Istri Simpanan Oppa Idol

Istri Simpanan Oppa Idol
Bab 6


__ADS_3

Mey terdiam menatap Tuan Sean.


"Kenapa baru pulang sekarang ?" Dengan tatapan dingin Tuan Sean mengerutkan dahinya.


"Aku.. ada urusan yang ?".. Mey terdiam berpikir.


"Yang apa ?'kenapa tidak membalas pesanku !!" Tuan Sean masih saja menatap dingin tanpa ekpresi.


"Hp ku lobeat Oppa, sungguh aku.. a.. aku tak berbohong". Mey berusaha menjelaskan dengan hati2.


"Ciih.. alasan yang masuk akal dan pembohong yang handal !!". Tuan Sean berbalik membelakangi Mey.


"Oppa, maapkan aku, a.. aku ?'


"Aku tak peduli dengan alasanmu dan kebohonganmu itu, memangnya aku benar2 peduli apa dengan dirimu ?'sungguh menjengkelkan". Tuan Sean melangkah pergi.


"Ku pikir, orang yang mengatakan bahwa dia akan merindukanku jika aku tak pulang itu benar, ternyata !!Ciih.. menjijikan". Mey terdiam mematung mendengar kata2 Tuan Sean.


"Tunggu Oppa ?'. Mey menarik pakaian Tuan Sean, menghentikan langkahnya.


"Aku benar2 minta maap Oppa". Mey menatap punggung Tuan Sean yang tegak membelakanginya, berharap Tuan Sean akan berbalik menatapnya dengan tatapan hangatnya dan memeluknya menenangkan hatinya yang terluka, tapii !!..


"KAU TAU TIDAK MEY ?DEMI KAMU AKU MEMBATALKAN SEMUA JADWAL PEMOTRETAN DAN ACARA PENTINGKU DI LUAR KOTA, ITU SEMUA DEMI BISA MENEMANIMU !!" Tuan Sean berteriak dengan nada marah, Mey terdiam kaget.


"Aku hanya tak mau kamu kesepian dan merasa sendiri saja Mey, tapi apa balasanmu padaku?'penghianatan yang sangat menjijikan". Tuan Sean menggepal tangannya menahan amarah.


"Oppa aku ?'..


"BERANINYA KAMU MEY !" Tuan sean berbalik mencengkeram tangan Mey kuat2, Tuan Sean menyeret dan melemparkan Mey ke soppa.


"AAKKHHH !!".. Mey terdiam menundukan kepalanya, membendung air matanya yang seakan ingin mengalir.

__ADS_1


"Hukuman apa yang layak untuk penghianat sepertimu yaa ?". Tuan Sean menatap Mey yang menunduk terdiam dengan tatapan dinginnya.


"SIAPA PRIA YANG MENCIUMMU !!" Tuan Sean menarik tangan Mey kuat2 membuat Mey meringis kesakitan menatap Tuan Sean.


"Oppaa... aku akan menjelaskannya, tolong lepaskan tanganku dulu, ini sangat menyakitkan !!" Mey meringis kesakitan dengan tangan yang terluka ditambah cengkeraman Tuan Sean yang menarik tangannya kuat2, Tuan Sean terdiam menatap tangan Mey yang terluka.


"Kenapa tanganmu ?apa laki2 itu menyakitimu ?". Tuan Sean menatap dingin tangan Mey yang berdarah.


"Ini..


"Sayank, kenapa teriak2 ?'aku hawatir padamu dan cepat2 menyelesaikan mandiku !!" Seorang wanita cantik menuruni anak tangga, menatap Tuan Sean dengan senyumannya.


...


...


Mey menatap wanita itu bingung,(cantik sekali,siapa dia?kenapa ada disinih?dari kapan?". Batin Mey yang dipenuhi oleh pertanyaan!!) Mey menatap kembali Tuan Sean yang menatapnya tanpa ekpresi di wajahnya.


"Tidak apa2, kamu sudah selesai mandinya?". Tuan Sean seketika melepaskan tangan Mey dan berbalik menatap wanita itu dengan senyuman hangatnya.


"Bukan siapa2, jika kamu sudah selesai, ayo kita pergi untuk mencari penginapan".


"Mmm.. tidak jadi tidur di sinih". Wanita itu merangkul pundak Tuan Sean dengan tubuh yang amat menempel ke tubuh Tuan Sean.


"Tidakk, ayo pergi". Tuan sean menurunkan kedua tangan wanita yang merangkul pudaknya, melangkah hendak pergi meninggalkan Mey yang masih terdiam duduk di soppa, wanita itu menatap Mey dingin dan tatapan tidak sukanya, sedangkan Mey hanya menatap Tuan Sean yang semakin jauh meninggalkannya. Tak lama wanita itu juga melangkah menyusul Tuan Sean.


BRAAAAKKKK ".pintu tertutup, dan suasanapun hening seketika.


"Hiks.. Hiks.." Mey terduduk memeluk kedua kakinya menumpahkan tangisan yang dia bendung sedari tadi.


"Huhuuuuu... Hiks.. Hiks.. huhuu.. Sakiiitt ?? Semua bagian di dalam dan di luar tubuhku sangat amat sakiiitt. Rasanya aku ingin MATI !!".

__ADS_1


***


Pagi hari pukul 07.00


"Mmm.. silau sekali ??". Mey membuka matanya perlahan, mengucek kedua matanya yang lembam karna menangis semalaman.


"Haaaah ??siapa yang !!".. Mey terduduk menatap selimut yang menutupi seluruh bagian tubuhnya. Beranjak dari soppa dan mencari2 sosok yang dia cari, berlari kesanah kemari, namun tak ada seorangpun di villa itu.


"Oppaa ??Oppaa.. kamu dimana !!" Mey berlari kecil ke arah tangga, mengecek seisi ruangan di lantai2, tapi tak ada siapapun, Mey kembali turun berjalan ke arah dapur.


"Hhaaaah ?apa lagi ini !!".. betapa kagetnya saat Mey melihat makanan yang telah tersusun rapi dan terlihat enak di meja makan itu.


BRAAAKKK".. Mey terkejut berbalik saat suara pintu yang terbuka lalu tertutup kembali. Mey melangkah cepat ke ruang tamu.


...


...


"Sudah bangun ?". Betapa kagetnya saat Mey melihat Tuan Sean yang berdiri di hadapannya dengan sekantung keresak penuh obat2tan dan perban.


"Sudah makan?' Jika sudah, ayo sinih obati tanganmu yang terluka". Tuan Sean melangkah membelakangi Mey menuju soppa.


"Oppa.." Mey melangkah cepat dan memeluk Tuan Sean dari belakang.


"Apa ?" singkatnya lembut.


"I LIKE YOU OPPA".. Tak terduga kata2 itu terlontar dari mulut Mey.


"Mmm.. apa kamu salah minum obat?kenapa setelah bangun tidur mulutmu terdengar sangat manis !!". Seketika Mey tersenyum di balik punggung Tuan Sean yang iya peluk erat.


"Kenapa? Mau olahraga ranjang di pagi hari !!". Kata2 itu membuat Mey membulatkan kedua matanya !!"

__ADS_1


"Mau ??" Tuan Sean bertanya sekali lagi, Mey masih saja terdiam.


KHHAAAYYYY !!" Tuan Sean menarik tangan Mey dan !!...


__ADS_2