Istri Simpanan Oppa Idol

Istri Simpanan Oppa Idol
Bab 9


__ADS_3

Mey terdiam melihat wanita itu mencium Tuan Sean. Entah kenapa di dalam lubuk hatinya yang paling dalam, seperti ada goresan yang menyayat hatinya. Ini adalah kali pertama untuknya melihat langsung Tuan Sean berciuman dengan wanita lain. Bagaimana jadinya jika dia melihat langsung Tuan Sean tidur dengan wanita lain, selain dirinya, mungkin hatinya akan lebih hancur dari yang sekarang ia rasakan.


"Hentikan. Apa yang kau lakukan ??".. Tuan Sean mendorong wanita itu menjauh dari tubuhnya.


...


...


"Kau gilla yaa ?kenapa tiba2 mencium Sean seperti itu ??".. Salah satu teman Tuan Sean berdiri dari duduknya dan menghampiri Tuan Sean dengan tatapan khawatir.


"Kau tak apa2 Sean ??".. Dia menepuk pundak  Tuan Sean dengan hati2.


"Tidak.." singkatnya dingin. Tuan Sean mengalihkan pandangannya pada Mey yang sedang terdiam menatapnya. Perlahan dan hati2 Mey menyeringai tersenyum pada Tuan Sean. Menyembunyikan hatinya yang sesungguhnya itu adalah ahlinya Mey.


Tuan Sean mengerutkan keningnya menggepalkan tanganya kuat2. Marah tak suka dengan senyuman Mey, mebuat Tuan Sean kesal. Tuan Sean berbalik membelakangi Mey dan melangkah duduk di salah satu kursi.


"Hihiii.. Tuan Sean sayank ?apa Tuan tak merindukanku ??".. wanita itu menghampiri Tuan Sean dengan perilaku menggodanya. Dia duduk di pangkuan Tuan Sean dan merangkul pundaknya menggoda.


"Hey.. Jangan seperti itu pada Sean, sebenarnya siapa kau ini ?tidak sopan sekali".. Teman Tuan Sean menatap wanita itu dengan tatapan tak suka.


"Heheee.. jadi kalian ingin tau siapa aku?".. Seketika semua mata tertuju pada wanita yang sedang terduduk manja di pangkuan Tuan Sean.


"Hihihiiii... Baiklah akan ku kasih tau aku ini siapa. Aku adalah cucu kesayangan presiden Jepang, atau bisa dibilang cucu presiden dari negara Jepang, apa kalian puas dengan jawabanku ?Hehee"...


...


...


Semua orang yang ada diruangan itu terdiam seketika, setelah mendengar kata2 wanita itu, mereka saling tatap bingung.


"Sean. Ap.. Apa benarr ??". Salah satu teman Tuan Sean bertanya padanya yang dari tadi hanya terdiam menatap Sean yang menyenderkan  kepalanya ke kursi.


"Iyaa". Singkatnya dingin.


"Heheee.. "wanita itu tertawa2 kecil merendahkan orang2 di ruangan itu.


"Bisakah kalian pergi dari ruangan ini ?aku ingin berdua saja dengan nya?".. Tanya Tuan Sean menatap teman2nya dan juga Mey.


"Tentu, kami akan pergi, dan tak akan mengganggu kalian". Salah satu teman Tuan Sean menatap sahabat2nya mengajak keluar ruangan.


"Baiklah. Ayo kita pergi dari sinih, sampai ketemu besok di tempat latihan nanti Sean"..


"Baiklah". Singkatnya


Satu persatu teman2 Tuan Sean melangkah keluar ruangan.


...


...


Mey menghela napas hendak menyusul teman2 Tuan Sean keluar..


"Mey ?".. Tuan Sean memanggil namanya dengan nada dingin. Mey tak menjawab sepatah katapun, hanya terdiam membelakangi Tuan Sean dan Wanita penggoda itu.


"Malam ini, aku tak kan pulang ke villa, tidurlah lebih dulu dan jangan menungguku lagi. Jelasnya singkat dan tegas.


"Mmm.. Baiklah". Singkat Mey menggepalkan tangannya tanpa berbalik menatap Tuan Sean. Mey melangkah keluar ruangan dan pergi.


Malam itu hujan turun begitu lebatnya. Mey melangkah keluar menatap sang hujan malam.


"Heee.. Jangan menunggunya lagi katanya?" Lucu sekali.. Heheee..."


