ISTRI MANJA PRESDIR JEON

ISTRI MANJA PRESDIR JEON
Ep. 08


__ADS_3

Part 08 — Nama


Jungkook menepuk-nepuk pelan punggung Y/n yang masih terdengar sesegukan.


“Kalau begitu sebentar, aku harus menghubungi bawahanku untuk membebaskan Hana,” ujarnya. Bagaimanapun Hana tidak bersalah.


Jungkook melepas pelukannya dan meraih ponselnya diatas nakas, mengabaikan Y/n yang kembali bad mood karena ucapannya.


Sret!


Y/n menarik lengan Jungkook yang sudah memegang ponsel. Kerutan didahi pertanda pria itu bingung pun muncul.


“Kenapa, Sayang?”


“Kenapa dibebaskan?” tanyanya, membuat Jungkook semakin tak mengerti dengan jalan pikiran Y/n.


“Hana tidak bersalah, Sayang. Aku memaklumi tindakanmu karena kamu tidak suka dia mendekatiku, tapi bukankah dengan menghukumnya seperti ini, itu sedikit berlebihan?” ujarnya, sembari menyentuh pipi Y/n, mencoba memberi sedikit pengertian.


Y/n berdecak sebal, terlihat imut dengan mata sembab dan hidung mancung yang memerah. “Dia menamp4rku hari itu, itu sebanding dengan hukuman yang kau berikan padanya.”


Ah, sepertinya wanita itu mulai memperlihatkan sifat aslinya.


Jungkook menghela napas. Ia meletakkan kembali ponselnya, kemudian mengganti dengan menggenggam tangan putih itu. “Apa yang Hana dapatkan sekarang, menurutku sudah cukup. Apa kau tidak kasihan padanya?”


Y/n terdiam sebentar, ia kemudian kembali menatap Jungkook. “Bebaskan saja. Aku rasa ... Aku juga salah sudah berbuat seperti itu padanya hanya karena cemburu, bahkan aku pernah berpikir untuk membun*hnya. Aku memang sudah berlebihan. Apa dia akan memaafkanku? Bagiamana jika dia tidak mau memaafkanku?”


Begitu mengucapkan kalimat terakhir, mata Y/n kembali berair. Jungkook dengan cepat mengelap cairan bening itu sebelum terjatuh kembali di pipi istrinya.


“Tenang saja, hm? Aku akan membawamu bertemu dengannya lusa nanti, karena besok aku cukup sibuk.”


Y/n tersenyum, membuat Jungkook yang melihatnya juga ikut tersenyum.

__ADS_1


‘Wanita si4lan itu selalu saja jadi penghalang,’ batin Y/n mengump4t, namun diluarnya tetap tersenyum.


———


[06.30 Pagi]


Cklek!


Jungkook keluar dari kamar mandi hanya dengan menggunakan handuk yang melilit dibagian pinggangnya. Tangannya mengusap-usap rambutnya yang basah.


Sekilas dirinya melirik ke arah ke arah balkon dan melihat Y/n berdiri disana, dibawah sinar matahari yang masih terasa menghangatkan.


Jungkook membuang asal handuk yang ia pegang lalu berjalan mendekati Y/n. Ia memperhatikan Y/n dari samping dan melihat wanita itu menatap kosong ke depan. Namun perlahan mata yang awalnya menatap kosong itu memerah dan mulai berair.


“Kenapa menangis, Sayang?”


Tangan Jungkook terulur menyentuh pipi yang mulai basah akan jejak air mata tersebut, membuat yang disentuh menoleh ke samping.


“Aku ... Aku hanya merasa merindukan seseorang. Mungkin Yuna?” ucapnya sembari tersenyum lembut dengan tangan yang mengusap pipinya akibat air matanya yang kembali terjatuh.


“Mau aku panggilkan Yuna kemari?” tawarnya sembari mengusap pelan rambut Y/n. Meski belum mandi, namun wajah cantik natural itu justru menguar.


Y/n menggeleng, ia mendekat kearah Jungkook, memeluk tubuh setengah tel4nj4ng itu dengan erat.


“Apa kau sibuk hari ini?” tanyanya sambil menyenderkan kepalanya didada bidang Jungkook.


Jungkook membalas pelukan Y/n, tak memeluk erat. Ia mengusap pelan kepala Y/n yang masih diperban itu. “Aku hanya ada beberapa meeting dengan Klien, juga harus menandatangani beberapa berkas dan mengecek hal lainnya tentang perusahaanku.”


“Apakah meetingnya begitu penting?”


Jungkook mengangguk. “Sangat penting, karena Klien ini salah satu klien terbesarku.”

__ADS_1


Y/n menghela napas kecewa lalu perlahan melepas pelukan Jungkook. “Apa tidak bisa kau menemaniku hari ini?”


“Tidak bisa, Sayang. Maaf,” ucapnya penuh sesal. Ia sudah mengalami kerugian besar akibat mengabaikan beberapa klien besar saat dirinya stres akibat Y/n yang dirawat rumah sakit.


Memang, bagi perusahaan Jungkook mungkin kerugian yang besar itu tidak akan membuatnya bangkrut, tidak seberapa. Namun jika terus menerus, perusahaannya akan teranc4m bangkrut.


“Besok, aku akan menemanimu. Aku akan menyuruh Jay untuk memindahkan semua jadwalku hari ini.”


Y/n mengangguk lesu, membuat Jungkook tersenyum tipis.


Cup!


“Aku harus berangkat ke kantor,” pamitnya, tersenyum setelah mencium kening Y/n. Kemudian pria itu berjalan masuk menuju kamar guna memakai pakaian kantornya.


Y/n mengangkat tangannya, menatap kosong ke arah cincin pernikahannya dengan Jungkook. “Apa kau mengenal Kim Mingyu?”


Deg!


Mata Jungkook membola sempurna, langkahnya sudah terhenti sejak nama itu disebut. Bagaimana Y/n bisa tau nama itu?


.


.


.


.


.


TBC

__ADS_1


__ADS_2