
"Mey.." Lee mendekap dan mencium bibir Mey.
"Mmmmm !!" Mey membulatkan kedua matanya. memberontak mendorong tubuh Lee yang lebih besar darinya, Lee menciumnya dengan paksa. Membuat Mey sangat marah oleh perlakuan yang iya lakukan terhadapnya.
Mey hanya bisa terdiam menerimanya, disetiap sentuhan bibi Lee pada bibinya, membuat Mey muak dan ingin menamparnya. Dulu dia tak pernah berperilaku tak sopan padanya, tapi kenapa ?'apa yang telah terjadi padanya ?'Mey merasa dia benar2 telah berubah.
Cukup lama Lee menciumnya dengan kedu tangan yang berusaha memukul dan terus mendorong tubunya. Lee memegang erat kedua tangan Mey dengan paksa.
Lee menghentikan aktifitas yang iya lakukan, karna sejauh ini Mey hanya terdiam tanpa membalas ciummannya.
"Mey.. Akuu !!"..
Plaaaakkkkk.. Tamparan yang cukup keras mendarat diwajahya.
"BERREEENGSEEKKK".. Mey berteriak kesal, marah, merasa dilecehkan oleh orang yang selama ini iya cintai.
Lee hanya terdiam mematung.
"Kauu.. Beraninya kau Lee ?'ternyata kau sama saja seperti orang2 yang hanya ingin mennyakitiku, membuat hidupku lebih menderita?' Membuat diriku semakin kotor dan terus menerus dihina seperti ini ??'.. Mey menatap Lee dengan tatapan rasa kecewa dan benci.
"Mey, kenapa ?'bukannya kita saling mencintai ?'kenapa kamu menolakku !!" Lee terdiam menggepalkan tangannya.
"Aku sekarang sudah bersuami Lee, jadi tolonglah untuk menjaga sikapmu yang keterlaluan itu". Mey lagi2 menunduk menahan amarahnya.
"Apa kau mencintainya ?".. Lee menggepalkan tangannya semakin erat, menunggu jawaban dari Mey. Mey terdiam sejenak, berpikir bahwa dia harus mengakhiri hubungannya dengan tegas dan jelas.
"Iyaa.." jawaban singkat dari Mey, membuat Lee terdiam menahan marah.
"Kenapa harus dia Mey ?'kenapa harus bajingan itu yang kamu cintai. katakan Mey ?' KATAKANLAH !!" Lee seketika berteriak tak percaya. Mey hanya terdiam.
"Mey, kenapa Mey ?'kenapa ??".. Lee memegang erat kedua pundaknya.
"Kenapa ?'Heee.. Menurut mu Kenapa ?'.. Mey menatap Lee yang hanya terdiam menatapnya.
__ADS_1
"Mey, apapun alasannya tetaplah bersamaku". Lee menghapus air mata Mey dengan hati2.
Plaaaaakkkk.. Mey menepis kedua tangan Lee dengan kasar.
"Ayahku.." Mey terdiam sejenak. "Ayahku menjualku Lee"..
"A.. Appaaa !!"
"Dia menjualku dan ingin menjadikanku pelacur di barr. Hanya demi uang, ayahku tega menjualku ke tempat kotor itu Lee". Air matanya mulai mengalir kembali.
"Saat aku dikurung didalam kamar, seseorang datang memasukan seorang laki2 yang dengan keadaan semponyongan dan setengah sadar. Dia mengaku padaku, bahwa dia telah di bius dan diberikan obat perangsang oleh pamannya sendiri, dia bilang padaku untuk bekerja sama dan membantunya malam itu.."
"Membantu apa ?' Lee terdiam menunggu jawaban.
"Membantunya untuk merendamkan hawa napsu yang iya rasakan saat itu, iya terlihat menderita menahan hawa napaunya sendiri. Dia berkata bahwa dia akan bertanggung jawab dengan apa yang di lakukan padaku, dan tak lama setelah kejadian itu, akhirnya dia menikahiku dan memegang janjinya padaku, aku sangat bersyukur bahwa dia yang datang malam itu. Jika tidak aku akan menjadi pelacur di tempat kotor itu selamanya". Penjelasan Mey membuat Lee terdiam.
"Jadi Lee, kita akhiri saja sampai di sinih, aku sangat mencintainya Lee dan memang dari awal kita bertemu, aku memang tak layak untukmu".. Lee menatapnya dingin tanpa ekperesi.
"Selamat tinggal Lee". Mey berbalik melangkah meninggalkan Lee yang hanya terdiam.
"Baiklah, dengan senang hati Lee".. Dengan senyuman yang melekat di bibir yang penuh paksaan itu, Mey pergi meninggalkan Lee. Mey menggepal tangannya kuat2, merasakan hatinya yang sakit dan terluka membuat Mey tak sadar bahwa tangannya telah terluka oleh jemari2nya sendiri, bahkan dia tak perduli dengan darah yang telah menetes dari tangannya, karna baginya hatinya lebih sakit dari segalanya.
Mey masuk kedalam mobil terdiam sejenak, merogoh ponselnya di dalam tas dan membuka beberapa peran masuk yang ada.
Tuan Sean
"Mey, kamu dimana ?'..
Pesan ke2
"Apa kamu baik2 saja ?'
Pesan ke3
__ADS_1
"Jika kau terus mengabaikanku , aku akan menghukummu saat pulang nanti.
Mey memeriksa jam di hapenya, ternya sudah pukul 23.15
Mey melembarkan hp nya ke kursi penumpang dan dengan cepat mengemudikan mobilnya.
Pukul 00.05
"Mmm.. Aneh, bukannya oppa tidak pulang, tapi kenapa lambu di dalam rumah menyala ?'. Mey bergegas membuka pintu rumah, (loh, ko pintunya ga kekunci ?')batin Mey. Mey melangkah masuk kedalam rumah.
"Dari mana ?'.. Betapa terkejutnya saat Mey melihat Tuan Sean tengah duduk bersilang dengan segelas minuman merah yang beralkohol.
"Bukannya oppa...
"Tidak pulang".. Tuan Sean memotong pembicaraannya, Mey hanya terdiam kaget. Tuan Sean berdiri dan meneguk habis minumannya.
PPRRAAAAANNNGGG..." suara gelas kaca yang dibanting Tuan Sean menghiasi ketegangan seisi ruangan. Tuan Sean mulai mendekat ke aras Mey dengan dingin tanpa ekpresi di wajahnya.
"Tunggu oppa, akan ku jelasss... Aaahhhkkk !!". Belum selesai Mey bicara, Tuan Sean mencengkeram wajahnya dan membuka mulutnya.
...
...
MMMMmmm !!".. Tuan Sean meneguki Mey dengan minumannya yang masih berada di mulutnya ke mulut Mey dengan paksa.
"Mmmm... Mmmm..." Mey berusa memberontak, jelas2 Tuan Sean tau, bahwa Mey tidak suka minuman yang berakohol, tapi dia terus memaksa Mey untuk menelannya.
Ggleeekkk".. Minumanpun tertelan oleh Mey. Tuan Sean menghentikan aktipitas yang dilakukan oleh bibirnya untuk memaksa Mey meminum minuman yang dia berikan dari mulutnya.
...
...
__ADS_1
"Ku rasa, bibirmu itu harus ku bersihkan oleh bibirku ini"..
"Haaaah ?".. Mey menatap Tuan Sean Bingung,(tidak mungkin jika dia tau kan?' Apa yang telah kulakukan dengan Lee !!")