Jalan Cinta-Mu

Jalan Cinta-Mu
2


__ADS_3

Sampai didalam ruangan CEO, seorang gadis cantik yang tentunya sexy menunggu mereka.


" Selamat pagi tuan, saya sekertaris baru anda. Tuan Laurens yang mengirim saya kemari, perkenalkan nama saya Laila. Terimakasih!".


Laila berkata tegas dan sopan kepada mereka berdua. Maklum Laila adalah sekertaris andalan papa William yang berasal dari perusahaan induk di Hongkong.


" Tom...!".


Suara Will setengah berteriak melirik kearah Tom sambil menatapnya dengan seram dan begitu garangnya.


" Baiklah tuan, saya paham!".


Tom membungkuk dan mendekati wanita sexy itu.


" Meja Anda ada diluar, tuan tidak suka ada wanita sembarangan ada di ruangan yang sama dengan dia! Mulai sekarang jika kamu mau perlu sesuatu panggil saya saja ya?".


Tom berkata dengan tegas memperingatkan Laila agar tidak sembarangan masuk keruangan Will, karena dia tidak suka ada wanita masuk kedalam ruangannya.


" Baiklah tuan, saya paham. Permisi tuan, selamat siang...!".


Laila mengangguk dan pergi mengikuti Tom keluar.


Sampai dimeja kerja, tepatnya disebelah pintu masuk keruangan Will. Laila duduk dan mengerjakan tugas yang baru saja diberikan oleh Tom sebelum dia pergi.


" Huh! Ternyata benar kata tuan besar dan gosip yang beredar diluar sana. Seorang William putra tunggal tuan Laurens si Raja bisnis itu tidak mudah didekati, apalagi di taklukkan. Itu tak akan mudah, bahkan aku saja tidak diliriknya. Dia bahkan buang muka dan kelihatan jijik padaku tadi, tak bisa kupercaya atas apa yang kulihat! Huh, kesalnya aku padamu, sialan...!".


Kata Laila pelan mengeluh karena Will bersikap dingin padanya.


Didalam ruangan Will hanya minum teh dan terdiam membayangkan ulang wajah gadis cantik yang jatuh didepan matanya dengan seikat bunga mawar merah, yang menurutnya sungguh So Sweet!


William memandang bunga itu sambil tersenyum kecil, dia membayangkan wajah cantik Risa. Dia hanya senyum-senyum sendiri sambil memutar musik di handphone.


" Anda butuh sesuatu tuan?".


Tom bertanya kepada Will, karena dari tadi sikapnya aneh.


" Sepertinya... Disini menarik!".


Kata Will tersenyum nakal.


" Bagian mana yang menarik bagi anda, apakah saya boleh tahu?".


Tom bertanya balik.


" Gadis tadi, lumayan juga!".


Jawab Will sambil terkekeh sendiri, Tom terheran dan bangga.


" Baiklah saya paham, permisi!".


Tom berpamitan dan kembali kemeja kerjanya yang ada didekat pintu masuk.


Dia mencari informasi siapa gadis itu dan seluruh mengenai gadis yang Will maksud barusan.


Lalu handphone Will berbunyi,


Papa is calling ....! πŸ“²


" Ya papa, ada apa?".


Tanya Will dengan nada dingin.


" Bagaimana sekertaris yang papa pilihkan untuk mendampingimu? Bukankah cantik dan menarik?".


Kata papa dengan nakal bertanya.


" Tidak tertarik, jelek dan norak...!".


Jawab Will dengan dingin.


" Baiklah, papa tidak tahu bagaimana selera kamu sayang! Selamat bekerja, papa dan mama mau bulan madu lagi! Ketika kami pulang, kamu sudah harus pulang bawa menantu papa, oke? Bye!".


Papa Will menutup telpon secara sepihak. Will begitu kesal jadinya.


Rupanya sedari tadi Tom mendengarkan semua pembicaraan Will tadi, namun dia memilih diam dan pura-pura tidak tahu menahu. Namun dalam hatinya tersenyum, apa yang akan dilakukan Will kelak.


" Tom....!".


Teriak Will memanggilnya,


" Ya tuan!".


Jawab Tom sambil berlari.


" Ambilkan aku dokumen yang harus aku selesaikan...!".


