Istri Simpanan Oppa Idol

Istri Simpanan Oppa Idol
Bab 11


__ADS_3

KkkHhAaaYyyyy !!".. suara teriakan menggema di seluruh ruangan. Mengagetkan seluruh karyawan kantor di pagi hari itu.


"Huhuuuu oppa ?". Suara tangisan mulai terdengar dari seorang cewek chantik dan polos itu.


"Lisa. Kau gila ya ?kenapa teriak teriak ??". Rara dengan cepat menghampiri Lisa yang tengah menangis di meja kerjanya.


"Hu.huuu.. Rara. Lihatlah,oppa ku tersayang selingkuh. Huhuuu". Lisa terisak menangis menatap henpone nya.


"Siapa ?pacar mu ?". Rara menghela napas panjang. Menatap Lisa yang tengah menangis.


"Tentu saja bukan. Kamu tau sendiri kan,kalau aku tuh jomblo". Lisa terisak menjelaskan.


"Lalu ?". Rara menatap penasaran.


"Oppa Sean ku. Huhuuu". Lisa menangis semakin menjadi jadi,membuat seisi ruangan memperhatikannya.


"Aduh Lisa. Ku kira siapa ?sudahlah. Hentikan tangisanmu itu dan lihatlah sekelilingmu. Orang orang sedang memerhatikanmu". Rara menggeleng geleng kepala melihat Lisa yang memeluk meluk bantal yang berwajah Tuan Sean sembari menangis terisak.


"Ada apa ini ?". Mey yang baru tiba dan masuk ke ruangan kerjanya bertanya tanya pada orang orang di sekitarnya. Keributan apa kah yang telah terjadi di ruangan kerjanya sepagi ini.


"Itu Mey. Si Lisa teriak teriak dan nangis histeris gitu. Ga tau deeh kenapa".


"Apa ?". Mey berlari kecil berusaha menerobos masuk ke ruangan kerjanya. Menatap Lisa yang tengah menangis terisak,membuatnya khatir. Dengan cepat Mey menghampirinya.


"Lisa. Ada apa ?kenapa menangis ??". Dengan cemas dan khatir Mey mendekat ke arah Lisa yang tengah terduduk di temlat kerjanya.


"Mey. Huhuuuu". Lisa memeluk Mey erat dan menangis di pelukannya.


"Kenapa Lisa ?ada apa ?apa kau baik baik saja ?". Mey memeluk Lisa mengelus ngelus punggungnya lembut.


"Oppa ku Mey. Dia selingkuh,lihatlah pemberitaan pagi ini Mey". Lisa dengan cepat memberikan henponenya kepada Mey yang terdiam mematung.


...Oppa idol Sean yang terkenal dan terpopuler di dunia. Terciduk keluar hotel bersama seorang cewek yang di ketahui bahwa dia adalah cucu dari presiden jepang....


...Oppa idol Sean. Tidak segan segan,memperlihatkan kemesraan mereka di tempat umum....


...


...


Mey menatap photo dan pemberitaan heboh di pagi hari itu. Dia terdiam seribu bahasa.


"Oh". Mey menatap henpone Lisa dingin.


'Ko oh sih Mey. Aku merasa sakit hati tau. Huhuuuu.. aku sangat kecewa pada oppa.. huhuuuu". Lisa terisak menjelaskan tentang rasa kekecewa hatinya pada Tuan Sean. Mey hanya terdiam mengelus punggung Lisa. Yang menangis memeluknya erat.


"Sudahlah Mey. Lisa orangnya memang lebay". Rara menepuk pundak Lisa.


"Ukkhh. Rara,kamu jahat. Huhuuu.. aku merasa sakit hati Ra". Lisa melepaskan pelukannya Mey. Memukul Rara dengan terisak merengek manja.


Mey terdiam menggepalkan tangannya.(heee. Apa sih ?aku ga sakit hati ko ?ya kan ??tenang lah Mey. Kamu hanyalah istri simpanannya saja kan ?untuk apa merasa sakit hati dan cemburu padanya".) Mey hanya terdiam bengong melihat Rara yang tengah menghibur Lisa yang masih terisak menangis.


Malam hari. Pukul 07.10


"Ayo Lisa. Makan yang banyak,jangan galau galau lagi". Rara sibuk mengambil ngambil makanan ke mangkuk untuk Lisa. Lisa hanya terdiam dengan wajah murung.


"Lisa sudahlah. Ayo makan,kamu belum makan dari pagi loh". Mey menepuk pundak Lisa yang terbengong menatap keluar lestoran.


"Iya". Dengan nada pelan dan lesu. Lisa mengambil mangkuk yang telah terisi oleh nasi dan lauk pauk.


"Ayo Mey. Kamu makan juga,kamu juga belum makan kan ?". Rara memberikan semangkuk nasi pada Mey yang tetdiam menatap Lisa yang mulai memakan makanannya.


