
**Begitu sampai aku turun dengan membawa barang ku dan mengikuti langkah mas irsyad dari meja makan sampai apartemen pun kami tidak saling buka suara,itu lebih baik,kami bukan kawin kontrak atau sejenis nya,sehingga tidak memiliki perjanjian apa pun,tapi yang masih ingat di kepala ku kalau dia tidak ingin berbagi ranjang dan lemari tapi dia mau berbagi tubuh pada ku.
pintu lift terbuka dan kami sama sama masuk lantai 23 pintu lift terbuka,aku masih mengikuti langkah ku,pintu apartemen terbuka,kelihatan kecil sekali apartemen ini tapi terlihat mewah,aku masih diam mematung karena hanya ada satu kamar,dia sebenar nya niat tidak sih mengajak ku tinggal bersama,
"kenapa kamu diam di situ?membuat ku tersentak,aku tetap diam menatap nya
"kamu dengar"
"aku tidak tuli"
"lalu kenapa diam?
"apa yang harus aku lakukan?
"kemasi barang mu"
"kemasi?tanya ku dengan tersenyum"bukan kah kamu tidak ingin berbagi lemari dan ranjang pada ku?dia menatap ku dengan tatapan sinis
"kalau kamu memang tidak berniat mengajak ku tinggal bersama lebih baik aku ngontrak saja"
"kemasi,,dan ingat jangan senang dulu karena aku terpaksa"aku tersenyum
"sudah aku duga"sahut ku masuk ke dalam kamar menyusun barang ku
"dan ingat jangan pernah menyentuh barang ku"
"kalau kamu tidak ingin barang kamu di sentuh maka kamu jangan menyentuh barang ku"
"aku tidak pernah menyentuh barang mu"Jawab nya
"kamu yakin tidak pernah menyentuh barang ku?
"aku sangat yakin"
"lalu ini"kata ku dengan menunjuk leher ku yang penuh dengan tato,dia menatap ku tanpa berbicara
bel berbunyi dengan cepat dia melangkah menuju pintu dan membuka pintu ternyata Susan mereka berpelukan tanpa menghiraukan ku yang merasa tidak di hargai,aku tersenyum melihat mereka,mereka langsung melepaskan pelukan nya,dengan tatapan tidak suka Susan menatap leher ku
"kamu bohong beb,kata nya kamu gak akan tidur dengan nya tapi leher nya?kata nya dengan menunjuk leher ku
"leher nya kenapa?tanya nya"itu bukan perbuatan ku beb,percayalah"kata nya dengan memegang kedua pipi kekasih nya,aku hanya tersenyum,aku tidak ingin melihat semua nya dengan langkah cepat aku meninggalkan mereka,mungkin ini lebih baik buat ku
"dia kenapa yang,marah?
__ADS_1
"jangan kamu pikirkan"
"lalu kalian satu ranjang?
"tidak,dari pertama kami menikah kami tidak pernah satu ranjang,dia tidur di sofa"bohong nya,bagaimana mungkin Irsyad membiarkan tubuh indah kinar di biarkan begitu saja sementara terpampang nyata di hadapan irsyad
"sayang"suara nya begitu manja kesan nya seperti wanita binal anggap saja seperti itu.
"jika kamu tinggal di sini aku akan lebih bebas menemui mu kapan saja"
"jangan terlalu sering kemari?
"kenapa kamu tidak suka dengan kehadiran ku?
"bukan begitu maksud ku sayang?
"lalu?
"aku takut kedua orang tua ku dan kedua orang tua nya melihat keberadaan mu di sini,apa kata mereka nanti"
"kamu takut?
"aku tidak takut,yang aku takutkan mereka akan membuat kamu tidak tenang"Susan tersenyum manja
sementara aku sedang duduk di lobi memainkan ponsel ku,seharus nya aku ke kantor saja jadi aku tidak seperti tamu yang berkunjung di rumah ku sendiri,aku menuju lift dan langsung masuk untuk menuju apartemen.aku tidak perduli apa yang sedang mereka lakukan benar begitu pintu aku buka mereka sedang duduk santai di sofa sedang bermesraan,aku tidak perduli sungguh aku tidak perduli apapun yang akan mereka lakukan,
"hai Kinar"sahabat ku satu satu nya yang paling dekat dengan ku,karena aku orang nya tidak suka bergaul sehingga hanya beberapa teman yang aku punya bahkan cuma hitungan jari
"kamu Nin?
"kirain kagak masuk lo?
"tidak ada alasan untuk tidak masuk kantor"
"ada"
"apa?
"santai neng,alasan nya karena kamu sedang menikmati masa masa pengantin baru"
"basi tau"
"kok basi sih"
__ADS_1
"baru juga dua Minggu Lo nikah udah basi"aku tersenyum dengan mencubit pipi nya yang gemul"sakit tau Kin,eh mana suami Lo"
"lagi si rumah sedang beres beres"
"yakin Lo dia sedang beres beres?
"kenapa gak Nina"jawab ku"udah ah aku kerja dulu"
"telat udah jam sebelas bentar lagi juga istirahat"
"maka nya sebelum jam istirahat aku kerja dulu sayang,buruan ah keluar aku mau Kosen dulu dengan kerjaan ku"
"sejak kapan?
"hari ini,,,buruan ah"aku mengusir nya,aku tidak ingin mengatakan kalau aku sedang dilema,karena aku tau pasti akan banyak pertanyaan yang membuat ku tambah dilema,waktu berjalan begitu cepat,
"kamu tidak pulang kin?
"bentar lagi Nin,kamu duluan aja"
"oke"suara tawa dan canda begitu ramai aku dengar pasti mereka senang akhir nya jam pulang pun tiba,tidak dengan aku jika aku pulang sekarang aku takut bukan takut sih malas melihat mereka berdua masih di rumah,
Jam sudah menunjukan angka 19.00wib aku masih malas beranjak dari kursi ku,aku masih sibuk menyelesaikan pekerjaan ku
kling pesan dari wa
"kamu kenapa belum pulang,aku lapar"mas Irsyad,aku tidak membalas nya
"kenapa cuma kamu read aja dan kenapa tidak kamu balas?
cerewet banget sih ini orang
"aku bukan pembantu mu,jika ingin makan delivery saja atau
makan di luar,tapi bukan nya kamu masih bersama dengan Susan?jika iya kenapa kalian tidak makan di luar saja?kirim
tidak ada balasan,berarti dugaan ku benar kalau mereka masih bersama,nafas ku tiba tiba serasa sangat berat,aku bisa mati dengan cepat kalau seperti ini.
sebenar nya aku masih betah tinggal di kantor tapi aku harus pulang,jam sudah menunjukan 21.00.dengan langkah malas aku meninggalkan kantor dan menuju rumah,aku putar handle pintu ternyata tidak di kunci
"apa yang kamu lakukan di kantor sehingga kamu pulang jam segini?tanya nya aku tidak menjawab dan berjalan menuju kamar
"aku bertanya?oh aku tau pasti kamu marah,kecewa dan sakit hati melihat kami berdua sedang
__ADS_1
berrmesraan"aku hanya tersenyum,aku tetap diam
"aku ingin mandi"pamit ku,setelah itu aku mengguyur kepala ku yang benar benar terasa sangat berat**.