Istri Yang Baik

Istri Yang Baik
TANDA TANYA


__ADS_3

**Tiga Bulan berlalu,tidak terasa kinar sudah tiga bulan menjadi istri Irsyad Abdul Malik,Kinar pikir dia tidak bisa bertahan selama ini ternyata kinar mampu melewati nya. hari week end kinar tidak suka jalan jalan,biasa nya jika libur seperti ini kinar akan tidur sepuas nya,keadaan sudah berbeda,dengan sedikit pusing Kinar membersihkan rumah,mengepel,mencuci dan menyetrika pakaian,sungguh Kinar seperti ibu rumah tangga yang sempurna,pekerjaan terakhir mengepel


  Belum selesai mengepel perut kinar terasa begitu mual,dengan terburu buru Kinar berlari ke kamar mandi bawah,perut ku mual dan rasa nya ingin muntah tapi tidak ada yang keluar,keringat dingin membasahi wajah nya,mungkin karena aku kelelahan.


Dengan langkah lemas aku mengambil kain pel dan ember berisi air dan


  Bugh


  aku mendengar sesuatu jatuh dan ternyata Irsyad yang jatuh tergelincir,aku tersenyum ke arah nya,karena baru kali ini aku melihat Irsyad terjatuh dan itu tepat di hadapan ku


  "kau sengaja ingin mencelakai ku?kata nya dengan berusaha berdiri,aku tidak menjawab nya karena aku tidak mood untuk melawan nya


  "kalau kau tidak bisa membersihkan rumah jangan melakukan nya,karena aku tau kau tidak memiliki bakat untuk itu"aku tersenyum dengan memijit kepala ku yang terasa berat


  "tumben kau hanya diam,biasa nya kau akan selalu menjawab


pertanyaan ku"sekali lagi aku tidak menjawab nya lebih memilih mengembalikan ember dan kain pel.


  "ada apa dengan Kinar,kenapa dia hari ini berbeda,tidak kenapa aku jadi perduli terhadap nya,tapi dia memang berbeda,selama tiga bulan aku hidup bersama nya sekarang aku sudah mulai tau watak dan kepribadian nya"


  Setelah selesai Kinar ke dapur untuk membuat kan kopi dan sarapan untuk nya,meski dia sering memarahi ku,menyakiti hati ku tetap aku tetap seorang istri. untuk menu aku membuatkan nasi goreng ala ala,lagi lagi aku merasakan mual,irsyad memandangi ku yang sedang tutup hidung,aroma nasi goreng membuat ku benar benar mual.


  "jika tidak ingin membuatkan sarapan untuk ku jangan repot repot,karena nanti yang ada masakan mu membuat ku masuk ke


rumah sakit"Irsyad semakin heran melihat Kinar yang tidak merespon ejekan nya,apa yang terjadi pada Kinar. dengan cepat Kinar meletakkan nasi goreng di meja makan dan tanpa menyuruh Irsyad untuk menyantap nya,karena Kinar berjalan ke kamar mandi bawa,Irsyad semakin heran melihat sikap Kinar


  Kinar membaringkan tubuh nya di karpet permadani di depan tv dan menarik selimut untuk menutupi tubuh nya yang terasa dingin dan menggigil


  "jika sakit pergilah berobat"Kinar tetap tidak bersuara,Irsyad menyantap nasi goreng buatan Kinar yang memang terasa lezat. sisi Kinar yang tidak pernah di ketahui Irsyad kalau Kinar ternyata pandai memasak.


  Suara langkah kaki begitu kuat terdengar di telinga kinar,itu langkah kaki Susan karena Kinar


paham betul langkah kaki Irsyad,Kinar sudah menduga pasti mereka akan keluar,


  "sayang......"panggil Susan dengan suara manja nya,sungguh membuat gendang telinga kinar ingin pecah,Irsyad keluar dari kamar


  "kamu datang sayang?tanya Irsyad dengan melihat Kinar yang sedang tertidur,sedikit pun Kinar tidak bergeming

__ADS_1


  "keluar yuk aku bosan neh"


  "sebentar aku ganti baju dulu ya"Susan menganggukkan kepala,untuk menunggu Irsyad,Susan berjalan menuju pantry di mana Kinar yang selalu menyediakan sarapan pagi dan malam untuk Irsyad,di piring bekas nasi goreng yang tidak tersisa,begitu juga dengan segelas kopi yang sudah habis.


