Istri Yang Baik

Istri Yang Baik
DIAM


__ADS_3

**Di dalam kantor Kinar hanya duduk termenung dengan memainkan mouse komputer yang berada di hadapan nya,sesekali Kinar membelai perut nya yang masih datar tapi telah tumbuh bayi di sana.


  "kamu tau begitu banyak kerjaan yang harus kau selesaikan sore ini"suara Irsyad membuat Kinar terkejut karena Irsyad meletakan map di atas meja Kinar begitu kuat,Kinar menarik nafas,Kinar tidak menjawab dan hanya mengambil map yang di letak kan Irsyad


  "aku tunggu sampai jam tiga sore"Irsyad melihat mata Kinar yang sembab,sementara yang di lihat tidak melihat sama sekali


  Kinar sibuk membaca satu persatu isi map,hanya perlu sedikit yang harus Kinar kerjakan


"aku sedang bicara pada mu!!!bentak Irsyad yang membuat Kinar tersentak"ingat Kinar kamu itu di sini bawahan ku jadi jangan sesuka hati mu!!Kinar memijit kepala nya yang terasa pusing dan tanpa Kinar sadari air mata nya jatuh,buru buru Kinar menghapus nya,itu membuat Irsyad menjadi lebih penasaran


  "dan cepat selesai kan"kata Irsyad dengan meninggalkan Kinar.


  sungguh Kinar benar benar menangis karena kata kata Irsyad


  "sebenar nya apa yang terjadi terhadap Kinar,dia tidak pernah membalas wa ku dan tidak pernah menjawab pertanyaan ku,kesan nya dia memang sedang menghindari ku"batin Irsyad


  "kenapa aku menjadi cengeng bukan kah Irsyad selalu berkata seperti itu"gumam Kinar


Kinar dengan cepat menyelesaikan pekerjaan yang di berikan kepada Irsyad,karena Kinar tidak ingin membuat irsyad lebih menyakiti nya dengan kata kata nya yang pedas


  "Cika"


  "ya Bu"


  "tolong kamu antar ya berkas ini keruangan pak Irsyad,dan kalau beliau bertanya katakan saja kerjaan saya masih numpuk"


  "baik Bu"Kinar kembali keruangan nya setelah memberikan laporan yang harus kinar selesaikan .


  tok,,tok,,tok,,


  "masuk"Irsyad heran kenapa Cika yang masuk


  "saya tidak memanggil mu"kata Irsyad


  "maaf pak,,ini laporan yang Bu Kinar kerjakan dan semua nya sudah


selesai"dengan meletakan beberapa map di atas meja irsyad


  "kenapa tidak Bu Kinar yang mengantarkan sendiri"


  "sekali lagi maaf pak,Bu Kinar sedang sibuk"


  "kalau begitu buat kan saya kopi"


  "baik pak,kalau begitu saya permisi pak"pamit Cika"dasar keluarga aneh,kenapa semua harus memakai perantara bukan kah mereka sepasang suami istri"gumam Cika pelan


  Irsyad benar benar bingung dengan perubahan sikap Kinar yang terlihat aneh


  "aku akan menelpon nya dan bertanya,ah tidak,,tidak,aku akan bertanya nanti setelah di rumah"

__ADS_1


  "maaf pak ini kopi nya"


  "terima kasih"


"saya permisi"


  waktu nya jam pulang,Irsyad berhenti di depan ruangan Kinar dan melihat ruangan Kinar pintu masih tertutup


  "apa dia sudah pulang"batin irsyad


  Nina berjalan menuju ruangan Kinar,dan nina melihat suami sahabat nya berdiri menatap pintu ruangan Kinar


  "jangan di lihatin aja pak,kalau mau masuk,masuk saja pak"


  "tidak,kalian akan pergi lagi?


  "tidak pak?


  "kalau tidak ingin pergi kenapa kamu kemari?


  "oh,,,mobil Kinar rusak pak jadi saya akan mengantar nya pulang"jawab Nina sekena nya saja


  "apa dia berbicara sesuatu?


"maksud bapak?