Kata Will setengah berteriak.


Tom memberikan setumpuk berkas penting yang harus dipelajari dan ditanda tangani oleh Will. Lalu mereka berdua bekerja kembali.


Lalu, dilantai bawah. Risa masih tidak bersemangat mengerjakan apapun itu, karena masih ingat kejadian baru saja terjadi.


" Mati aku! Pasti mereka sedang membahas masalah pemecatan aku. Cari pekerjaan sekarang itu susah, apalagi diperusahaan besar seperti ini hampir mustahil. Kalau aku dipecat, besok mau makan apa. Wah? Risa bodoh? Kenapa jalan saja bisa terjatuh? Bodoh! *****! Mati saja sudah, Risa bodoh!".


Risa terus bergumam dan mengutuki dirinya karena kejadian tadi pagi di lobi.


Sore hari, seluruh handphone karyawan berdering. Tanda nontifikasi gaji sudah masuk ke rekening mereka. Tersenyum bahagia dan serasa berada di surga dunia. Ah masa iya? 😁


" Akhirnya sudah gajian juga! Aku akan beli sepatu baru nanti, akan kubuang sepatu sial ini nanti. Kubungkus kain putih dan kumasukkan kedalam kotaknya. Percuma beli sepatu branded tapi pembawa sial, nyawaku hampir melayang gara-gara ini! Sial! Cih!".


Kata Risa sambil membereskan barangnya untuk segera pulang.


Seluruh karyawan sudah pulang terlebih dahulu, namun Risa tadi mencari sendal pengganti sepatu yang katanya pembawa sial. Dia memasukkannya kedalam tas kertas dan menintingnya. Namun langkahnya terhenti didepan pintu kala melihat CEO dan Tom.


" Tuan tunggu disini! Saya akan ambil mobil. Karena supir kita sedang diluar semua menjemput tamu, apakah tidak apa saya tinggal tuan seorang diri?".


Tanya Tom dengan nada cemas dan menatap Will sedih.


Will menggelengkan kepala dan menatap Tom tajam, lalu tak sengaja Risa melintas disebelah mereka dengan perlahan.

__ADS_1


" Maaf nona, bolehkan saya meminta tolong sebentar!".


Tanya Tom menyadari bahwa itu Risa pegawai perusahaan.


Risa mendekat dan tersenyum,


" Tentu tuan, apa yang bisa saya lakukan untuk anda berdua!".


Dengan suara lembut menggoda.


" Oh terimakasih saya tertolong! Tolong tunggu disini sebentar, saya mau ambil mobil keparkir. Bolehkah anda menemani tuan saya?".


Tanya Tom dengan wajah datar.


" Tentu...!".


Risa tersenyum dan berdiri disamping Will dengan tegar, padahal kakinya gemetaran karena melakukan kesalahan tadi pagi.


Tom pergi sambil tersenyum, menantikan respon dari Will nanti.


Will dan Risa berdiam diri tanpa berbicara sepatah katapun, lalu Will melirik kebawah dan mendapati kaki Risa pakai sendal bukan sepatu. Dia tersenyum mengingat akan kejadian tadi,


" Dia pasti kesal pada sepatunya! Pasti pikirannya sedang melayang entah dimana, dasar gadis aneh! Apakah aku tidak menarik? Apakah aku hantu, dia tidak menyapaku sedikitpun. Gadis aneh!".


Gumam Will dalam hatinya kesal tapi sambil tersenyum puas.


Risa yang menyadari Will menatap kakinya hanya diam saja dan kesal.


" Pasti dia sedang berpikiran kelak tentang aku, masalah tadi pagi sungguh memalukan! Risa bodoh, jalan saja bisa terjatuh begitu, mau simpan dimana wajah ini, bodoh!".


Gumam Risa dalam hati mengingat kejadian tadi pagi.


" Sepatu kamu mana? Seperti ayam saja! Huh?".


Tanya Will dengan nada jutek, tatapan matanya tajam kepada Risa. Sungguh Risa jadi ketakutan dan pucat kasi, dia menatap mata Will yang amat menakutkan itu.


" Itu tuan! Mau saya buang, karena rusak sewaktu terjatuh tadi pagi!".


