
" kenapa diam saja? Bernapas bodoh? Kamu mau mati karena lupa bernapas, hah? Begitu saja tidak tahu? Apa kamu sebodoh itu?".
Tanya Will pada Risa yang masih mematung dan berwajah merah.
Risa masih terdiam mematung, karena jantungnya berdebar kencang. Seakan mau berlari entah kemana dan dengan siapa? Maklum saja ini pertama kalinya Risa berciuman, sekali dicium Risa tidak tahu harus berbuat apa.
Sepertinya Will agak kesal karena Risa tidak bisa berciu*man seperti kemauan Will, maklum dalam hal ini Will sudah sangat berpengalaman dan dapat predikat Bintang 5 π
" Ya sudahlah! Maaf sudah membuatmu terkejut seperti ini! Mulai sekarang jangan biarkan pria manapun melakukan hal ini padamu. Ingat itu?".
Kata Will sambil memeluk Risa erat dan mengelus kepala Risa.
" Kenapa...?".
Hanya itu yang bisa Risa ucapkan.
Will menatapnya dengan lembut dan tersenyum, lalu dia menunjuk dadanya dengan bangga.
" Karena mulai saat ini, kamu akan selalu berada didalam sini!".
Sambil mencium pipi Risa lagi.
" Kenapa? Aku...?".
Tanya Risa sambil membenamkan wajahnya di dada bidang Will.
" Karena kamu memang pantas mendapatkan tempat di hatiku. Sejak awal bertemu, sejak kamu jatuh di hadapanku. Disitu aku sadar kamu sangat berbeda dari wanita manapun yang aku temui selama hidupku. Kamu istimewa sayang?".
Kata Will sambil memeluk Risa erat.
" Gila? Jahat! Hiks...hiks....!!!".
Risa menangis lagi,
" Hei jangan menangis! Orang akan berpikir kalau aku menzolimi kamu, tahu? Aku tidak menyakitimu?".
Kata Will sambil terkekeh melihat gadisnya begitu manja dan memangku Risa dengan mesra.
" Jahat! Itu ciuman pertamaku!".
Kata Risa merengek lagi.
" Hei, jangan banyak bergerak! Apa kamu tidak merasakan sesuatu bergerak dibawah sana? Hem?".
Tanya Will tersenyum nakal,
" Apanya? Bawah mana?".
Risa menatap wajah Will, dan seketika menjadi malu ketika sesuatu bergerak menyentuh paha Risa samar-samar.
" Aku benci kamu...!".
Risa berteriak histeris, kemudian dia langsung berpindah duduk.kesebelah Will dengan gerakan sangat cepat.
Will tertawa terbahak, sampai Tom juga ikut tersenyum. Yang Tom dengar hanya teriakan saja.
" Seperti dibelakang lebih asyik?".
Kata Tom pelan sambil senyum,
Ha....ha....aaa!!!
πβοΈ
Will tertawa lebar dan Risa kesal. Risa manyun dan menggelembungkan pipinya dan terus memukuli dada Will. Sungguh puas Will mempermainkan hati Risa sampai dia begitu senang bukan main, hilang sudah wajah seramnya.
Tak lama setelah itu, mereka sampai disebuah restoran mewah. Tempat janji bertemu dengan rekan bisnis baru yang akan menjadi investor untuk perusahaan.
__ADS_1
Mereka masuk kedalam sebuah ruangan, begitu luas dan nyaman.
" Anda pesan saja, mau makan apa juga boleh. Jangan sungkan?".
Kata Tom memberikan buku menu.
Risa menerimanya dan melihat dengan serius menu itu.
" Wah menunya aneh semua, aku tidak tahu makanan apa yang harus dimakan. Sulit dipahami!".
Kata Risa jujur membuat Tom terheran-heran lagi.
" Mau saya pesankan saja nona?".
Tom menawarkan bantuan kepada Risa untuk memesankan makanan.
" Ya sudah boleh lah! Enak dan lezat, jangan pedas. Aku tidak suka es, dan jangan asin!".
Kata Risa singkat,
" Baiklah nona!".
Kata Tom datar tanpa ekspresi.
Will hanya menatap Tom, dan Tom sudah paham akan maksudnya. Tom memesankan kepada pelayan,
" Makanan sebanyak itu! Kamu tidak takut gemuk sayangku?".
Tanya Will sambil memeriksa dokumen yang ada didepan mata.
" Tidak! Makanan enak ditolak!".
Kata Risa dengan jujur dan tegas.
" Kamu jangan terlalu banyak makan nanti perutmu sakit. Percayalah, masakanmu jauh lebih enak dan lezat. Kurasa...!?".
Will masih terus memeriksa dan tanda tangan apa yang harus diselesaikan sebelum tamu datang. Tom membantu Will dan mereka sekarang dalam mode serius.