  "dasar keluarga aneh"kata Nina,dan nina membuka pintu ruangan Kinar,Nina menatap kinar yang masih sibuk menatap komputer yang berada di hadapan nya


  "sudah waktu nya pulang"kata Nina dengan mematikan komputer yang berada di depan Kinar,


  "nanggung banget nin"


  "jangan terlalu memporsir tenaga dan pikiran mu Kinar,jika kamu sakit aku yakin tidak ada yang akan merawat mu"Kinar menatap Nina


  "aku bisa menjaga diri ku"


  "oh ya"kami saling pandang


  "oke,,oke"kata kinar dengan berdiri mengambil tas dan ponsel


nya


  Di depan lift mereka masih ngantri dan Kinar melihat irsyad juga sedang menunggu


  "kita nanti aja pulang nya nin"


  "kenapa?karena ada suami kamu?Kinar,,,Kinar,,sampai kapan kamu akan menghindari nya,kalian itu masih suami istri"benar kata Nina sampai kapan aku akan menghindari nya,


  "baiklah"sahut kinar dan kami berjalan menuju lift, kami berdiri di belakang Irsyad sehingga dia tidak melihat keberadaan kami,pintu lift terbuka dan kami masuk,sekilas irsyad melihat ke arah kinar,tapi Kinar justru tidak memperdulikan nya,

__ADS_1


  pintu lift terbuka Kinar buru buru keluar di ikuti Nina,dan langsung menuju parkiran,dengan setia Nina mengantarkan Kinar


"masuk dulu yuk"ajak Kinar


  "aku ganggu gak?Kinar menggelengkan kepala,berdiri lagi di depan pintu lift,tidak berapa lama pintu lift terbuka Kinar dan Nina pun masuk


  "aku takut Kin?


  "dengan suami kamu"Kinar hanya tersenyum,Kinar mengajak Nina untuk masuk dan mereka justru di kejutkan dengan keberadaan Susan yang berada di pelukan Irsyad sedang berciuman


  "kin,,,,"panggil Nina dengan menarik tangan Kinar


  "tidak usah terkejut,itu hal biasa bagi ku"


  "jadi,,,?Nina hanya mampu terdiam,karena nina tidak menyangka kalau sahabat nya setelah menikah justru penderitaan yang di dapat,Irsyad buru buru melepaskan pelukan Susan


"kita ke pantry aja Nin"Kinar menarik tangan Nina


  "oh iya iya"


  "kamu mau minum apa?


  "apa aja deh Kin?eh kamu gak usah repot repot nanti aku buat sendiri"nina menatap Kinar dengan tatapan penuh iba


  "jangan menatap ku seperti itu nin"Nina justru memeluk Kinar begitu erat


  "kamu kenapa?pelukan nya semakin erat,Kinar berusaha melepaskan pelukan Kinar


  "sesak nin"berlahan Nina melepaskan pelukan nya


  Kini Kinar sedang menikmati minuman jus jeruk buatan Nina,dan Irsyad mendekati Kinar dan Nina


  "bisa kami bicara berdua"


"silahkan pak"jawab Nina,sementara Kinar masih memegang gelas nya dengan sesekali meneguk nya


  "aku pulang dulu ya Kin,besok aku jemput"Kinar membalas dengan ancungan jempol,Kinar memainkan gelas nya


  "kau tidak memiliki hak membawa tamu di apartemen ku"Kinar hanya diam


  "dan aku tidak suka kau membawa teman mu di rumah ku tanpa seizin ku!!bentak nya dengan keras,Kinar masih diam dengan memainkan gelas


  "aku sedang berbicara pada mu!!!plak,pukulan keras kemeja membuat Kinar tersentak sehingga membuat badan nya sedikit melonjak,Kinar menghabis kan minuman nya dan langsung berdiri


"aku belum selesai bicara kinar!!Irsyad menarik tangan Kinar dengan kasar dan menatap nya begitu dingin


  "bukan kah aku juga tidak punya hak untuk bicara,bahkan di rumah ini bicara ku pun di atur oleh mu"jawab Kinar dengan melepas kan tangan Irsyad yang memegang pergelangan tangan kinar,Irsyad terdiam melihat Kinar masuk ke kamar mandi bawah


  "apa yang sudah aku perbuat,rasa ini ah tidak!!Irsyad berusaha menepis perasaan nya sendiri**.

__ADS_1


__ADS_2