
**Aku menuju lantai bawa untuk menemui Tante TATIT,tapi beliau tidak ada
"bi,,,"panggil ku
"ya non"
"Tante kemana?
"ada di taman belakang"aku manggut manggut sambil berjalan menuju taman belakang,aku melihat Tante sedang asik menyiram bunga anggrek ke sayangan nya
"udah sore Tan"
"mami,,Kinar"
"iya"
"mana suami kamu?
"ada di kamar Tan"sahut ku sambil duduk di ayunan,aku benar benar ingin menghindari nya saat ini,karena aku masih ingat gimana
dia bercumbu di kantor dengan kekasih nya,sungguh jika aku mengingat nya aku benar benar merasa jijik
"kamu kenapa?
"ah gak ada Tante"
"kalau gak ada kenapa melamun?aku tersenyum
"bunga itu sudah begitu subur kenapa Tante masih saja merawat nya?
"maka nya kamu buruan hamil jadi ada kegiatan baru mami"aku tersenyum untuk saat ini aku benar benar malas memikirkan itu semua
"mami sudah siap masuk yuk"?
Tante TATIT meninggalkan ku karena aku masih menikmati udara segar di taman belakang karena semua nya menyejukan mata dan
otak ku yang sedang stres,ah apa kah aku stres karena melihat dia bercumbu dengan kekasih nya,ah tidak apa urusan ku,itu menjadi urusan ku karena yang bercumbu suamiku.
"kamu menghindari ku"?aku di kejutkan dengan suara mas Irsyad
"tidak"
"lalu kenapa kamu merasa menghindari ku?
"itu hanya perasaan kamu"
"aku merasakan"aku tersenyum tanpa melihat nya
"besok kita akan pindah ke apartemen ku"aku menarik nafas ku
"ya"
"kamu tidak suka"
"aku tidak mengatakan tidak suka"
"tapi wajah mu mengatakan kalau kamu tidak suka"
"apa aku boleh mengatakan kalau aku tidak suka?
"kamu tidak ada hak mengatakan itu"
"lalu kenapa kamu bertanya kalau aku tidak suka?
"karena aku melihat nya"
"terserah kamu mas"jawab ku sambil berjalan meninggalkan nya,dia mengikuti ku dari belakang,makan malam sudah tersedia aku mendekati bibi
"non Kinar mau apa?
"aku hanya ingin membantu Bi"
"tidak usah non,semua sudah siap"
"syukurlah"semua sudah berada di meja makan,dan aku pun menyusul
"mi,Pi"suara mas Irsyad,kedua orang tua nya menatap nya
"aku ingin bicara"
__ADS_1
"bicaralah"aku tidak bersuara,karena aku sibuk menikmati makan malam ku
"kami akan pindah ke apartemen ku"
"kenapa kalian harus pindah?tanya Tante TATIT
"kita sudah menikah mi,kami ingin hidup mandiri"
"papi tidak bisa menghalangi keinginan kalian berdua,yang papi harapkan kamu bisa menjadi suami yang bertanggung jawab"
"pasti Pi"jawab nya dengan menatap ku,makan malam telah berlalu dan aku masuk ke dalam kamar sedangkan mas Irsyad masih ngobrol sama papi nya,ku baring kan tubuh ku di sofa di mana seharus nya
Seperti Biasa
Aku menuju lantai bawa untuk menemui Tante TATIT,tapi beliau tidak ada
"bi,,,"panggil ku
"ya non"
"Tante kemana?
"ada di taman belakang"aku manggut manggut sambil berjalan menuju taman belakang,aku melihat Tante sedang asik menyiram bunga anggrek ke sayangan nya
"udah sore Tan"
"mami,,Kinar"
"iya"
"mana suami kamu?
"ada di kamar Tan"sahut ku sambil duduk di ayunan,aku benar benar ingin menghindari nya saat ini,karena aku masih ingat gimana dia bercumbu di kantor dengan kekasih nya,sungguh jika aku mengingat nya aku benar benar merasa jijik
"kamu kenapa?
"ah gak ada Tante"
"kalau gak ada kenapa melamun?aku tersenyum
"bunga itu sudah begitu subur kenapa Tante masih saja merawat nya?
"maka nya kamu buruan hamil jadi ada kegiatan baru mami"aku tersenyum untuk saat ini aku benar benar malas memikirkan itu semua
"mami sudah siap masuk yuk"?
Tante TATIT meninggalkan ku karena aku masih menikmati udara segar di taman belakang karena semua nya menyejukan mata dan otak ku yang sedang stres,ah apa kah aku stres karena melihat dia bercumbu dengan kekasih nya,ah tidak apa urusan ku,itu menjadi urusan ku karena yang bercumbu suamiku.
"kamu menghindari ku"?aku di kejutkan dengan suara mas Irsyad
"tidak"
"lalu kenapa kamu merasa menghindari ku?
"itu hanya perasaan kamu"
"aku merasakan"aku tersenyum tanpa melihat nya
"besok kita akan pindah ke apartemen ku"aku menarik nafas ku
"ya"
"kamu tidak suka"
"aku tidak mengatakan tidak suka"
"tapi wajah mu mengatakan kalau kamu tidak suka"
"apa aku boleh mengatakan kalau aku tidak suka?
"kamu tidak ada hak mengatakan itu"
"lalu kenapa kamu bertanya kalau aku tidak suka?
