
" Muncul juga dia! Jantungku hampir copot, untung buatan Tuhan jadi aku tidak akan mati. Kalau buatan Rusia mungkin sudah kabur entah kemana ini jantung! Huh sial".
Gumam Risa kesal dan marah.
" Tuan meminta anda untuk ikut!".
Kata Tom tegas kepada Risa.
Risa memutar bola matanya, sambil memijit dahinya lembut.
" Ya Tuhan! Sekarang cobaan apa lagi yang kau berikan padaku. Bahkan big bos dan asistennya suka mengusik aku, lalu aku harus apa agar terhindar dari malapetaka? Huh! Mereka menyebalkan...! Cih!".
Gumam Risa dalam hati dan pura-pura tidak paham maksud Tom. Risa hanya diam menatap Tom dengan tajam, seakan menolak.
" Jika anda menolak, tuan akan memecat anda saat ini juga!".
Tom berbicara lembut dan tersenyum jahat, menantikan bagaimana respon Risa berikutnya.
Risa terkejut mendengar ancaman Tom, lalu dia langsung berdiri dan membereskan pakaian.
" Baik tuan! Kita berangkat!".
Jawab Risa dengan singkat secepat kilat menyambar.
Diancam dengan pemecatan? Risa kalah telak.... Ckckck....! π
Risa membereskan meja kerja, mengambil handphone dan memasukkannya kedalam tas. Lalu mereka berjalan kearah Will.
" Demi pekerjaanku! Bahkan harga diriku tidak ada artinya sekarang! Huhuhu! Risa yang malang, jangan sedih. Tunjukkan kalau kamu kuat! Hempaskan setan-setan gentayangan di sekitarmu!".
Gumam Risa dalam hati merintih.
Tom melihat ekspresi Risa hanya bisa menahan tawa,
" Wah! Wajah nona sungguh menggemaskan sekali. Aku benar-benar menyukai sikap anda nona! Pantas saja tuan jadi penasaran, ternyata nona punya pribadi yang menarik sehingga jadi penasaran. Ekspresinya lucu dan menggemaskan sekali sih, ckckck!".
Gumam Tom dalam hatinya sambil tersenyum kemenangan berhasil menyeret Risa meskipun dengan paksaan yang kejam.
Mereka bertiga berjalan menuju depan pintu, satpam dan resepsionis memberikan hormat.
" Kita mau kemana tuan?".
Tanya Risa dengan wajah ketakutan dan mulai gelisah.
" Kita akan makan siang!".
Jawab Will dengan singkat tanpa menoleh Risa sedikitpun.
Risa terdiam dan terkejut,
" Ya Tuhan! Mati aku! Bakalan jadi makanan singa, kenapa aku harus menuruti semua perkataan pria angkuh dan arogan seperti mereka? Kenapa juga aku harus mendengarkan cetolehan mereka?".
Gumam Risa dalam hati.
" Sebenarnya saya tidak lapar, karena saya sudah makan. Tapi...?".
Risa menggantung kalimatnya sambil menatap Will lekat, berharap agar dia tidak jadi ikut mereka.
" Jangan membodohi saya, jam makan siang baru 10 menit lalu!".
Kata Will menatap Risa serius, membuat bulu kudu Risa berdiri. Risa semakin takut dan ngerih melihat tatapan mata Will yang dipikirnya sedang marah padanya, padahal sesungguhnya Will sedang ingin menggoda Risa lagi.
Risa melotot terkejut akan ucapan Will yang ketahuan sedang tidak ingin bersama,
" Ya ampun! Anda dukun ya pak big bos? Bahkan anda tahu apa yang ada dalam pikiran saya, sebelum saya katakan. Sungguh, saya meremehkan kemampuan dan insting anda. Sekarang anda lebih menyebalkan lagi, aku tidak tahu apa yang sedang dipikirkan big bos. Seorang CEO kaya raya yang uang nya takkan habis walau tujuh turunan, sedang memikirkan aku? Hah? Tak mungkin kan? Apa juga yang bisa kuberikan pada orang kaya yang arogan, pemarah, dingin dan arogan seperti big bos. Sungguh, aku tak paham cara berpikir pak bos yang satu ini! Cih!".
