Istri Yang Baik

Istri Yang Baik
MENYESAL


__ADS_3

**Begitu sampai aku langsung masuk ke rumah orang tua ku,rumah begitu sunyi.biasa nya kalau jam segini hanya mama seorang di rumah,karena papa pasti di kantor.


  "ma,,,mama"aku menyusuri ruangan tapi aku tidak menemukan mama


  "mama kemana kok gak ada,bi,,bibi,,,,"


  "iya non"


  "mama kemana bi?


  "kata nya bulan madu gitu non"


  "ha"aku terkejut"bulan madu bi?yang nikah siapa yang bulan madu siapa?tanya ku,bi Mumun tersenyum


  "kata nya di rumah sunyi non,biasa nya ada yang di marah,ada yang berteriak sekarang udah tidak ada non"


"kalau memang rumah ini sunyi setelah pernikahan ku,kenapa mama sama papa nikah kan aku bi?


  "kalau itu ma bibi tidak tau non"aku berlalu dari hadapan nya,


  "mau kemana non?


  "mau tidur bi"dengan malas aku membaringkan tubuh di ranjang keistimewaan ku


  "aku menyesal ma,sebenar nya mama sama papa bahagia tidak sih melihat aku menikah dengan suami yang mama jodohkan ke aku?aku menarik nafas ku dan aku pun tertidur,aku memang memiliki hobi tidur dari dulu,orang orang kalau libur suka jalan jalan beda dengan aku lebih suka menghabiskan waktu dengan tidur di rumah,aku di kejutkan dengan suara ponsel yang berdering di sebelah ku dan Tante TATIT


  "halo"suara di seberang sana


"ya"sahut ku dengan maka


  "kamu lupa?


  "lupa?tanya ku


  "iya apa kamu lupa kalau kamu sudah menikah dan kamu harus tinggal di rumah mami"ya aku benar benar lupa kalau aku sudah menikah dan sekarang aku sudah memilik suami


  "maaf Tan,aku benar benar lupa"


  "lekas lah pulang,Irsyad suami kamu sudah pulang"


  "iya tan"aku bangkit dan menyusun baju ku yang hanya beberapa stek dan setelah itu aku turun


  "bi"


  "iya non"


  "aku pulang dulu ya bi"


"kemana non?

__ADS_1


  "kerumah suami ku bi"


  "iya non,iya"rasa nya aku begitu berat meninggalkan rumah ini karena dari masih dalam kandungan aku tinggal di sini dan sekarang aku harus meninggalkan rumah ini.ah kenapa aku harus sedih to aku bukan pindah ke luar negri,


  mobil melaju pelan menuju rumah mertua dimana suami ku tinggal,begitu aku sampai aku masuk dengan menenteng tas ku dan rumah ini sama juga sunyi karena kedua adik mas Irsyad tidak tinggal di sini tapi di luar kota meneruskan studi nya,aku langsung masuk ke dalam kamar,aku melihat mas irsyad sedang tidur di ranjang ke sayangan nya,aku membuka lemarinya dan


  "jangan menaruh apa pun di dalam lemari ku"alangkah terkejut nya ya aku,lemari dan ranjang nya tidak ingin berbagi padaku,baiklah


aku meletakkan tas ku di lantai setelah itu aku keluar


  "kamu mau kemana?aku menghentikan langkah ku


  "jika tidak ingin berbagi ranjang dan lemari pada ku untuk apa aku tinggal di kamar ini"


  "kamu istri ku"


  "lalu?tanya ku dengan membalikan badan ku ke arah nya


  "aku capek jadi kamu pijit kan kaki ku"perintah nya,sebenar nya aku ingin menolak tapi,ah sudah lah,aku mendekati nya dan memijit kaki nya,dengan pelan


