
**Sungguh aku merasa sangat kecewa dengan kedua orang tua ku,bagaimana mungkin mereka menjodohkan ku dengan sepupu ku anak dari Tante ku sendiri,ya anak Tante TATIT kakak dari mama ku,apa kedua orang tua ku menganggap ku sudah tidak laku lagi sehingga aku harus menikah dengan kakak sepupu ku.
"Ma"
"Ya"mama dan papa ku masih begitu santai dengan kopi yang tersedia di meja
"Ma,pa aku ingin bicara?
"Kamu ingin bicara?goda papa ku
"Aku serius pa"
"Papa juga serius"senyum nya tersungging di bibir nya
"Papa dan mama masih berniat ingin menjodohkan ku dengan kak Irsyad?
"Kalau itu sudah keputusan mama sama papa dan itu tidak bisa di ganggu gugat"
"Tapi aku bukan anak kecil lagi pa"
"Justru kamu bukan anak kecil lagi maka nya papa menjodohkan kamu dengan Irsyad"
"Pa tolong di pikir kan kembali pa"
"Papa sudah memikirkan nya berulang kali"
"Tapi masa iya aku harus menikah dengan sepupu ku sendiri"
"Kenapa?
"Pa di dunia ini masih banyak laki laki tapi kenapa papa menjodohkan ku dengan nya?
"Irsyad itu baik,mapan,tampan dan yang pasti dia kriteria yang papa ingin kan"
"Tapi bukan dengan ku pa"mama hanya tersenyum menatap ku"ma,,,"panggil ku
"Betul kata papa kamu"
"Bagaimana mungkin aku menikah dengan nya pa,di kantor aja kami tidak bertegur sapa,dia itu angkuh dan sombong pa"
"Karena kamu tidak begitu mengenal nya"
"Aku mengenal nya"
"Lalu kenapa mengeluh tentang nya?
Percuma berbicara dengan kedua orang tua ku karena itu sudah keputusan nya dan tidak bisa di ganggu gugat
__ADS_1
"Di usia 33 tahun kamu belum memiliki pendamping hidup,jangan
kan pendamping hidup kekasih saja tidak punya"
"Pa"panggil ku manja
"Adik kamu sudah punya anak bahkan sudah mau dua,lah kamu"
"Papa selalu berbicara seperti itu"
"Supaya kamu segera menikah"
"Percuma ngomong sama papa dan mama"
"Jadi deal ya kamu menikah sama Irsyad?
"Terserah"jawab ku dengan meninggalkan mereka,wajah penuh kemenangan terhias di wajah kedua orang tua ku,dan mereka langsung tos,aku membanting tubuh ku di kasur
"Masak iya aku menikah dengan Irsyad,dia bukan kriteria ku dan dia juga"
"Haagggghhhhh"aku menjerit"tega benar papa dan mama memilihkan ku pendamping hidup seperti dia"
Semasa sekolah tingkat pertama aku memang dekat dengan nya tapi setelah itu dia melanjutkan kuliah di Amsterdam sampai S2 dan dari itu kami tidak pernah ketemu dan berkomunikasi,bahkan setelah dia kembali ke Indonesia kami pun tidak pernah berkomunikasi dengan baik dan sekarang dia akan menjadi calon pendamping hidup ku,bagaimana mungkin.
Hari Minggu adalah hari yang sangat aku rindukan karena hari ini lah aku bisa tidur dangan tenang tanpa harus memikirkan kegiatan ku di kantor,selimut masih menutupi tubuh ku dan mama sudah membuka jendela kamar ku sehingga matahari membuat mata ku silau
"Ma,aku masih ingin tidur"
"Ini hari minggu ma"
"Justru karena hari ini hari Minggu kamu harus cepat bangun dan bergegas lah"
"Emang nya ada acara apa ma?tanya ku dengan mata masih terpejam
"Hari ini Tante dan anak nya akan datang"
"Kalau mereka datang ya datang aja ma,apa hubungan nya dengan ku"tanya ku dengan menarik selimut menutup wajah ku
"Mereka datang karena ingin melamar kamu kinar"
"Ha!!!aku langsung terduduk,dan setelah itu aku tidur kembali"apa keputusan ini tidak bisa di rubah ma?
"Tidak,mandi dan bergegaslah karena sebenar lagi mereka akan sampai"
"Ma,,,"panggil ku
"Sudah buruan"senyum mama membuat aku tidak bisa menolak nya dan mama sudah meninggalkan kamar ku
__ADS_1
Dengan langkah malas aku ke kamar mandi untuk membersihkan badan ku yang lengket karena malam tadi aku tidak mandi
Mama sama papa sama aja begitu kekeh dengan keputusan nya,kenapa aku harus di bandingkan dengan Kinan adik ku yang sudah menikah dan memiliki seorang anak dan calon dua orang anak yang menghiasi rumah tangga mereka.aku memakai baju biasa saja,atasan kemeja pink dan bawahan celana Lea dan sendal juga rumahan,tanpa di poles pun wajah ku sudah sangat
cantik karena wajah mama nempel di wajah ku seperti copy paste.
Rasa nya enggan sekali aku untuk turun tapi aku tidak ingin membuat kecewa kedua orang tua ku karena mereka adalah orang tua yang terbaik aku miliki,aku begitu santai menuruni anak tangga dan mereka semua sudah menunggu ku di ruang tamu
"Buruan Kinar"panggil mama
"Eh iya ma"jawab ku gugup,aku langsung mendekati Tante TATIT alias calon ibu mertua ku,dengan tanpa ragu aku memeluk nya
"Apa kabar calon menantu Tante?
"Tante"sungut ku,Irsyad hanya mencuri pandang
"Jangan terlalu formal,karena dari kecil kamu itu Tante yang gendong,yang bedong dan sekarang akan menjadi menantu Tante"aku
tersipu malu sehingga membuat wajah ku seperti tomat kena bakar.
"Kita lanjutkan kembali?kata om Irfan
"Iya silahkan mas"aku hanya mampu menunduk kan kepala
"Kedatangan kami berniat mempersunting Kinar untuk kami jadikan istri dari Irsyad"
"Gak usah terlalu formal kali pi"cubit Tante TATIT
"Yang pasti kami ingin melamar Kinar"
"Dengan senang hati kami menerima nya"
"Dan kami memberi waktu hanya tiga hari untuk mempersiapkan pernikahan mereka"kak Irsyad sedikit pun tidak berbicara atau menolak nya
"Kami siap"jawaban yang begitu kompak antara mama dengan papa.
jika aku diperbolehkan aku ingin menolak semua nya tapi itu tidak mungkin
Aku yakin kalau kak irsyad sudah memiliki pacar karena aku pernah melihat nya pergi dengan seorang wanita cantik dan mereka mengatakan pada ku kalau itu adalah ke kasih pak irsyad sungguh mereka berdua adalah pasangan yang sangat ideal lalu kenapa Kak Irsyad menerima perjodohan ini jika dia sudah memiliki kekasih.
"bagaimana dengan kamu Irsyad?
"aku?tanya nya dengan menunjuk dada nya"kalau aku ikut aja Pi"om Irfan tertawa dengan menepuk pundak anak kesayangan nya
"kamu memang anak kebanggaan papi Syad"
"anak mami juga pi"
__ADS_1
"sudah pasti anak kita berdua mi karena ini adalah hasil kerja sama kita yang baik"mereka semua tertawa terkecuali aku dan kak Irsyad yang merasa masih canggung dengan keputusan ini,mudah mudahan ini adalah yang terbaik buat kedua keluarga kami ini dan aku tidak ingin kedua keluarga ini retak karena hubungan pernikahan kami**