Istri Yang Baik

Istri Yang Baik
CUEK


__ADS_3

**Tante TATIT mendekati suami nya,dan duduk di sebelah nya


  "Pi,papi"


  "masih pagi mi emang nya ada apa?Tante TATIT tersenyum"kenapa kamu tersenyum mi?


  "mami bahagia Pi"


  "bahagia kenapa mi?om Irfan bingung melihat sikap istri nya


  "Kinar datang Pi"


  "kalau Kinar datang kenapa,bukan kah ini rumah mertua dan juga suami nya?


  "tapi ini lain Pi"


  "lain gimana mi??


  "leher nya merah semua pi"


  "maksud mami kena gigit serangga?


"ya ampunnnn Pi,kok serangga?


  "lalu apa?


  "mereka sudah menghabiskan malam pertama mereka Pi"


  "mami tau dari mana?


  "mami bertanya langsung dengan Kinar"


  "ya ampun mi,plis mi jangan kepo"tante TATIT merengut mendengar kata kata suami nya


  Sementara aku masuk ke dalam kamar mas irsyad,dan aku terkejut melihat foto foto kekasih nya suami ku yang di pajang di seluruh kamar


  "begitu istimewa kah dia,sampai semua kamar hanya ada foto diri nya,aku merasa mual melihat semua ini"gerutu ku"tapi apa perduli ku bukan kah ini kamar nya dan seharus nya aku tidak ikut campur dalam hal ini"aku membanting tubuh ku di


kasur nya empuk dan aku tidak tau berapa lama aku menikmati tidur ku


  "eh pengantin baru sudah pulang"


  "udah deh mi"jawab nya"itu mobil nya,kemana dia?


  "siapa?dia itu istri kamu Irsyad dan dia juga punya nama bahkan sekarang dia menyandang nama mu"


  "iya,,iya,,sekarang dimana Kinar mi?


  "dikamar kamu"


  "ngapain dia di kamar ku?tanya nya sambil berlari kecil menaiki tangga dan


  "brak"dia membanting pintu"bangun!!!teriak nya dengan kasar menarik selimut dari tubuh ku,sehingga membuat ku hampir terjatuh"siapa memberi mu hak


untuk tidur di kamar ku?!!!bentak nya

__ADS_1


  "tidak ada"jawab ku santai dan membaringkan tubuh ku kembali


  "aku bilang bangun!!


  "bisa tidak kalau bicara itu gak pakai nada tinggi,kamu ingin struk?dia menarik nafas begitu dalam"bangun dan turun dari ranjang ku"aku bangkit dan pindah di sofa panjang di sana aku membaringkan tubuh ku.


  "jangan pernah sekali kali kamu menyentuh ranjang ku"


  "kalau itu mau mu aku tidak akan menyentuh nya"dia membaringkan tubuh nya di ranjang kesayangan nya,sementara aku di sofa,karena aku lelah aku benar benar tertidur pulas


  dan aku di kejutkan dengan suara Tante TATIT yang membangun kan aku


"Kin,,Kinar"panggil Tante TATIT dengan mengusap tangan ku dengan lembut


  "hmm"aku bergumam dengan menggeliat


  "kamu kenapa tidur di sofa"begitu mendengar kata sopa aku langsung terduduk dengan mengusap kepala ku yang sedikit pusing


  "apa Irsyad tidak membagi ranjang nya dengan mu?Tante TATIT memandang ku dengan penuh curiga


  "tidak Tante,aku ketiduran di sofa"


  "kamu gak bohong kan?pertanyaan nya masih begitu ragu


  "percaya sama aku Tante"aku meyakinkan nya


  "baik lah kalau begitu,mandilah dan segera turun"


  "baik Tante"


"aduh Kinar!!!jerit nya membuat aku terkejut dan langsung berdiri


  "kamu masih manggil Tante"


  "ya ampun Tante aku pikir ada apa?