" Jangan menatapku seperti itu? Nanti kamu jatuh cinta! Ckckck!".
Kata Will dengan enteng dan bangga akan dirinya yang tampan.
" Terserah saja! Puas...?".
Kata Risa sambil melirik handphone dan mulai main game.
" Nona, bisakah anda membereskan dokumen ini sesuai urutannya?".
Tanya Tom meminta bantuan pada Risa dengan halus.
" Ya baik! Berikan!".
Risa menerima dokumen itu dan mulai mengerjakan sesuai kemauan dari Tom.
" Itulah sebabnya aku bawa kamu!".
Kata Will sambil sibuk dengan dokumen ditangannya.
" Cih! Dasar buaya! Suka suruh ini dan itu. Ini namanya lembur pak bos, seharusnya aku nonton dengan Lara jauh lebih asyik!".
Gumam Risa dalam hati.
Sesekali Will menatap Risa sambil tersenyum dan geleng kepala. Terkadang mata mereka saling menatap, namun Risa menjadi lebih malu dan wajahnya merah. Apa lagi setelah Will mencium dan mengutarakan isi hatinya, Risa jadi kacau balau.
" Sesungguhnya, aku senang jika kamu ada bersamaku. Aku tahu sayang! Pasti kamu sedang mengutuk aku lagi dalam hatimu!".
Kata Will dalam hatinya.
__ADS_1
Selang 30 menit, makanan datang. Will dan Tom sudah selesai membereskan dokumen itu. Lalu mereka makan dengan tenang.
" Saya keluar sebentar tuan!".
Kata Tom sadar diri.
" Tidak, makan bersama kami!".
Kata Will sambil menikmati steak daging sapi terlezat.
" Benar, makanan sebanyak ini. Siapa juga yang harus makan?".
Kata Risa sambil menyuapi udang goreng kedalam mulutnya.
" Duduklah Tom, kita makan dulu!".
Perintah Will pada Tom dengan tegas namun hangat.
" Baik tuan, terima kasih!".
Jawab Tom dengan senang.
Will melihat Risa makan dengan lahap, lalu dia mengambil udang lobster dan mengupas kulitnya. Setelah bersih dia menaruhnya kedalam piring Risa.
" Makanlah! Jangan telan kulitnya! Makan perlahan saja ya!?".
Kata Will sambil memberikan hasil kupasannya kepada Risa.
" Kamu tidak makan?".
Tanya Risa dengan heran, lalu ada sisa saus diujung bibir Risa.
Will yang menyadari itu tidak menyia-yiakan kesempatan emas ini dengan begitu saja. Will mengambil tisu dan mengelapnya lembut.
" Aku sudah katakan, makan perlahan! Kamu tidak dengar ya? Lihat, saus menempel diujung bibirmu? Apa kamu mau menggodaku lagi untuk menciummu? Lagi...? Huh?".
Tanya Will nakal, tapi masih sibuk mengupas udang lobster.
" Iya maaf, terimakasih!".
Kata Risa malu dan menunduk.
" Ya sudah makanlah! Perlahan saja! Habiskan semua makanan ini kalau kamu sanggup! Aku akan lebih sering memberikanmu makanan yang bergizi agar lebih pintar!"
Kata Will menyuapkan nasi dengan tangannya kedalam mulut Risa.
Risa jadi malu, Tom tersenyum dan seolah tidak melihat momen manis dari mereka berdua yang sedang mabuk cinta itu.
Selesai makan, meja dibersihkan. Lalu tamu mulai datang, ada sekitar 3 direktur yang akan bekerja sama dengan Sinar Bank. Selesai menyepakati semua, kerjasama terjalin juga. Risa yang duduk hanya diam saja melihat mereka.
Ya sesungguhnya dalam hati para tamu siapa Risa sebenarnya. Kenapa harus berada satu meja dengan mereka. Dari sisi penampilan Risa lebih mirip jadi adik dari William. Ckckck!
Risa hanya diam dan melihat saja,
" Wah tampan juga kalau lagi dalam mode serius ya! Tapi sayang nya dia jahat dan genit, andai dunia tahu siapa Will yang sebenarnya. Pasti wanita diluar sana bakalan pingsan semua, kuyakin itu pasti. Tapi kenapa dia sangat tidak tertarik dengan wanita, malah mengajak aku.kesana kemari. Melelahkan saja dia, seharusnya aku sedang menikmati hidupku. Dasar buaya!".
Kata Risa dalam hati kecil.
ππππππππππππ
Jangan lupa Likeπ dan Komenπ yaβ€οΈ
Thoor biar semangat nulis,πͺ makasih banyak ya kakakπ§dan Abang π¦yang sudah mampir dan membacaππΉππΉππΉππΉπ
Miss U pembaca,
By : Thoorππ
__ADS_1
ππππππππππππ