"karena aku melihat nya"
"terserah kamu mas"jawab ku sambil berjalan meninggalkan nya,dia mengikuti ku dari belakang,makan malam sudah tersedia aku mendekati bibi
"non Kinar mau apa?
__ADS_1
"aku hanya ingin membantu Bi"
"tidak usah non,semua sudah siap"
"syukurlah"semua sudah berada di meja makan,dan aku pun menyusul
"mi,Pi"suara mas Irsyad,kedua orang tua nya menatap nya
"aku ingin bicara"
"bicaralah"aku tidak bersuara,karena aku sibuk menikmati makan malam ku
"kami akan pindah ke apartemen ku"
"kenapa kalian harus pindah?tanya Tante TATIT
"kita sudah menikah mi,kami ingin hidup mandiri"
"papi tidak bisa menghalangi keinginan kalian berdua,yang papi harapkan kamu bisa menjadi suami yang bertanggung jawab"
"pasti Pi"jawab nya dengan menatap ku,makan malam telah berlalu dan aku masuk ke dalam kamar sedangkan mas Irsyad masih ngobrol sama papi nya,ku baring kan tubuh ku di sofa di mana seharus nya aku tidur,kalau tau begini lebih baik aku tidak menikah dengan nya,karena bukan kebahagiaan yang aku dapat tapi sebalik nya,tidak aku tidak ingin mengecewakan mereka. pintu kamar terbuka dan aku pura pura tidur,sejenak dia menatap ku dan entah apa yang sedang dia pikirkan.
malam ini begitu dingin karena hujan turun begitu lebat,dan seperti malam kemaren dia membawa ku kedalam pelukan nya untuk mencapai kenikmatan,setelah itu dia meninggalkan ku di sofa,aku meringkuk,sebenar nya suami seperti apa yang telah menikahi ku,dia tidak mencintai ku tapi dia menginginkan tubuh ku.
Waktu masih menunjukan pukul 05.00 pagi aku sudah menuju kamar mandi dan membersihkan diri,setelah itu aku mengeringkan rambut ku memakai handuk,setelah
itu aku turun ke bawah dan aku melihat bibi menyiapkan sarapan
"masih pagi kenapa bangun non?tanya bibi dengan tersenyum melihat rambut ku yang aku gerai karena masih sedikit basah,dan di leher ku tato semakin merah
"aku hanya ingin belajar masak bi,walau pun terlambat"
"non Kinar gak perlu repot repot masak karena den Irsyad jarang makan di rumah"aku tersenyum karena aku tau dia akan makan di luar dengan ke kasih nya
"benar kah Bi?tanya ku pura pura tidak tau"kalau begitu aku tidak harus repot repot ke dapur Bi"ada rasa sedikit kecewa di hati ku,karena aku akan tau apa yang akan terjadi ketika kami pindah rumah"hmmm,,,,tapi gak masalah bi,setidak nya aku masak untuk diri ku sendiri"bibi tersenyum menatap
ku,dengan sigap aku membantu bibi menyiapkan sarapan di meja makan
"kamu bangun jam berapa sayang?tanya Tante TATIT dengan melihat rambut ku yang basah dengan tersenyum
"jam berapa tadi ya,lupa Tan"
"aduh Kinar,panggil mami,,,kalau kamu panggil mami dengan sebutan Tante kesan nya kamu seperti orang asing"aku tersenyum dengan memegang pipi nya
"aku sudah berusaha Tante tapi lidah ku susah sekali untuk,,,"
"alasan"kami tertawa bersama sama,aku merasa tidak sedang bersama mertua ku tapi dengan teman ku"hari ini kamu akan pindah pasti sunyi"
"jangan sedih Tan,kami pindah bukan ke luar negri,kita masih tinggal di satu wilayah pasti aku
akan sering datang"senyum manis mengembang di wajah cantik nya yang tirus
tidak berapa lama om Irfan dan suami dingin ku turun menuju meja makan dengan pakaian santai nya,karena hari ini aku dan mas Irsyad tidak ke kantor
"tumben semua nya sudah pada bangun cepat"
kedua nya tersenyum,dan langsung menuju meja makan.setiap hari ini lah kegiatan baru yang akan aku jalani
setelah selesai makan aku kembali ke kamar tanpa menatap suami ku
"kamu sudah siap Kin?
"sudah Tan"dengan langkah cepat aku menuju kamar dan mengambil semua barang barang ku dan membawa nya turun
"seperti nya kamu yang begitu bersemangat untuk pindahan?
"ah bukan begitu om"
"papi Kinar"om irfan dan Tante TATIT berkata bersamaan,membuat aku tertawa
"kompak banget"tanya ku
kini giliran mas Irsyad masuk ke dalam kamar untuk mengambil barang nya
"mami dan papi tidak bisa mengantar ya,tapi sore nanti setelah papi pulang kantor akan kesana sama mami"
"tidak perlu repot repot Pi"
"kamu tidak suka papi sama mami kesana?
__ADS_1
"bukan begitu pi"aku hanya diam dan kami pun berpamitan dan meninggalkan rumah kedua orang tua mas Irsyad,kami naik mobil masing masing karena itu akan lebih
baik,dia membawa mobil nya terlebih dahulu aku mengikuti nya di belakang karena mas Irsyad tidak memberitahu alamat nya,berumah tangga dengan orang yang tidak mencintai kita sama sekali itu benar benar sangat sulit**