Kata Risa dalam hati terus mengutuki dan mengatai Will buruk dan menyebalkan.
Will menahan tawa, hampir saja dia terkekeh melihat ekspresi Risa dan wajahnya yang menurut Will menggemaskan apabila sedang dalam keadaan kesal.
" Baru tahu kamu! Pasti sekarang kamu sedang mengutuki aku dengan seribu makian, cacian dan hinaan kepadaku. Tapi tenang saja, aku tidak peduli dengan pikiranmu padaku sekarang. Berhubung selama kamu tidak berteriak didepanku, maka aku anggap saja tidak pernah ada. Tapi wajahmu sangat menggemaskan jika kesal, bahkan aku lebih tertarik dan tertantang melihat ekspresi marahmu padaku. Penasaran aku! Ayolah Risa, tunjukkan padaku bagaimana rasanya habis-habisan kesal padaku. Bahkan jika kau mengutuki, maka akan aku terima. Ckckck, Risa....Risa! Lucu!".
Kata Will dalam hati sambil menahan tawa, Will tersenyum puas menikmati wajah cantik Risa.
20 menit kemudian, mereka sampai disebuah restoran yang terkenal dan ternama. Mereka masuk dan duduk dimeja yang sudah dipesan.
" Hubungi mereka kita sudah sampai, aku tidak mau menunggu lebih lama! Pastikan mereka !".
Kata Will membuka percakapan lebih awal dari Tom.
Tom mengangguk dan menelpon orang yang akan mereka temui. Will membaca berkas dan meletakkan dihadapan Risa.
" Pelajari isi kerja sama ini! Lalu perhatikan adakah yang salah dengan penulisan kata-katanya?".
Tanya Will pada Risa dengan mode serius tingkat dewa.
Risa terpanah melihat wajah serius Will yang jika dalam mode bekerja terlalu tampan untuk dilihat. Siapapun yang melihat pasti akan terpanah dan tergoda, termasuk Risa. Bahkan dia juga tidak bisa untuk memalingkan mata dari Will.
" Andai pak bos bisa lebih ramah! Mungkin ceritanya akan jadi berbeda, lihat saja wajah tampan saat bekerja ini... Begitu indah dipandang! Tapi? Huh ucapannya bisa menyayat hati, setiap perkataannya padaku selalu singkat, jelas dan padat. Sungguh menyebalkan! Dasar arogan dan sombong, tukang marah dan perintah sesuka hati. Tidak mau mendengarkan apa kata orang! Dia membuat aku selalu kena sial, dasar menyebalkan pak bos. Ckck!".
__ADS_1
Risa tertawa dalam hati sehabis mengutuki Will sesuka hatinya.
Will yang menyadari akan hal itu tersenyum dan menatap tajam,
" Saya tahu kalau saya Handsome, jangan memandangi saya seperti itu. Kamu bisa jatuh cinta pada saya kelak, gadis bodoh...!".
Ujar Will kembali mengerjai Risa dengan sangat jahat.
Risa kesal dan lanjut membaca dan memperhatikan seluruh isi map itu. Dia kesal dan marah pada Will karena ucapan Will tadi padanya.
" Baru dipuji sudah buat kesal, huh!".
Ucap Risa tanpa sengaja dengan polos dan ketus, ringan begitu saja.
Tom dan Will terkejut melihat keberanian Risa, bahkan dia berani mengeluh sesuka hatinya.
" Nona? Sungguh berani anda! Hei, apa aku tidak salah dengar?".
Gumam Tom dalam hati tersenyum melihat tingkah Risa.
" Hei, bilang apa tadi...?".
Tanya Will kepada Risa dengan tatapan tajam dan tidak suka.
" Tidak apa-apa! Saya bilang anda tampan jika sedang bekerja, tapi menyebalkan sekali!".
Jawab Risa dengan enteng tanpa pikir panjang terlebih dahulu. Risa tak menoleh sedikitpun, Will jadi kesal dan merasa Risa cuek padanya. Sungguh luar biasa! Bravo.
Tom terperangah dan melotot melihat keberanian Risa berbicara, membuat Tom terkagum padanya.
" Nona, saya yang akan menjadi fans berat pertama anda. Seumur hidup saya tidak pernah melihat ada seorangpun wanita berkata demikian kepada tuan. Saya tidak menyangka anda begitu berani!".
