Istri Yang Baik

Istri Yang Baik
MASIH ADA YANG BERUBAH


__ADS_3

**Kinar menuruni anak tangga dengan pelan pelan karena kinar merasa kepala nya masih terasa pusing tapi sebelum Kinar turun kebawah Tante TATIT sudah menyusul nya ke atas


  "ada apa mam?tanya Kinar bingung


  "ikut mami sebentar ya sayang"ajak Tante TATIT dengan menggandeng tangan kinar dengan lembut"Kinar dengar mami ya sayang,coba kamu bercermin?kata Tante TATIT ketika di dalam kamar Irsyad


  "kenapa mam?tanya Kinar bingung


  "buah dada kamu begitu mengembang dan seperti menantang"


"masak sih mam"jawab kinar dengan memegang buah dada nya



"tapi seperti nya memang iya seh mam"


  "nah tu kamu tau sayang"jawab Tante TATIT dengan tersenyum"mulai besok kamu harus pakai baju yang lebih longgar seperti daster atau,,,?


  "tapi aku gak mau mam,nanti mas Irsyad akan tau kalau aku sedang hamil"


  "kenapa bukan kah ini anak nya Irsyad?tanya Tante TATIT dengan memegang perut ku"sekarang kamu pakai baju daster mami ya sayang?


  "kalau itu mau nya mam pasti aku turuti"


  "anak pintar,tunggu sebentar ya"Tante TATIT keluar,kinar masih bercermin memperhatikan bentuk tubuh nya,karena selama ini Kinar tidak memperhatikan bentuk tubuh nya yang berubah,tidak berapa lama


Tante TATIT masuk dan membawa baju daster


  "kamu pakai ini ya"Kinar mengambil baju daster dari tangan Tante TATIT,dan membawa nya ke kamar mandi Irsyad


  "nah coba perhatikan,bokong kamu juga mengembang,kalau Irsyad ngeh pasti dia tau ada yang berubah pada tubuh kamu"


  "mam membuat aku malu"senyum Kinar dengan wajah memerah.daster yang Kinar pakai terasa pas di tubuh kinar,meski panjang nya sebetis tapi terasa nyaman


  "sekarang turun yuk?Tante tatit kembali menuntun kinar seperti anak kecil


  "eh Kinar,makan yuk"?om Irfan juga baik sekali sama Kinar


  "iya pap"Kinar duduk di depan om Irfan

__ADS_1


"pap lihat kamu pucat Kinar,apa kamu sedang sakit?Kinar terdiam dan tersenyum


  "tidak pap"


  "pap tau pasti Irsyad tidak membiarkan mu tidur dengan tenangkan?


  "papi!!bentak Tante tatit


  "kenapa mam?


  "papi,mami bukan mam,yang boleh manggil mam itu hanya Kinar"


  "tapi pap senang dengan panggilan itu mam?


  "seperti lelaki binal"


  "laki laki itu tidak ada yang binal mam,yang ada perempuan binal"Kinar hanya tersenyum tiba tiba Kinar merasakan mual,Kinar buru buru lari menuju wastafel,Tante TATIT mengejar nya membuat om Irfan tersenyum


"Hoek,Hoek"


  "kamu jangan lari lari sayang"kata Tante tatit dengan memijit tengkuk Kinar


  "mual sekali mam"jawab Kinar lemas dengan bersandar di wastafel


  "percuma mam,aku udah ke dokter,ini juga bekas infus untuk mengurangi rasa mual mam"


  "lalu"?tanya Tante tatit begitu khawatir terjadi kepada calon cucu dan menantu nya


  "pengen makan rujak mam"kata Kinar dengan manja


  "oh ternyata calon cucu oma pengen makan rujak ya"?kata Tante tatit dengan membelai perut kinar,rasa nya Kinar ingin menangis,Kinar tidak menyangka dulu Tante tatit sering kali menarik telinga kinar ketika diri nya berebut


mainan dengan Imran dan Isan sekarang justru sebalik nya Tante tatit begitu menyayangi nya.


  "kamu tidak apa apa Kinar?