Drrrrttt.. Drrrtt.. Mey menatap haenpone nya.


"Hallo Ra ?"


"Mey ?kamu dimana ?kenapa belum kembali juga?". Dengan nada cemas dan panik Rara bertanya2 pada Mey.


"Aaahh.. Maap Ra. Sepertinya aku akan pulang lebih dulu, aku agak ga enak  badan"..


"Aah.. benakah ?mau ku antar pulang saja ?"..


"Tidak usah, makasih Ra untuk malam ini, aku pulang duluan yaa"..

__ADS_1


"Mmm.. Mey, kamu baik2 saja kan ?". Rara adalah satu2nya sahabat Mey yang mengerti dirinya, saat itu juga. Rara tau apa yang Mey rasakan.


"Tentu, tenang saja heee".. Mey berusaha meyakinkan sahabatnya dengan nada suara baik2 saja. Tapi sayang kenyataannya tidak, air matanya mengalir perlahan membasahi wajahnya.


Ttuuuuutt... Karna tangisannya yang menjadi2. Mey secepatnnya mematikan ponselnya. Mey melangah menerobos hujan lebat yang ada dihadapannya. Membiarkan air hujan membasahi seluruh tubuhnya. Mey menatap ke langit malah, merasakan tetesan hujan yang mengalir ke wajahnya yang diiringin dengan air mata dan tangisannya.


"Huhuuuu.. Hujan, apakah kamu tau apa yang ku rasakan saat ini ?siapa yang bisa mengerti aku ?siapa yang bisa... yang bissaaa... ukhhh.. huhuuu.. Hiks.. Hiks.."(Mey tak kuasa menahan air matanya)" Rasanya hatiku hancur dan sakit. Kenapa harus dia ?".. KENAPAAaa !!" Mey berteriak beriringan dengan tangisannya. Perlahan dia membungkuk memeluk kedua kakinya.


"Huhuuuu.. Aku benci dia.. huhuu.. aku benciii.. huhuuuuu.." Mey menangis terisak di tengah2nya hujan lebat.


Tak lama kemudian.


"Jangan menangis ?"..


Mey  yang sedang menunduk menangis memejamkan kedua matanya itu, seketika membuka matanya dan menatap kearah suara yang ada di hadapannya. Mey menatap Cowok yang sedang berdiri di hadapannya sambil memayunginya.


"Kamu baik2 saja ?"Cowok itu tersenyum menatap Mey.


"Kamu ?".. Mey terkejut menatap salah satu sahabat dari Tuan Sean yang berdiri memayunginya berada tepat di hadapanya itu.


Cowok itu menghela napas dan mulai menunduk di hadapan Mey sembari memayungi Mey.


"Kamu ingat aku kan ?".. Cowok itu bertanya menatap Mey dengan senyuman di bibirnya.


"Iyaa.. Hiks.." Singkat Mey tersendu2 karna menangis.


"Maap. Gara2 aku mempertemukan Sean denganmu, kamu jadi melihat suasana yang tak mengenakkan yaa?".. Cowok itu menatap Mey dengan tatapan penuh sesal.


"Apa maksudmu ?"..


"Aku tau, bagaimana perasaanmu sekarang. Kamu sangat mengidolakan Sean, dan tak terduga harus melihat idola mu bermesraan dengan wanita lain. Pasti sangat menyakitkan ?Maap yaa ?".. Lagi2 cowok itu meminta maap pada Mey. Dengan pandangan lembutnya.


"Tidak apa2. Bukan salahmu juga, harusnya aku yang berterimakasih padamu, karna sudah mempertemuakanku pada idol yang aku sukai, mu gimana lagi kan. Aku hanya pans biasa saja heheee.. harusnya aku tak pantas sakit hati kan hee ??"... Mey menyakinkan cowok yang ada di hadapannya, bahwa ia baik2 saja.


...


...


"Haaah..  baguslah jika sudah mengerti, kamu sangat mudah mup on nyaa ?dengan menangis sebentar saja, kamu sudah bisa melupakan Sean ??".. Dengan tawa kecinya dia berusaha menghibur Mey.


"Heheee.. dasar wanita yaaa". Cowok itu menghentikan tawanya menatap Mey yang telah tersenyum menatapnya.


"Aku Alex Kim.. panggil saja Kim atau mau panggil Alex juga boleh"..


...


...