"Iya Mey. Ayo makan,ini kan makanan kesukaanmu". Lisa berkata dengan mulut penuh dengan makannan.


"Lisa. Jangan berbicara jika mulut mu penuh dengan makanan gitu. Nanti keselek lagi". Rara memukul pundak Lisa pelan.


"Ukkhuu.. ukhuuuu". Lisa terbatuk batuk tersedak makanannya.


"Tuh kan. Baru saja aku kasih tau,sudah tersedak aja". Rara dengan cepat menuangkan segelas air untuk Lisa.


"Ukhu. Ukhu. Ini gara gara kamu Ra. Yang tiba tiba mukul pundakku. Ukhu. Ukhu". Lisa terbatuk batuk menjelaskan. Rara cengingiran melihat Lisa yang terbatuk batuk olehnya. Mey tertawa kecil melihat tingkah kedua sahabatnya itu. Akhirnya dia bisa tertawa juga untuk hari ini.


Ddrrreettt.. Dreeettt.. henpone Mey bergetar.


Dengan cepat Mey mengambil hanponenya yang terletak di sampingnya.


Pesan dari :


Tuan Sean


"Di mana ?sedang apa ?


Mey tersenyum menatap pesan dari Tuan Sean itu. Dengan cepat Mey membalas pesannya.

__ADS_1


Mey


"Sedang makan oppa


Tuan Sean


"Dengan siapa ?


Mey


"Lisa dan Rara


Tuan Sean


"Siapa ?


Mey


"Teman kantorku.


Beberapa menit berlalu. Tidak ada balasan sama sekali dari Tuan Sean. Membuat Mey mendengus kecewa menatap henponenya beberapa kali.


"Kenapa Mey ?tidak makan lagi ?". Rara mengerutkan keningnya menatap Mey yang sedari tadi hanya menatap henpone nya.


"Aahh. Tidak,aku sudah kenyang ko Ra". Mey tersenyum menatap kedua sahabatnya itu. Mey menatap Lisa yang tertidur di meja makan mereka dengan bergumam memanggil manggil nama Tuan Sean pelan.


"Aah. Sepertinya Lisa sudah mabuk Ra". Mey perlahan menggoyang goyangkan tubuh Lisa yang berada di sampingnya itu.


"Mmm.. ya seperti itu lah". Rara terdiam sejenak menatap Lisa."sepertinya sekarang aku harus mengantar Lisa pulang".


"Mmm.. benar. Mu ku antar juga Ra". Mey menatap sahabatnya itu.


"Tidak usah Mey. Tidak apa apa biar aku saja,kamu kan lagi ga enak badan". Rara mulai bangkit mengangkat Lisa yang setengah sadar.


"Mmm.. baiklah kalau gitu Ra. Kalian hati hati yaa,aku ingin tinggal di sinih sebentar lagi saja".


"Baiklah Mey. Kalau gitu kita duluan yaa". Rara mengambil tas nya dan tas Lisa juga."oke Mey. Sampai jumpa hari senin nanti,jika hari libur mu membosankan. Hibungi saja aku".


"Baiklah". Mey menatap kedua sahabatnya berjalan menjauh dari tempat dia duduk.


"Mmm.. kenapa ga ada balasan dari oppa lagi yaa ?". Mey menatap henponenya berpikir sejenak.


"Apa ku telpon saja yaa ?". Mey mulai mengetik ngetik henponenya ingin menelpon Tuan Sean. Tapi ??"..


"Aaah oppa ?". Dengan cepat Mey menerima panggilan dari Tuan Sean.


"Hallo oppa ?". Jantung Mey mulai berdebar gugup.


"Mey. Aku lapar". Suara serak dan hangatnya yang selalu di rindukannya terdengar lembut di telpon.


"Lapar ?". Mey terdiam berpikir.


"Ya. Aku belum makan dari siang tadi".


"Loh. Kenapa oppa ?".


"Aku sibuk. Ga sempat makan".


"Baiklah. Di villa nanti,aku akan memasakan makanan untuk oppa".


"Aku ga bisa pulang".


"Kenapa ?".


"Dari pagi aku berada di kantorku. Aku sangat sibuk,mungkin aku akan tidur di kantor".


"Mmm.. baiklah. Mu ku bawakan makan ke sanah ?".


"Boleh. Ke sinih saja".


"Baiklah kalau gitu". Mey diam diam tersenyum senang."Oppa mau makan apa ?nanti ku bawakan".


"Mmm.. makanan yang kamu makan saja".


"Apa ?tapi makannan yang ku makan,sangat ga cocok buat oppa makan".


"Tidak apa apa".


"Tapi oppa. Ini hanya makanan biasa biasa saja yang ada di pinggir jalan".