  "terima kasih udah menyayangi ku mam"


  "eh kenapa kamu menangis,ingat Kinar kamu bukan saja keponakan mam,bukan juga menantu mam tapi kamu anak mam"kata tante tatit dengan menghapus air mata Kinar"kamu tau Kinar kenapa mam begitu maksa Irsyad untuk menikahi kamu?kinar menggelengkan kepala

__ADS_1


  "mam tidak memiliki seorang anak perempuan Kinar"tampak wajah sedih nya"mam sudah tua hanya Irsyad yang bisa memenuhi keinginan mam,karena mam takut Irsyad akan memilih istri yang tidak sesuai mam inginkan,dan kamu tau jika seorang ibu tidak memiliki anak perempuan bagaimana dengan hari


tua nya Kinar"kini Tante tatit menitik kan air mata"kamu adalah wanita yang tepat menjadi pendamping Irsyad karena mam tau kamu tidak ingin menyakiti hati mertua mu sekaligus Tante mu ini,dan mam tidak bisa mengharapkan Imran dan Isan"Kinar memeluk Tante Kinar


  "eh ada apa ini?tanya om Irfan heran melihat kami berpelukan"kalian berdua seperti teletabis"kata om Irfan dengan tersenyum"mam,pap mau keluar ya ada acara ngumpul bareng teman teman pap"


  "awas kalau perempuan ya Pi!!!ancam Tante tatit,tapi om Irfan malah memeluk dan mencium Tante tatit,sungguh Kinar merasa ini melihat pemandangan ini,meski usia mereka tidak mudah lagi tapi masih kelihatan romantis


  "hati hati Pi"


"oke mam"Kinar hanya mampu tersenyum melihat pasangan yang berada di depan nya,dengan setia Tante tatit mengantar suami nya ke depan sambil memegang punggung nya.


  kinar merasa mual kembali bahkan ini lebih parah dari yang sebelum nya,keringat dingin membasahi wajah nya yang pucat,Kinar berpegangan erat di dinding wastafel,tangan kanan memegang wastafel dan tangan kiri memegang perut nya,Kinar berusaha menampung badan nya dengan kedua kaki nya,Kinar masih muntah muntah tapi tidak ada yang di keluarkan,pandangan nya mulai kunang kunang,Kinar takut


  "mam!!!!panggil nya lemah,akhir nya kinar tidak mampu berdiri dan terduduk di lantai,hingga


"Kinar!!!!jerit Tante tatit dengan memegang tangan Kinar yang begitu


dingin,keringat membanjiri wajah nya yang pucat


  "Bi,bii!!!!!


  "iya nya"


  "bantu saya bi,bantu saya bawa Kinar ke rumah sakit"bi Sumi dan Tante tatit membawa kinar ke dalam mobil dan selanjut nya Kinar tidak ingat apa yang terjadi


  "gimana dok dengan anak saya?Kinar mendengar suara Tante tatit samar samar


  "jangan khawatir Bu,anak ibu tidak apa apa,ini nama nya ngidam,cuma ngidam nya mengalami morning Sickness yang lumayan,nanti kalau di rumah harus banyak minum air putih hangat ya Bu atau kalau mau minum teh manis pakai jeruk lemon yang di peras mungkin itu bisa mengurangi rasa mual nya,dan jangan lupa minum vitamin dan obat anti mual nya Bu"


"terima kasih dokter"Tante tatit tidak menyadari kalau diri nya sedang memakai baju daster sama seperti Kinar,Tante tatit masuk ke dalam ruangan dimana Kinar sedang di rawat


  "kamu sudah bangun sayang?tanya Tante tatit dengan memegang tangan Kinar yang dingin dan berkeringat,wajah nya yang cantik tapi begitu pucat,bulatan hitam di bawah mata nya seperti panda


  "kita pulang aja yuk mam?ajak Kinar lemah


  "tapi kamu masih sakit sayang"


  "mam lupa kalau aku itu tidak sakit mam"Tante tatit tersenyum melihat Kinar membelai perut nya

__ADS_1


  "tapi kamu janji ya gak boleh capek,kalau kamu tidak.mendengar kata mam kamu tinggal aja sama mam"


"baik mam"Kinar sudah di perbolehkan pulang dengan catatan tidak boleh kecapaian karena Kinar harus istirahat total**.


__ADS_2