Kata Risa gemetaran dan terbata-bata karena Will menatapnya tajam.


" Oh begitu, kamu ikut saya!".


Kata Will menghardik Risa.


" Saya tidak salah dengar? Tidak terimakasih tuan!".


Kata Risa menolak dengan halus.


" Kamu jangan menolak! Mau saya pecat kamu sekarang juga, huh?".


Jawab Will mengancam Risa dengan kejam dan membuat Risa tak berdaya sama sekali.


Risa tertunduk dan diam ketakutan,


" Bagus kalau menurut!".


Kata Will lagi.


" Kamu bodoh ya! Masuk!".


Teriak Will dan membuat Risa gelagapan dan tersadar dari lamunan dilangit ketujuh😁


Risa kemudian beejalan, dia membuka pintu depan dan hendak masuk. Lalu,


" Hei? Siapa suruh kamu duduk didepan hah? Disebelah saya!".


Teriak Will lagi, membuat Tom dan Risa terkejut.


" Apa tuan tidak salah kan?".


Tanya Tom dalam hati kecil heran.


Risa duduk disebelah Will dan menutup pintu, lalu mereka meninggalkan kantor.


" Ketoko shoes, aku bosan dengan sepatu yang ini!".


Kata Will masih dengan nada jutek.


" Baik tuan!".


Jawab Tom dan menuju kesana.


" Hei? Apa-apaan dia. Berteriak hingga telingaku hampir pecah, wajahnya itu menyebalkan! Sial sekali hari ini, entah apa dosaku?".


Gumam Risa masih mengutuk dirinya sejak tadi pagi sambil menangisi nasipnya.


20 menit diam membisu tak ada percakapan, mereka sampai ditujuan dengan selamat.


" Kita dimana ini?".


Tanya Risa ketakutan.


" Tenang saja! Temani saya!".


Will mengancam Risa, lalu mereka masuk kedalam bersama.


Sampai didalam Risa terpesona dengan mewahnya galeri sepatu yang ada ditoko itu.


" Huh! Sungguh mewah! Pasti harganya mahal dan ORI! Jelas!".


Kata Risa pelan, tapi Will mendengarkannya dengan jelas sekali. Membuat Will terkekeh.


" Tuan mau yang bagaimana?".


Tanya Tom kepada Will,


" Yang nyaman saja! Kamu sudah tahu bukan?".


Tatap Will tajam kepada Tom.

__ADS_1


Tom memberikan kode agar pelayan toko tidak mendekati mereka, karena Will tidak suka.


" Baiklah, saya paham!".


Kata Tom lagi dan mencarikan yang sesuai dengan selera Will.


" Gadis bodoh, begitu saja sudah terpesona! Tidak terbiasa dengan barang mewah ya? Bahkan satu pasang sepatu disini hampir setahun gajimu bukan? Aku mau tahu dia selera yang bagaiman?".


Gumam Will tersenyum menyeringai menatap Risa dengan jahat.


" Pasti harganya mahal, puluhan juta bukan? Rugi aku beli disini, beli dipasar saja sudah. Bisa menawar lagi, dasar orang kaya buang-buang uang saja. Sepasang sepatu bagi mereka tidak berarti apapun! Cih!".


Gumam Risa dalam hati sambil duduk didepan Will.


" Kamu mau yang mana? Cobalah! Saya tidak mau karyawan saya besok cakar ayam kekantor!".


Kata Will menjahili Risa lagi.


Tom yang mendengar, terpaksa menahan tawa karena lucu akan perkataan Will kepada Risa.


" Tuan? Bukan seperti itu merayu gadis cantik! Wah! Ada-ada saja!".


Kata Tom dalam hati kecilnya sambil menahan tawanya.


" Saya tidak mau beli! Saya tidak punya uang sebanyak itu tuan!".


Kata Risa dengan jutek sambil melipat tangan kedadanya.


Tom mendekati Risa, lalu dia memilihkan beberapa model terbaru dan terbaik ditoko itu.


" Cobalah nona, hanya mencoba tidak ada salahnya bukan?".


Kata Tom melirik Risa tajam, seakan mengancam Risa dengan ganas.


" Iya...! Iya...!".


Kata Risa ketakutan.


" Ih seperti setan! Sama saja! Aku menemani dua setan aneh hari ini!".


