
"Mmm..
Mey membuka mata perlahan, penglihatannya samar2 saat mendapati sosok cowok yang ada di sampingnya.
"Pagii.." Seru cowok tampan yang tengah menatap Mey tertidur di sampingnya.
"Pagii sayank.." Mey merangkul dada bidangnya,menciuminya lembut di setiap roti sobek didada dan perutnya.
"Sepertinya kamu membutuhkan olah raga pagi yaa?" Pertanyaan penuh arti dan menggoda itu membuat kedua mata Mey membulat, seketika Mey menghentikan aktifitas yang ia lakukan, Mey menatap wajah Tuan Sean malu2, yang dibalas dengan senyum kecil oleh bibir merah Tuan Sean.
"Oppa aku.. Mmmm.." Tuan Sean ******* bibir Mey dengan penuh kelembutan.
"Op.. Oppa.. Tunggu". Mey mendorong dada bidang Tuan Sean perlahan. Tuan Sean hanya menatap wajah Mey yang merah seperti tomat.
"Ak.. Aku.." Mey ragu2 untuk berkata bahwa dirinya tak sanggup lagi meladeni suaminya ini, dia sangat kuat dalam melakukan *** dan bahkan jika sudah berkelimak beberapa kali pun suaminya tak pernah merasa puas, dia akan melakukannya lagi dan lagi sampai ia puas dengan sendirinya, bahkan Mey sering ketiduraan saat meladeninya karna kelelahan.
"Kenapa?' Kamu tidak mau??" Tuan Sean mengangkat dagu Mey, mendekatkannya kewajahnya perlahan.
"Bu.. Bukan nya tidak mau Oppa. Tapi.. Tapi ukhh". Mey tergagap2 dan malu2.
"Tapi apa?' Tuan Sean masih menunggu lanjutan pembicaraan Mey yang gugup itu.
"Mmm.. Oppa tau tidak?'
"Tidak.." seketika Tuan Sean menjawabnya.
"Oppa.. Aku belum selesai bicara ukh'.. Tingkah lucu Mey yang bertingkah seperti anak kecil membuat Tuan Sean menahan tawanya.
"Mmm.. Baiklah, lanjutkan'. Tuan Sean merangkul tubuh Mey dan menaikan Mey ketubuhnya. Sehingga posisi tubuh Mey menindih ke tubuhnya.
"Uukkgggh... Siksaan kemarin malam itu masih sangat terasa melelahkan, bahkan kedua kakiku saja seolah tak sanggup tuk berjalan, jika dilanjutkan lagi mungkin aku ke kantor akan menggunakan kursi rodaa". Tuan Sean hanya terdiap mendengarkan penjelasan Mey.
"Mey...
"Yaa Oppa..
"Bagaimana kalau kita mencobanya saja, kamu kekantor nanti menggunakan kursi roda atau tidak".
__ADS_1
"Haaaaaaah !!".. Mey membulatkan matanya menatap Tuan Sean yang tengah tersenyum menggoda padanya.
"Mmmmm..." Tuan Sean ******* bibir tipis Mey dengan ganas.
"Tunggu.. tunggu opp.. Mmm.." Mey berusaha memberontak memukul2 punggung Tuan Sean. Namun apa daya tubuh Tuan Sean sangat kekar dan kuat.
"Aaaaahhhh... uuuucchhhh.. Oppaaa.. Tung.. guu... Mmmmm..'
"Mey, apa menurutmu saat2 seperti ini masih bisa menunggu?' Jangan mimpi !!.. Tuan Sean mendorong tubuh Mey dan menindihnya.
"Aaaaggggkkkkhhhh....
"Mmmmmm..
"Oouuuuuuuhhh...
"Aaaaakkkkkhhhh....
"Oopppaaaaaaaa...
***
"Sialaaan.. Dasar monster ranjang.. Aaakkkhhh.. Demi uang Mey.. Demi uang.. huuuuuh, sabar aja deeh,toh aku juga menikmati kenikmatan yang dia berikan dan juga aku dapat bayak uang dari nya, sungguh pria idamanku, tapi tetap sajah monster si wajah Es.. Aaagggkkh.. Berengsekk.."