Gumam Tom sambil geleng kepala.
" Semuanya tak ada yang salah kok, sudah benar sesuai ejaan. Saya baru tahu anda tertarik bidang properti, bahkan uang saja tidak membuat anda puas, pak bos?".
Kata Risa sambil memberikan map yang sedari tadi dia baca dengan teliti dan perlahan.
" Hem? Pak bos?".
Tanya Will dengan wajah keheranan.
" Oh maaf! Saya keceplosan tuan!".
Jawab Risa sambil merasa malu dan wajah memerah. Risa menjulurkan lidah sambil tertawa, lalu dia main mata. Sehingga Will terkejut dan melotot kaget akan tingkah polos Risa. Will tersenyum jahat sambil memberikan kode bahwa Tom harus pergi.
Tom menyadari kode yang diberikan,
Tom berdiri dan pergi meninggalkan meja. Sepanjang jalan Tom terkekeh mengingat tingkah Risa yang menurutnya sangat menggemaskan.
" Jika kamu seperti itu pada saya, jangan salahkan jika saya suka menggoda kamu. Gadis bodoh!".
Kata Will terkekeh, tawa diwajah Will mekar membuat Risa terpesona.
Risa terperangah dan kaget,
" Ternyata kalau dia tertawa sangat menawan dan mempesona juga! Hah? Risa bodoh, bahkan kamu sudah direndahkan pria arogan ini kamu masih bisa memuji dia. Hati dan pikiranmu tidak sejalan, dasar totol Risa...! Jangan kagum!".
Gumam hati Risa dan buang muka.
" Hei kamu marah ya? Ayolah, kamu seperti itu seolah-olah menggodaku untuk semakin sering mengganggu dan mempermainkan kamu, hei?".
Will berkata jujur dan terkekeh melihat sikap Risa padanya.
" Anda menyebalkan tuan, sungguh! Aku mulai muak, jangan menghinaku lagi kelak atau anda akan menyesal dan menyadari saya ini tidak bodoh dan *****, cih!".
Kata Risa lagi mengancam Will dengan wajah kesal dan tatapan yang tidak suka.
" Bahkan jika kamu marah tetap saja kelihatan cantik dan menggemaskan saja. Ckckck...!".
Will tertawa sambil menutup mulutnya dengan sapu tangan.
Seketika itu, gunung api meledak. Risa tak bisa lagi menahan rasa marah dan emosinya lebih lama.
" Ah sudahlah! Terserah, mulai sekarang aku tidak akan segan lagi pada anda tuan. Anda menyebalkan dan selalu saja bergentayangan sejak kemarin baik dalam kehidupanku dan pikiranku. Bisakah anda mulai besok tidak menyangkut pautkan aku dalam masalah, hah?".
Dengan rasa marah berapi-api Risa meluapkan amarahnya pada Will. Dia tidak peduli lagi akan Will yang menurutnya sudah merendahkan dengan mengatai dia Gadis Bodoh, dia tidak takut lagi sekarang.
Will tertawa lepas, membuat Tom terkejut dan berlari memastikan Pa yang sedang terjadi kepada Will. Tom terpaku melihat Risa berdiri sambil marah-marah bahkan mengutuk Will terang-terangan.
" Dasar arogan, dasar sombong! Anda menyebalkan sekali, huh!".
Kata Risa sambil melempar wajah Will dengan tisu.
" Ha...ha....aaa, lempar saja terus! Semakin lama kamu semakin cantik, bukankah itu bagus? Ckck!".
Will tertawa lepas karena menurutnya ekspresi Risa lucu.
" Apa? Aku bukan badut yang bisa membuat anda tertawa puas! Dasar menyebalkan, jangan menertawai aku lagi. Dasar sombong....!".
__ADS_1
Teriak Risa sambil melempar sapu tangan yang ada dimeja kewajah Will yang terus tertawa cekikikan.
" Kamu semakin cantik! Saya berkata jujur! Sangat sexy... Huhu!".
Jawab Will lagi membuat Risa tambah emosi dan meledak bagai bom nuklir Hiroshima.
" Keterlaluan, Anda menyebalkan!".
