Istri Simpanan Oppa Idol

Istri Simpanan Oppa Idol
Bab 14


__ADS_3

Beberapa detik diantara mereka hanya ada keheningan dan deru napas Tuan Sean yang terdengar beberapa kali ngenghela napas panjang.


"Haaaahk. Menurut mu apa yang harus kulakukan Mey ??". Tanya Tuan Sean mengangkat kepalanya yang sedari tadi menunduk di pundak Mey.


"Akh itu ??". Mendengar pertanyaan Tuan Sean. Mey mulai berpikir sebari menatap wajah Tuan Sean yang sulit iya baca saat itu. Wajah yang jarang iya lihat dan temui, ekspresi yang Tuan Sean tak pernah iya lihat sebelumnya membuat nya canggung.


"Oppa, semuanya akan baik-baik saja. Tenang saja kan ada aku". Seru Mey mengelus lembut wajah Tuan Sean.


"Hee, maap. Aku hanya sedikit goyah karna Ayah sudah mulai membaik". Serunya tersenyum tipis pada Mey yang terdiam menatap wajahnya.


"Apa perlu aku ikut Oppa ??". Tanya Mey berbalik membalas senyum pada Tuan Sean.


"Tidak. Lebih baik jangan, kamu tau kan Ayah ku seperti apa ??". Tanya ya yang sedikit menghela napas.


"Baiklah. Aku mengerti". Jawab Mey yang sedikit murung menundukan kepalanya.


...


...


Tuan Sean yang menyadari perubahan wajah Mey itu. Membuatnya tersenyum menahan tawa setelah teringat kejadian sebelumnya.


"Heumn. Sangat disayangkan, padahal tadi itu sangat menyenangkan". Seru Tuan Sean menahan tawanya sambil mengelus kepala Mey pelan.


"Eumn, Maap". Seru Mey yang masih menundukkan kepalanya.


"Tidak apa-apa. Lain kali saja ya".  Tuan Sean mengangkat kepala Mey pelan dan dengan cepat mengecup bibi Mey lembut.


"Cupt. Hari ini kamu sangat agresip Mey. Apa ada yang mengganggu mu". Tanya ya mengelus bibir Mey lembut.

__ADS_1


"Tidak. Aku baik-baik saja Oppa". Seru Mey tersenyum menatap suaminya itu. Entahlah, saat itu di kepala kecil Mey hanya ada kata(apa benar, laki-laki yang ada dihadapanku ini adalah suamiku ??). Mey mengerutkan keningnya menatap Tuan Sean.


"Ada apa ??". Tanya Tuan Sean.


"Apa ini hanya mimpi Oppa ??". Tanya ya pada Tuan Sean.


"Mimpi ??". Tuan Sean sedikit berpikir. "Heumn, mungkin ??". Jawab Tuan Sean mengangkat kepalanya seolah berpikir.


Sedangkan Mey yang mendengar kata-kata Tuan Sean hanya terdiam.


"Haaaahk. Entah kenapa aku berpikir dan berharap semua yang terjadi pada diriku ini hanya lah sekedar mimpi". Seru Tuan Sean menghela napas panjang.


"Be.. Benarkah". Mey yang mendengar kata-kata Tuan Sean kembali menundukan kepalanya, meremas kemeja Tuan Sean. Seolah iya terluka dan sedikit kecewa oleh kata-kata Tuan Sean.


"Iya. Benar, aku hanya berharap terbangun setiap pagi di sampingmu, dan menjaladi hari-hari yang penuh kesederhanaan bersamamu". Jelas Tuan Sean lagi-lagi mengelus kepala Mey.


"Ap.. Apa ??". Gugup Mey menatap Tuan Sean. Sedangkan Tuan Sean hanya membalas nya dengan senyuman hangat di bibirnya.


"Tenang saja Mey, kalau kamu mau aku akan selalu ada di sampingmu". Seru Tuan Sean kembali mengelus ngelus kepala Mey.


"Oppa.. aku ??"..


Drrrrttt.. Drrrrrtttt


Hanpone Tuan Sean yang berdering membuat Mey menghentikan kata-kata nya.


Tuan Sean yang mendengar dering hanpone nya itu dengan sigap mengambilnya di saku celanya.


"Sebentar Mey". Seru Tuan Sean dengan cepat melangkah menjauh dari Mey yang hanya terdiam.

__ADS_1


"Hallo ??"..


"Ya Key, ada apa ??"..


"Iya, aku tau"..


"Baiklah, kita bertemu di RS saja"..


"Oke, aku akan segera ke sana secepatnya"..


"Baiklah".


Kurang lebih itu lah yang Mey dengar saat Tuan Sean berbicara lewat handphone ya.


"Key ??siapa ??". Seru Mey terduduk di ujung tempat tidur.


"Mey, aku harus pergi sekarang". Seru Tuan Sean mengambil baju nya dari lemari yang ada di depan nya.


"Baiklah". Singkat Mey mengiyahkan.


Mey hanya terdiam melihat Tuan Sean yang berganti pakaian.


"Mu ku antar pulang ??"..


"Tidak usah Oppa, aku bawa mobil"..


"Baiklah, kalau sudah sampai villa kabari aku"..


"Baiklah".. Mey terdiam saat Tuan Sean mulai pergi meninggalkannya.

__ADS_1


"Haaaahk. Apa benar dia suamiku ??". Mey berbaring di ranjang Tuan Sean, menutup matanya, mencoba mencerna segala hal yang ada di kepala nya.


__ADS_2