Kata Risa dalam hati menyesal.


Risa mencoba beberapa sepatu, Tom melirik Will yang sedari tadi menatapi kaki Risa yang mencoba beberapa sepatu yang menurut Will sangat cocok dengan Risa.


Will memberikan kode dengan anggukan setiap barang yang cocok dipakai Risa. Dan Tom meminta pelayan untuk membungkusnya.


" Tuan, bukankah hanya mencoba saja? Kenapa semua sepatu itu harus dibungkus rapi? Hem?".


Tanya Risa dengan berani.


" Ini hadiah kamu telah menemani tuan saya, kamu menolong saya!".


Kata Tom sambil membayar seluruh tagihan kepada pelayan.


" Tapi ini terlalu berlebihan!".


Kata Risa menolak.


" Tidak, kamu pantas! Tanya saja kepada tuan William, saya hanya mengikuti perintah beliau!".


Kata Tom menghindari percakapan yang panjang kepada Risa. Tom malas meladeni setiap pertanyaan dan celotehan Risa yang menurutnya sungguh cerewet.


Risa menatap Will, lalu dia berjalan mendekati Will.


" Ini berlebihan tuan. Saya tidak melakukan apapun untuk anda berdua. Maaf saya tidak bisa menerima semua hadiahnya!".


Kata Risa menunduk meminta maaf.


" Kamu pikun ya gadis bodoh! Saya hanya tidak mau karyawan diperusahaan yang saya pimpin cakar ayam, kamu paham?".


Kata Will mengancam Risa dengan tatapan setajam ular yang hendak mematok mangsanya.


" Hah? Cakar ayam? Cakar... Ayam?".


Kata Risa mencerna semua perkataan Will tadi.


" Lihatlah kakimu, telanjang! Hanya sendal jepit! Bahkan pelayan kebunku tidak pernah memiliki benda aneh seperti itu. Tahu kamu?".


Kata Will lagi mengejek Risa sesuka hatinya sampai puas.


" Apa? Aku tidak salah dengar! Dasar pria sakit jiwa! Seenaknya menghina aku, kau pikir kau siapa? Kau pikir kaulah segalanya? Untuk dimaklumi dan juga untuk ditakuti. Walau mempesona, kutakkan terima. Tapi bisa kubalas kau lebih gila lagi CEO sakit jiwa, cih sialnya!".


Gumam Risa dalam hati sambil menangisi nasipnya. Dia juga mengutuki William sesuka hatinya.


" Kenapa menatap saya? Kamu mengutuki saya lagi? Huh?".


Will tersenyum menyeringai.


" Gila senyuman mengerihkan begitu, apa bagusnya. Dasar setan gentayangan! Sial....sial...! Kenapa dia bisa tahu aku mengutuknya!".


Gumam Risa menatap Will kesal.


Ckckck.....? Will tersenyum puas.


πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ€£πŸ€£πŸ€£πŸ€£


Tom melihat dan mendengarnya menggelengkan kepala karena Will mengerjai Risa sampai dia puas. Sementara Risa hanya bisa pasrah dihina dan dipermainkan oleh Will.


" Sepertinya mulai sekarang aku tak akan bosan sama sekali. Kucing kecil yang sexy ini akan menghiburku, sebaiknya aku harus mengikatnya agar tidak lari begitu saja nanti. Kucing nakal, masih mengutuki aku bukan? Lihat saja!".


Kata Will dalam hati kesenangan luar bisa yang dirasakannya. Dia lupa kapan terakhir kalinya dia tertawa dan tersenyum lepas seperti saat ini bersama Risa.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Jangan lupa LikeπŸ‘ dan KomenπŸ“ ya❀️


Thoor biar semangat nulis,πŸ’ͺ makasih banyak ya kakakπŸ‘§dan Abang πŸ‘¦yang sudah mampir dan membacaπŸ’πŸŒΉπŸ’πŸŒΉπŸ’πŸŒΉπŸ’πŸŒΉπŸ’πŸŒΉπŸ’πŸŒΉπŸ’πŸŒΉπŸ’πŸŒΉπŸ’


Miss U pembaca,

__ADS_1


By : ThoorπŸ˜˜πŸ‘


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


__ADS_2