Risa melemparkan handphonenya tanpa sengaja, Will menangkapnya dengan cepat sebelum mengenai wajahnya yang tampan.
" Hop! Dapat!".
Kata Will dan memencet handphone Risa. Lalu mengambil nomor Risa melalui panggilan tak terjawab ke handphone Will.
" Kamu beruntung aku yang duluan meminta nomor kepadamu, biasanya wanitalah yang lebih dulu meminta padaku dan memberikan nomor mereka padaku!".
Kata Will dengan senyuman tanda kemenangan mutlak.
" Terserah! Aku tidak sama seperti mereka! Dasar bawel!".
Jawab Risa sambil duduk kembali dan mulai ngambek. Membuat Will tertawa lagi dengan lepas.
Tom melihat kejadian itu merasa bangga dan bahagia, akhirnya Will menemukan wanita yang bisa membuat dia seperti dulu lagi.
" Nona, anda sudah mengembalikan senyuman diwajah tuan lagi. Saya harus berterimakasih pada anda, sebenarnya keberanian andalah yang saya kagumi. Wonder women! Sungguh saya kagum...!".
Kata Tom sambil senyum setelah menyaksikan adu debat dan perkelahian kecil mereka yang begitu mesra dan lucu.
Meja jadi koto dan berantakan, membuat mereka harus ganti meja baru yang ada disebelahnya. Tak lama kemudian tamu datang, mereka makan siang bersama dan menandatangani persetujuan itu.
Akhirnya Risa terlambat kembali kekantor, membuat kepala divisi kebingungan mencari Risa karena desain sampul ada pada Risa.
Handphone Risa berdering,
Pak bos divisi is calling ... π²
Risa meliriknya dan kaget, lalu
" Ya pak, maaf saya masih diluar!".
Jawab Risa dengan gugup.
" Kamu kemana saja! Sudah bisa hidup ya kamu? Kembali sekarang!".
Teriak pak bos divisi kepada Risa, bahkan mereka mendengar juga. Lalu telepon mati dan Risa murung,
" Ya ampun, aku lupa kembali. Besok aku akan dipecat, huh! Aku akan mati kelaparan gara-gara jadi pengangguran! Hiks.... Hiks....! Kejamnya dunia pada anak malang seperti aku. Papa mama, huaaa!!!".
Jawab Risa kesal sambil melirik Tom dan Will tajam. Lalu dia menangis dengan manja, menurut pandangan Will.
Will memberikan kode lagi, Tom mengerti dan segera menelponπ²
" Ya, saya asistem pribadi tuan. Maaf sebelumnya tanpa seijin anda, saya membawa salah satu pegawai di divisi yang anda pimpin. Mohon anda memakluminya, oke!".
Kata Tom kepada pak bos divisi Risa dengan lantang dan tegas.
" Baiklah, maafkan saya!".
Jawab pak bos divisi dengan gemetaran dan takut terancam.
" Terimakasih banyak!".
Kata Tom dan menutup telepon. Tom berwajah datar dan mengangguk saat melihat Risa.
Will tersenyum puas,
" Gadis bodoh, saya sudah bereskan masalahmu. Tak akan ada yang berani memecat kamu diperusahaan saya sendiri. Paham!".
Kata Will membuat Risa tersenyum,
Risa seketika berhenti menangis dan tersenyum lebar,
" Terimakasih pak bos CEO! Haha!".
Risa tertawa lepas dan merasa lega,
Will juga tersenyum melihat tingkah Risa yang polos.
" Gadis polos! Begitu saja sudah senang, tapi aku jadi bahagia jika berada bersamanya! Kau tak akan bisa lepas dariku, aku akan membuatmu terikat dan bergantung padaku mulai sekarang. Percayalah aku tidak akan membiarkan siapapun berani menyentuhmu!".
Gumam Will sambil menatap Risa dengan lekat dan puas. Tom sangat menyadari dan paham akan kemauan dan keinginan hati Will.
ππππππππππππ
Jangan lupa Likeπ dan Komenπ ya saudarakuβ€οΈ
Thoor biar semangat nulis,πͺ makasih banyak ya kakakπ§dan Abang π¦yang sudah mampir dan membacaππΉππΉππΉππΉπ
Miss U pembaca,
__ADS_1
By : Thoorππ
ππππππππππππ