"Tak masalah. Aku akan memakannya. apa pun itu yang kamu bawakan untuk ku".


"Mmm.. baiklah". Mey tersenyum senang untuk sekian kalinya.

__ADS_1


"Oke. Ku tunggu".


"Iyaa oppa".


Tuuuuuttt. Telepon terputus.


"Mba. Pesan makanan satu porsi lagi di bungkus yaa".


"Baik'.


30menit kemudian.


...


...


"Oh May.. kantornya besar dan tinggi sekali yaa ?Oppa benar benar orang terkaya di negeri ini". Mey yang baru pertama kali ke kantor Tuan Sean. Membuat dia tercengang tak percaya akan kekanyaan yang dimiliki Tuan Sean yang tak mungkin ada yang mengalahkannya di kota c ini.


"Permisi mba. Saya ingin bertemu Tuan Sean". Mey menghampiri wanita cantik yang berjaga di lobby.


"Aaah. Anda Nona Mey ?". Wanita itu terkejut menatap kedatangan Mey yang telah dia tunggu sangat lama.


"Iyaa. Apa Tuan Sean ada ?".


"Tentu saja ada Nona Mey. Karna Tuan Sean sudah sangat lama menunggu anda. Silahkan lewat sinih". Wanita itu berjalan mengantar Mey ke arah lip. Mempersilahkan Mey tuk masuk terlebih dahulu.


"Silahkan. Tuan Sean berada di lantai 21 Nona. Tuan sudah menunggu anda di sanah".


"Aah baiklah. Terimakasih banyak".


"Tidak masalah Nona". Wanita itu tersenyum ramah.


Mey mulai menaiki lip menuju lantai 21. Dia melangkah menyusuri ruangan luas di lantai 21 itu.


"Anda Nona Mey ?". Seorang laki laki muda bertanya menghampiri Mey.


"Aah benar. Saya Mey". Dengan gugup Mey tersenyum hangat.


"Saya seketaris Tuan Sean. Silahkan anda masuk ke pintu itu. Tuan saya sudah menunggu anda dari tadi". Laki laki itu mempersilahkan Mey lembut.


"Aah. Baiklah,terimakasih". Dengan gugup Mey mulai berjalan ke arah pintu yang di tunjukan olehnya.


"Tentu Nona".


Mey dengan perlahan mengetuk pintu yang tinggi dan besar itu.


Tok. Tok. Tok. Suara ketukan pintu menggema di sudut ruangan lantai 21 itu.


"Siapa ?". Suara dingin yang terdengar di dalam ruangan itu,membuat Mey terkejut.


"Ini aku oppa". Mendengar suaranya yang dingin saja,sudah membuat jantung Mey berdebar kencang.


"Masuklah Mey". Suruhnya.


"Baik". Dengan perlahan Mey mulai membuka pintu.


Terlihat Tuan Sean yang tengah sibuk dengan leptop dan kertas kertas yang menumpuk berantakan di meja kerjanya. Tuan Sean terlihat lelah dan agak pucat saat itu.


...


...


"Oppa ?". Mey menatap khawatir. Tuan Sean tersenyum menatap Mey yang membawa keranjang penuh dengan makanan.


"Aku membawa makanan untuk oppa makan ?". Tuan Sean masih saja menatap Mey dengan wajah tersenyumnya bercampur dengan rasa lelahnya itu.


"Mmm.." Tuan Sean berdiri dari duduknya. Melangkah mendekat ke arah Mey yang masih berdiri menatapnya.


"Aku menunggumu sangat lama Mey". Tuan Sean menarik tangan Mey dengan penuh kelembutan. Menabrakan tubuh Mey ke tubuhnya. Tuan Sean merangkul pinggang Mey yang langsing menatapnya lembut dengan senyumannya.


"Aah. Maap oppa,tadi sedikit macet". Mey mulai gugup di sentuh Tuan Sean."Baiklah. Sekarang akan ku siapkan makanannya untuk oppa". Saat Mey ingin menjauhkan tubuhnya dari tubuh Tuan Sean. Tuan Sean dengan cepat menariknya kembali dalam pelukannya.


"Bukan itu yang aku ingin makan". Tuan Sean berbisik lembut. Membuat Mey gugup.


"La. Lalu ?". Mey mulai berdebar gugup oleh sentuhan tangan Tuan Sean yang mulai meremas bokongnya lembut.


"Aku ingin kamu Mey". Tuan Sean mulai memasukan tangannya kepakaian dres yang Mey kenangakan. Perlahan tapi pasti,Tuan Sean meremas payudara milik Mey Dengan lembut.


"Uuummm..." Mey mulai menikmati sentuhan Tuan Sean di sekujur tubuhnya.


Tuan Sean mulai mencium Mey perlahan dengan sensasi kenikmatan.


...

__ADS_1


...


__ADS_2