada Y/n mengenai kemana ia hendak pergi.


Begitu sampai di depan kamar, dirinya bisa mendengar jelas suara Y/n yang sepertinya sedang mengobrol dengan seseorang.


“Bukankah dia sangat tampan?” ucap Y/n, membuat Jungkook yang mendengarnya dari luar menjadi panas sendiri. Siapa laki-laki yang dipuji oleh Y/n?


“Yah, dia memang sangat imut dan tampan. Aku harap jika anakku sudah lahir, maka dia akan setampan anak Minhyun,”


“Tapi tentu saja, Anakku dan Jungkook nanti akan jauh lebih tampan,” terdengar ucapan santai dari Y/n kembali membuat pipi Jungkook memerah. Anak? Ah, Jungkook tidak sabar menunggu saat dimana Y/n mengandung anaknya.


“Ya, ya, ya ...” suara mengejek Yuna membuat Jungkook terkekeh sangat pelan.


Tangannya hampir memutar knop pintu, namun ucapan Yuna setelahnya membuatnya menghentikan aksinya.


“Aku jadi penasaran dengan kondisi Hana,”


Y/n terdengar terkekeh pelan. “Aku tidak perduli dengan kondisinya. Yang pasti rencanaku menyingk1rkannya itu berhasil,”


Rencana Y/n? Apa rencananya? Kira-kira seperti itulah pertanyaan yang terlintas dikepala Jungkook. Senyum yang terpatri tadi bahkan sudah luntur karena curiga akan suatu hal.


“Yah, berhasil. Tapi kau hampir membun*h dirimu sendiri bod*h!!”

__ADS_1


Y)n terdengar terkekeh. “Menjeb4k Hana lalu menjatuhkan diri sendiri ... itu menyenangkan, Yuna,”


BRAKK!


Keduanya melirik ke arah pintu yang dibuka sangat kas4r, mata keduanya membola melihat Jungkook-lah pelakunya.


Pria itu terlihat marah. Perlahan dia berjalan mendekati Y/n. Matanya menatap datar ke arah Y/n. “Apa maksud ucapanmu barusan?”


“Jung, kau salah—”


“Keluar,” pinta Jungkook pada Yuna.


Yuna menjadi panik melihat Jungkook yang kini sudah benar-benar emosi. “Jung—”


Jungkook melirik taj4m ke arah Yuna. “Yuna. keluar,” ujarnya penuh penekanan. benar-benar tak bisa dibantah lagi.


Yuna melirik ke arah Y/n sebentar. Wanita itu terlihat mengangguk, berusaha membuat Yuna untuk tetap tenang.


Ibu hamil itu menurut, ia berjalan keluar dari kamar. Begitu Yuna sudah menutup pintu kamar, Jungkook langsung menatap Y/n mengintimidasi.


“Sekarang jelaskan padaku, apa maksud ucapanmu barusan? Apa mungkin aku yang salah dengar?” tanyanya. Pria itu semakim mendekat ke arah Y/n dengan tatapan dingin, tangan pria itu juga sudah mengepal kuat.


Y/n menghela napas pelan. “Itu benar. Kau sama sekali tidak salah dengar,”


PRAKK!!


.


.


.


.

__ADS_1


TBC


__ADS_2