
KKHAAAAYYYY !!".. Tuan Sean menarik tangan Mey dan membopongnya ke soppa.
"Diam, jangan bergerak". Tuan Sean memdudukkan Mey di soppa dan mulai membungkuk mengobati tangan Mey yang terluka.
"Sakit tidak ?".. Tuan Sean menatap Mey lembut.
"Iyaa.. "Mey merona malu2.
"Tahan yaa, nanti juga ga sakit lagi ko". Tuan Sean meyakinkan.
"Oppa, ku rasa lukaku ga akan sembuh kalau hanya di obatin dan di perban saja ?". Mey menjulurkan bibirnya menatap Tuan Sean, seolah bertingkah layaknya anak kecil yang ingin di manja.
...
...
"Lalu, Oppa harus bagaimana sekarang ?'supaya luka tangan kamu cepat sembuh ?". Tuan sean mengerutkan keningnya bingung.
"Menciumnya.." Mey tersenyum meyakinkan Tuan Sean.
"Mmm.. baiklah ?'Cuupp !!". Tuan Sean mencium tangan Mey yang telah di obatin dan di perban.
"Bagaimana ?'masih sakit !!". Tuan Sean bangkit dan duduk di samping Mey.
"Sedikitt.. Hehee". Mey tertawa seperti anak kecil.
"Mmm.. Oppa tau harus bagaimana ?". Tuan Sean membelai lembut wajah Mey, serentak Mey berhenti tertawa dan menatap tuan sean.
"Bagaimana kalau begini ?"..
"Mmmm !"..
Tuan Sean mencium lembut bibir Mey.
2menit kemudian.
"Sudah tidak sakit kan ?". Tuan Sean melepaskan ciummannya, menatap Mey yang merona seperti tomat.
"Iyaaa.. Cuupp ?". Mey mencium wajah tuan Sean.
...
__ADS_1
...
Mey menjauhkan wajahnya, menghela napas panjang, menunduk terdiam.
"Maap oppa aku salah"..
"Aku tau"..
"Maap, karna aku juga berbohong"..
"Aku juga tau"..
"Oppaa !!". Mey menatap Tuan Sean yang tengah tersenyum menatapnya.
"Oppa ga marah ?".
"Marah ko". Tuan Sean menyender ke soppa, menghela napas panjang dan menutup matanya.
"Sekarang masih ?". Mey menatap Tuan Sean yang menyender ke soppa dengan mata tertutup.
"Tidakk.. "Mey terdiam menyender ke pundak Tuan Sean.
"Kenapa tidak marah lagi ?"..
"Siapa ?"..
"Siapa apa ?"
"Wanita itu.."
"Teman.."
"Bohong.."
"Kenapa ?'kamu cemburu ?"..
"Tidak, hanya ingin tau saja"..
"Kalau oppa bilang, bahwa dia tunanganku, apa kamu cemburu ?"..
"Apaa ?".. Mey bangkit terduduk menatap Tuan Sean yang masih menutup matanya.
__ADS_1
"Benarkah ?"..
"Kamu sekarang cemburu ?"..
"Tidaakk.." entah kenapa ?'Mey merasa sedikit terluka, entah kenapa di dalam hatinya terasa ada sebuah goresan yang menyayat hatinya.
"Baguslaah.." Tuan Sean membuka kedua matanya. Terduduk menatap Mey yang tengah terdiam menatapnya.
"Sudah makan ?"..
"Belum.."
"Kalau begitu, ayo makan".. Tuan Sean bangkit berdiri sambil mengelus dan sedikit mengacak rambut Mey, dia tersenyum lembut menatap Mey yang terdiam.
"Apa benar tunangan ?"..
"Iyaa.. Ayah menyuruhku untuk menikah dengannya demi kebaikan dan kejanyaan perusahaan ku"..
"Apa oppa akan melakukannya ?"..
"Tentu saja.." Jawaban itu membuat Mey terdiam gemetar.
"Tenang saja, setelah aku menikah dengannya, seterusnya terserah kamu mau bagaimana, kamu mau bercerai denganku atau tidak, terserah kamu saja, tapi tentu saja jika kamu menginginkan kebebasan dan bercerai, aku akan memberikan sebagian hartaku padamu".. Mey masih terdiam mendengarkan.
"Ayo cepat makan, aku sengaja bangun pagi2 hanya untuk memasakan makanan kesukaanmu loh". Mey masih terdiam menunduk
"Mmm.. kamu baik2 saja Mey ?".
"Tentu saja.. Heheee". Mey mengangkat kepalanya tersenyum lebar kepada Tuan Sean.
"Baiklah. aku harus pergi sekarang, mungkin beberapa hari ini aku tak akan pulang ke villa"..
"Baiklah hee.."
"Jika kamu butuh sesuatu hubungi saja aku".
"Oke tenang saja oppa".. Mey masih tersenyum menatap Tuan Sean.
"Baiklah. Aku pergi".. Tuan Sean berbalik meninggalkan Mey.
"Sialan.." Mey berbisik menggigit bibir bawahnya. Entah kenapa dia ingin menangis dan menjerit sekencang2nya saat itu juga. Air mata yang hangat mengalir deras di wajahnya, dia menggepalkan kedua tangannya. Tangan yang telah ditutupi perban putih, berubah menjadi merah darah, Membuat luka baru di tangannya.
__ADS_1
Apakah mereka akan bercerai ??"
Komen di bawah👇