  "ada apa?dengan spontan Tante mencubit lengan ku


  "sakit Tante"dia malah tersenyum


  "iya,mami suka lihat tato di leher kamu"


  "apaan sih"aku berusaha membalas cubitan nya tapi Tante TATIT keburu keluar,ada ya mami mertua seperti diri nya,tidak mungkin tante akan menjadi ibu mertua yang sangat kejam karena aku tau,ketika mama melahirkan ku Tante TATIT ikut andil dalam menolongku,setidak nya aku sangat bersyukur ketika Tante TATIT yang


menjadi mertua ku tapi,bagaimana dengan mas Irsyad?apakah sedikit pun tidak ada ruang di hatinya untuk ku,kenapa aku begitu berharap?aku hanya ingin menikah seumur hidup hanya sekali.


  "Kinar,,,,,,!!!!suara lantang mengangetkan"buruan turun"


  "iya Tante"jawaban ku sama,


  aku langsung ke kamar mandi untuk membersihkan diri ku dan turun,ya ampun suami dingin ku juga sedang duduk di meja makan untuk menunggu ku,aku terlalu percaya diri,dia begitu cuek atau dia lupa kalau aku ini bukan sepupu nya lagi tapi istri nya,apa dia juga lupa malam tadi apa yang sudah dia perbuat pada ku


  "buruan sarapan kenapa diam aja"suara Tante mengagetkan ku


  "iya tan"

__ADS_1


  "mami Kinar"


"iya mi"


  "nah begitu kan bagus"aku hanya tersenyum canggung"kamu setelah sarapan mau kemana Kinar?


  "kerumah mama Tan"


  "hadeh"suara Tante serasa memikul beban berat,dengan memukul kening nya"terserah deh Kin kamu panggil saya apa"aku langsung terdiam


  "maaf mi,maaf"


  "udah buruan,Irsyad akan mengantar kamu ke rumah mama kamu"


  "kok aku mi,dia sudah besar bahkan sudah cukup dewasa,jadi kemana pun dia pergi aku tidak perlu mengantar nya"


  "dia istri kamu Irsyad"Tante TATIT begitu menyayangi nya karena mas Irsyad anak sulung dari


tiga bersaudara dan dia juga anak laki satu satu nya.


  "bukan berarti dia istri ku bisa mengatur aku mi!!


  "aku tidak mengatur kamu,kalau kamu memang tidak mau mengantar ku ya sudah gak usah pakai bentak bentak Tante,lagian kamu jadi anak gak ada sopan banget sama orang tua"


  "gak usah ikut campur!!


  "aku akan ikut campur kalau masalah ini,biar kamu tau bagaimana cara menghormati orang tua"


  "jangan sok baik kamu,kamu pikir aku akan terpesona dengan ini semua"


  "aku,,,"belum lagi selesai bicara Tante TATIT sudah memotong kata kata ku"tidak baik bertengkar di meja makan,pamali"dengan kasar mas Irsyad membanting sendok nya


dan berdiri meninggalkan aku dan Tante TATIT,aku melihat kesedihan di wajah Tante ku tersayang,anak macam apa dia,dan suami seperti apa dia.


  "jangan khawatir Tante aku akan merubah sifat nya"


  "tidak semudah itu Kinar"


  "percayalah pada ku Tan,dan serahkan semua nya pada ku"kata ku sambil menyusun piring kotor dan mengangkat nya di tempat cucian piring


  "biar simbok aja non"


  "gak papa mbok"jawab ku dengan tersenyum,tante TATIT tersenyum melihat ku,aku sudah terbiasa mengerjakan hal ini apalagi di rumah Tante TATIT,karena aku menganggap rumah ini sudah seperti rumah ku sendiri.


  "Tan,,,aku mau ke rumah mama ngambil baju ku"


"kamu pernah berfikir tidak?apakah Tante TATIT lagi marah sampai dia bertanya seperti itu,aku hanya terdiam dengan menatapnya,karena dari dulu Tante TATIT gak pernah marah sama aku kenapa sekarang marah


  "Tante iri sama mama kamu"


  "kenapa Tante?


  "kamu harus panggil Tante dengan sebutan mami,paham?aku tersenyum dan berhambur memeluk nya


  "pasti mami"bisik ku yang terasa canggung

__ADS_1


  "mami gak mau cucu mami menganggap mami orang lain"muka ku langsung merah padam


  "mami bisa aja"sahut ku dengan melepaskan pelukan nya"aku pamit dulu Tan,eh mami maksud aku"dan aku langsung pergi ke rumah orang tua ku**


__ADS_2