Irsyad turun dan berjalan mendekati Susan dan hanya melirik sedikit ke arah kinar yang sedang tidur


  "istri kamu mana?


  "lagi tidur"


  dengan bergandengan mesra mereka meninggalkan Kinar,


  "apa aku hamil?tapi tanda tanda ini menunjukan kalau aku hamil,lebih baik aku ke apotik depan,aku ingin membuktikan aku beneran hamil atau hanya masuk angin"


  tidak membutuhkan waktu lama,hanya kurang dari lima belas menit Kinar sudah kembali ke apartemen,karena Kinar merasa penasaran dan langsung mencoba nya,ketiga testpack di coba sekaligus


  "benar dugaan ku"ketika Kinar melihat ketiga testpack bergaris dua dan berwarna merah cerah"aku tidak


perlu memberitahu kan hal ini kepada Irsyad karena aku yakin dia tidak akan perduli,lebih baik aku membuang nya tidak aku akan menyisahkan satu untuk bukti,bukti apa,,,bukti kalau aku benar benar hamil,maafkan mami sayang bukan niat mami menyembunyikan kamu tapi waktu nya belum tepat"


  setelah membuang alat testpack Kinar kembali lagi ke karpet depan tv,dan merebahkan tubuh nya di sana,Kinar tidak tau jam berapa Irsyad pulang karena Kinar benar benar tertidur pulas


  Rasa penasaran Irsyad membuatnya setelah mandi turun ke bawah dan masih sama


mendapatkan Kinar masih tertutup selimut dengan rapat,mungkin Kinar lelah karena tidak pernah bekerja seperti ini,lebih baik biarkan saja,batin Irsyad.


  Seperti kemaren kinar bangun dengan cepat karena pagi ini perut nya terlalu mual,dengan sedikit malas Kinar membuatkan sarapan dan secangkir kopi untuk Irsyad setelah itu dia mandi dan langsung ke kantor dan Kinar sempat membeli susu dan kotak nya di buang sehingga tidak membuat Irsyad tau kalau kinar lagi hamil.


  Sesampai nya di kantor Kinar langsung mengerjakan laporan laporan yang membuat nya tambah mual,sungguh melelahkan,


  "non keruangan ku sebentar bisa"Kinar mengirim pesan ke nina


  "tumben,ada hal penting?pesan masuk


"aku pengen ngobrol?mengirim pesan


  "oke,siap bos"pesan masuk,hanya butuh tiga menit menuju ruangan Kinar,

__ADS_1


  "ada apa sobat ku?


  "lama banget?


  "ya ampun cuma tiga menit kamu bilang lama banget"aku tersenyum"kamu lagi galau"tanya Nina dengan menatap wajah Kinar yang pucat


  "gak"


  "lalu kenapa?


  "makan mie ayam di seberang jalan yuk?


  "ha"Nina terkejut"gila Lo,,gua pikir apaan,lagian masih jam sepuluh neng"


  "tapi aku kepengen"


"kamu lagi ngidam"


  "apaan seh Lo"


  "santuy neng,secara kamu kan udah punya suami jadi wajar dong kalau kamu itu bunting"


  "kamu pikir aku kucing"


  "maksud aku hamil"kami tertawa


  "Ayuk dong nin"


  "kamu lapar atau,,,,"


  "udah buruan"Kinar mengambil tas nya dan menarik tangan Nina untuk keluar dari ruangan Kinar


  "Cika"panggil Kinar,Cika langsung berdiri


  "ya Bu"


  "kalau ada yang mencari saya bilang ya saya ada urusan sebentar"

__ADS_1


  "iya Bu"Kinar menarik tangan Nina untuk menuju lift,Nina hanya mampu tersenyum melihat tingkah sahabat nya yang tidak seperti biasanya**..


__ADS_2