Istri Simpanan Oppa Idol

Istri Simpanan Oppa Idol
Bab 4


__ADS_3

Pukul 20.10


Ddrrreetttt...


Dreeettt... suara ponsel bergetar ?"


"Mey menarik napas dalam.. "Tenang laah Mey, semua kan baik2 saja ?" Mey mencoba menenangkan diri, beranjak mengambil ponselnya yang terletak tak jauh dari nya.


"Hallo ?"


"Hay, apa kabar ?" Suara lembut seorang cowok yang membuat jantung Mey berdebar seketika, membuat wajah itu merona.


"Baik ?" Singkat Mey.


"Aku rindu padamu ?" Kata2 itu terlontar begitu lembut, seakan menceritakan hati yang kesepian.


Mey terdiam kaku, saat mendengar kata2 lembut yang selama ini iya rinduka.


"Mey, mau kah kau bertemu denganku !!" Mey masih terdiam mendengarkan suara lembutnya.


"Apa kau tak pernah merindukanku Mey ?' Kau tau, aku sangat merindukanmu !!" Mey menunduk membendung air matanya.


"Mey, kenapa ?' Kenapa kamu menyerah ?' Kenapa kau tak bertahan menungguku ?' Katakan Mey.. kumohon katakanlah dengan jujur, akan perasaanmu yang sebenarnya padaku !!" Suaranya terdengar rintih seakan menahan tangis.


"A.. Akuu ?" Mey menutup mulutnya dengan tangannya, seakan tak kuasa tuk menjawab semua pertanyaan yang iya lontarkan padanya.


Hening.. Sesaat hanya terdengar keheningan diantara mereka !!"


"Aku sangat merindukanmu ?' Aku ingin bertemu dengan, mau kah kau menemuiku setelah urusanmu selesai, ada yang harus ku bicarakan padamu ?"..


"Baiklah, aku juga ingin membicarakan hal penting denganmu, aku akan menemuimu di tempat kita terakhir bertemu dulu".


"Oke, sampai ketemu nanti Mey !!".


Tak lama telepon pun terputus.


"Mey ??" Seseorang menepuk pundak Mey, Mey berbalik menatapnya dan ternyata itu adalah sahabatnya Rara.

__ADS_1


"Apa yang harus kulakukan Ra ?" Suara serak terdengar rintih dari mulut Mey.


"Semua kan baik2 saja Mey, percayalah padaku ?" Rara tersenyum meyakinkan.


"Kuharap begitu Ra, a.. aku sangat ingin menangis Ra ?" Mey menundukkan kepalanya perlahan.


"Apa kau masih mencintainya Mey ?"


"Iyaa.." Jawaban singkat yang terlontar dari mulut Mey, seakan itu semua telah membuktikan kesetiaan cinta mereka berdua, bahwa di hati mereka berdua tak kan ada yang bisa menggantikan sebuah nama yang telah terukir lembut dihati mereka berdua.


"Tapi, semuanya harus ku akhiri Ra.." Mey berlinang air mata.


"Sudah 5tahun kan Mey".. Rara memeluk sahabatnya yang menangis, Mey hanya mengangguk perlahan di pelukan sahabat baiknya itu.


Pukul 21.00


Drreettt.. Dreettt..


Mey menatap ponselnya dengan wajah dingin. Tertulis pesan masuk di ponselnya. Dari Tuan Sean.


Isi pesannya :


"Baiklah sayank😘 tapi sepertinya aku akan sangat merindukanmu loh😍.


"Mey menghela napas panjang. Bagaimanapun keadaan hatinya yang sebenarnya, tetap saja dia harus terus berakting.


"Namun Mey berpikir, itu adalah kesempatan bagus untuk pergi menemui mantan pacarnya. Mey mengemas barang2nya yang berantakan di meja dan bergegas pergi meninggalkan tempat kerjanya, Mey masuk kedalam mobil nya dan mengemudi dengan kecepatan tinggi.


"Mey turun dari mobil, iya menghela napas, cukup memakan waktu lama tuk sampai di tempat tujuannya.


"Haaaahh.. haaaa..."Deru napas yang terenggah2 karna berlari, membuat jantungnya berdebar tak karuan.