  "kamu sudah makan apa belum?tumben dia bertanya seperti itu"jangan gr kamu,aku bertanya seperti itu karena pijitan tangan mu seperti sedang mengelus ku sehingga membuat gairah ku naik"


deg suara jantung ku,benar dengan cepat dia membalikan tubuh ku dan seketika dia melakukan nya tanpa merasa canggung atau pun malu,ini kedua kali nya dia melakukan nya,rasa nyeri di pangkal paha ku masih terasa di tambah lagi ini,aku heran dengan sikap nya,cuek dan mengesalkan tapi dia menginginkan tubuh ku,setelah itu aku menarik selimut untuk menutupi tubuh ku


  "kamu jangan menganggap ku kalau aku mencintai mu"kata nya pelan,aku melirik ke arah nya"karena aku tidak ingin melampiaskan semua nya pada ke kasih ku,karena aku tidak mau merusak nya"


  "jadi kamu melakukan ini pada ku karena kamu ingin merusak ku?tanya ku pelan"kalau kamu saja tidak ingin berbagi ranjang dan lemari kenapa kamu mau berbagi,,,,,"


  "kamu menganggap ku orang lain?ada rasa sakit menjalar di hati ku"aku sekarang paham,jadi tidak perlu kamu mengatakan lagi"aku bangkit menuju kamar mandi,di sana aku menangis dan aku tidak menghiraukan leherku yang jenjang penuh tanda merah kehitaman.


  "cepatlah aku juga ingin ke kamar mandi"


  "iya,aku tau karena kamu juga tidak ingin kan berbagi kamar mandi pada ku"aku keluar dengan hanya memakai handuk,dan rambut basah ku gerai, aku tidak perduli memakai baju di hadapan nya bukan kah dia sudah melihat semua sebelum nya,setelah selesai aku turun dan duduk di sofa di depan tv,


  "kamu sudah pulang?tanya Tante TATIT


"sudah Tan"sahut ku malas


  "kamu kenapa?


  "lagi gak mood Tan"


  "kenapa?


  "mama sama papa pergi bulan madu"


  "mereka yang bulan madu kenapa kamu yang sewot"


  "bukan begitu maksudku Tan,yang nikah siapa yang bulan madu siapa?

__ADS_1


  "jadi kamu ingin berbulan madu?


  "tidak"


  "lalu?


  "aku hanya takut ketika mama sama papa pulang mereka akan memberi ku seorang adik"Tante TATIT langsung tertawa ngakak


  "masak iya"


"bisa saja kan?


  "mudah mudahan"


  "mudah mudahan apa tan?


  "itu memang benar"


  "apaan sih Tante"


  "biar kamu semangat membuat cucu buat mami"aku tersenyum malu


  "sedang di usahakan Tan,tapi Allah yang menentukan"jawab ku pelan dengan melihat ke arah suami dingin ku yang sedang melangkah menuju ke arah kami,ketika dia ingin duduk di sebelah ku dengan buru buru aku bangkit


  "mau kemana?


  "haus Tan"aku hanya ingin menghindar,dengan langkah tergesa gesa aku menuju lemari pendingin dan menuangkan air ke dalam gelas dan aku meneguk nya sampai habis


"kamu tidak sedang marahan dengan suami kamu kan?


  "he,tidak"


  "kenapa kesan nya kamu berusaha menghindar?


  "itu hanya perasaan Tante saja"


  "perasaan mami saja atau filing mami memang benar"aku terdiam menatap nya,memang filing seorang ibu itu tidak bisa di bohongi,sepintar apapun kita berusaha menutupi nya mereka akan tetap mengetahui nya


  "Tante bisa saja"


  "eh kenapa tato kamu makin banyak dan semakin hitam?


  "jangan menggoda ku Tante?


  "mudah mudahan cepat jadi cucu mami di sini ya"Tante TATIT mengusap perut ku"mami ingin menimang cucu,jika mereka hadir pasti rumah ini sangat ramai"aku tersenyum,aku melihat kesedihan di


wajahnya,mudah mudahan tante,


meski mas Irsyad belum

__ADS_1


menerima ku tapi dia sudah menanam


benih nya di rahimku**..


__ADS_2