"Heee.. Aku Mey".. Mey tersenyum menatap Alex.


"Mmm.. nama yang bagus dan cantik, seperti orangnya saja hehee"..


"Hehee.. sayangnya memang benar adanya aku cantik. Karna semua wanita itu cantik kan ?ga ada yang tampan hee"...


"Hahaa.. Benar"..


"Kamu juga tampan heee.."


"Yah. Karna aku cowok kan hehee.."


"Benar ko. Namamu juga Alex, cocok dengan orangnya"..


"Mu gimana lagi, sehubung orang tua ku campuran Korea dan Amerika. Dan saar aku lahir.tak ada yang mau mengalah dengan nama masing2 mereka ingin berikan. Jadi beginih nih.. Yah intinya jadi korban kan nama anaknya ini hehee.."


"Ppppfff.. hahaaa.. lucu sekali ekpresi wajahmu itu.. hahaaa.. oh ya ampun. Hahaaa".. Kali ini Mey benar2 terhibur sampai tertawa2 dan lupa akan rasa sakit di dalam hatinya.


Cowok itu tersenyum menatap Mey yang tertawa indah di hadapannya. Sangan cantik sampai2 ia ingin mencium Mey saat itu juga.


"Mmm.. baiklah. Kamu jangan lupa yaa sama hutang yang kamu janjikan tadi ?"..


"Eeehh.. Apa itu ?".. seketika Mey menghentikan tawanya


"No hanpone mu ?'..

__ADS_1


"Oh iya benar, hehee.. tenang saja, sekarang juga akan ku kasih ko"..


"Mmm.. baguslah. Ngomong2 sampai kapan kita akan jongkong di tengah hujan beginih ?kakiku sudah mulai pegal nih"..


"Eehh.. benar juga. Oia tubuhmu jadi basah kan, gara2 memayungiku. Sudah tau aku udah basah kuyuk ginih. Kenapa masih mau memayungiku segala sih ?"..


"Yah. Karna kamu wanita, aku takut kamu sakit saja"..


"Diih.. emangnya kamu ga bakalan sakit apa ?"..


"Mmm.. harusnya tidak yaa. Karna kan aku cowok, lebih kuat dari wanita kan heheee".. Mey tersenyum menatap cowok di hadapannya itu.


"Baiklah.. ayo berdiri ?".. Cowok itu berdiri duluan dan hendak membantu Mey berdiri.


"Mmm.. "Cowok itu menarik tangan Mey perlahan untuk berdiri.


"Uukkkhhh !!"...


"Kenapa ?ada apa Mey ??"..


"Kakiku keram, dan terasa sakit"...


"Aah.. benarkah ?kalau begitu sinih biar ku gendong saja"..


"Tappi ??"..


"Tidak apa2 Mey. Naik laah ".. Cowok itu membungkuk mempersilahkan Mey untuk naik ke punggungnya.


"Benar tidak apa2 ??"..


"Iyaa.. ayo cepat. Hujannya semakin lebat nih. Kamu pasti kedinginan kan ?"..


"Mmm.. baiklah". Mey naik ke pungung Alex dan Alex mulai menggendongnya.


"Mmm.. lumayan "..


"Apa ??"


"Berat.. Heheee".. Alex tertawa kecil.


"Uch.. aku ga berat tau. Kamu nya aja yang kurang kuat jadi cowok"..


"Oia.. mau coba tes kekuatanku ga nih  ??"


"Tes ?.. Caranya ??"


"Keranjang hehee"..


"Uuch.. dasar gilla". Mey menjambak rambut Alex dan memgacak2nya.


"Hehee.. bercanda ko Mey".. Alex dan Mey tertawa2 bersama di derasnya hujan malam itu. Entah laah, rasanya sangat indah di malam itu walau di dalam lubuk hati yang amat dalam terasa sakit. Tapi semua sirna seketika setelah melepaskan tawa.


"Mu ku antar pulang ?"


"Tak usah. Aku bawa mobil ko"..


"Ouh. Kecewa deh"..


"Kenapa ??"


"Ga berakhir sempurna hehee"..


"Dasar mesum"..


"Hahaaaa....


Sampai sinih dulu aja yaa.


Oia. Aku mu tau deeh..


Yang suka baca Novel ku ini dari daerah mana aja yaa !!


Yang mu kasih tau. Komen di bawah yaa👇

__ADS_1


Tempat asal kalian !!


__ADS_2