"Tak lama setelah Mey berlari, Mey menghentikan langkahnya, sekitar 5langkah dari sosok cowok yang tengah berdiri membelakanginya itu. Terasa gugup, gemetar melihat pundak yang tegak itu dari belakang. Dengan napas yang masih terengah2 Mey menelan ludah, seakan tengorokannya terasa kering.


"Lee ?" Suara lembut yang bercambut deru napas yang lelah terucap dimulut Mey.


"Cowok itu seketika berbalik ke arah suara, menatap Mey lembut dengan senyuman yang hangat dari bibirnya. Cowok itu berjalan menghampiri Mey dengan cepat dan memeluk Mey dengan erat.

__ADS_1


...


...


"Aku sangat merindukanmu Mey". Lee memeluk Mey dengan erat dengan penuh kehangatan oleh rasa rindunya yang mendalam padanya.


"Lee ?'dari kapan kamu menungguku disinih?' tubuhmu terasa dingin di tubuhku".


"1 jam sebelum kamu datang"..


"Kau gilla ?'


'Iyaa, dari dulu aku memang gilla kan !!" Kata2 itu membuat May tersenyum di pelukannya yang terasa hangat, walau tubuhnya masih terasa dingin ditubuh Mey, tetapi kehangatan yang iya rasakan adalah kehangatan kebagiaan yang mereka rasakan saat ini.


"Mey maukah kau menikah denganku ?" Kata2 itu membuat Mey terdiam mematung.


"Mey, aku tau kamu sudah menikah, tapi maukah kamu meninggalkannya untukku ?'kembalilah padaku Mey ?".. Mey seketika melepaskan pelukannya dan perlahan menjauhkan tubuhnya dari tubuh Lee. Mey terdiam dengan tatapan kosong.


"Mey, sekarang aku telah kembali, selama ini aku terus berusaha untuk melupakanmu dan membiarkanmu pergi dengannya. Tapi aku benar2 tidak bisa Mey, 5tahun dalam hidup yang aku rasakan saat tak bersamamu, membuat aku gilla dan putus asa tuk hidup. Aku benar2 menyesal menuruti ke2orang tuaku selama ini, mereka selalu memaksaku untuk melakukan hal2 yang tak pernah ku inginkan, bahkan mereka memaksaku untuk pindah rumah ke korea, pindah sekola dan harus pergi meninggalkanmu Mey, aku benar2 sangat menyesal Mey,, ssaangaatt...." Mey hanya terdiam mendengarka penjelasannya yang panjang lebar itu.


"Sudah seharusnya kan?' Kamu menuruti ke2 orang tua mu". Mey menundukkan kepalanya.


"Apa maksudmu Mey?" Lee memegang ke2 tangan Mey erat.


"Orang tua mu, sangat membenciku, karna aku miskin dan tak punya apa2 kan, bahkan saat terakhir kali aku ingin menemuimu, orang tua mu menampar dan mendorongku kelantai, orang tua mu berkata, bahwa aku tak layak untukmu, aku hanyalah kotoran sampah yang tak layak untuk kamu pungut Lee". Mey membendung air matanya yang hendak jatuh.


"A.. appaa?' Aku tak tau bahwa orang tua ku melakukan itu Mey, sungguh Mey, jika aku tau orang tua ku menyakitimu, maka aku akan..."


"Maka apa hhaaah?' APPPAAAA !!" Mey berteriak dan mendorong Lee. Memotong pembicaraan Lee dengan tegas.


"Mey ?" Lee terdiam menatap Mey yang tertunduk.


"Kamu tau ?'saat kamu pergi meninggalkanku. Aku sangat menderita Lee, sangaaat".. saat itu juga air mata Mey tumpah seketika.


"Mey.. Kamu !!" Lee terkejut melihat Mey yang menangis di hadapnnya.


"Aku sangat kotor Lee. Sangat kotoorr... A.. aku, tak pantas lagi untuk mu Lee. Aku sangat kotorrr.. huuuuhuuu.. kottooorrr... huhuuu.. Hiks.. Hiks.." Mey menangis sejadi2nya saat itu juga, menumpahkan semua kepedihan di dalam hatinya, rasa sakit yang amat dalam di hatinya kini telah tumpah oleh air matanya.

__ADS_1


"Mey ??" Teriaknyaa.


"Mmmmm !!" Cowok itu mendekapnya dan menciumnya. Mey membulatkan mata... !!


__ADS_2