Mey terhuyung2 berpegangan ke dinding sekitar berjalan perlahan sambil ngomel2 tak karuan.
"Wooooww Mey.. Sepertinya tadi malam kamu habis pesta ranjang hahaaa.."
Lisa menghampiri Mey dengan tawa di wajahnya yang ceria di pagi ini.
"Ciiih.. Dasar bocah..." Mey nyibir jutek.
"Hohoo.. Ayo lah Mey, aku dan kamu itu hanya berbeda 3thn saja kan". Lisa berkedip2 meyakinkan.
"Hanya kamu bilang?' Lucu sekali haaa".. Mey tertawa paksa.
"Heheee.. Lagian suami mu itu benar2 penggila *** yaa?' Ku lihat hampir tiap hari kamu kecapean di pagi hari, apa karna meladeni suami mu itu yaa ?'. Lisa geleng geleng kepala dan membantu Mey berjalan.
__ADS_1
"Kau tau apa Lisa, kau haya bocah jomblo yang pengen tau rasanya olahraga ranjang dari ku saja, kalau penasaran yaa lakuin laah, oia aku lupa pacar pun kamu ga punya tuh"..
Mey nyindir dengan blak2 kan.
"Ayo laaah Mey, kau kan tau sendiri, aku tak akan jatuh cinta pada siapapun selain pada pangeran Oppa Sean ku, sudah tampan,kaya,artis,poto model,pengusaha pula,punya segalanya, sempurna deh, dan yang paling penting dari segalanya adalah kedinginannya yang menggoda, uuuuccchhhh yang terbaik dari yang terbaik deh pokonya".. Mey hanya menghela napas mendengarkan penjelasan dari temannya itu.
"Ya..Ya.. Yaaa... Terserah laah"... Mey tak memperdulikannya walaupun yg Lisa bangga2kannya itu adalah suaminya sendiri. Memang tak ada yang tau siapa suami Mey, lagi pula siapa Mey? Hanya simpanan istri idol terkenal di seluruh penjuru, walaupun Mey ingin bilang bahwa idol yang di bangga2kan sahabat2nya itu adalah suaminya. Tapi tak mungkin ada yang percaya kan, mungkin dia akan di anggap gila oleh mereka semua.
"Jangan menilai orang dari luarnya saja, bagaimana kalau sikap dinginnya itu, hayalah penyamarannya saja, mungkin saja kan dia itu adalah monster ranjang super duper mesum.." Mey menatap Lisa yang membulatkan kedua matanya.
"Whahahaa... Itu sih suami kamu kali Mey. Hahaaa dasar... Mana mungkin laah Oppa idol yang di idam2kan semua orang kaya gitu.. Hahaaa gilaa yaaaa.. Hahaaa.."Lisa tertawa puas mendengar kata2 Mey yang menurutnya itu adalah lelucon belaka.
"Ciiih.. Terserahlaah.. yang penting udah ku kasih tau yang sebenarnya tuuuh"..(cih. Dasar bocah, yang loh maksud idol itu suwamiku yang loh bangga2in juga kan?' Dasar deeh)batin Mey. Lisa masih saja tertawa2 sampai ke tempat duduk dia bekerja.
"MMEEEYYYYYY" Teriaknya.
Mey terkejut serentak menoleh ke arah suara.
"Apa siiih, ga usah teriak2 deeh"... Mey perlahan duduk di kursi kerjanya.
"Darurat Mey.. Darurat..." Dia berlari kecil menghampiri Mey.
Mey hanya terdiam melihat tingkahnya.
"Mantan Mey, Mantan..
"Iyaa, kenapa mantan loh ?'
"Bukan mantan gue, tapi mantan loh Mey...
"Mantan gua ?' Mey agak kebingungan. bukannya mantan masalalunya itu berada di korea.
"Dia pulang Mey....."
"Wwhhhaaaattt !!!!!!...
Mey serentak berdiri kaku mematung.
__ADS_1
Bencana besar nih !!!!!!