Jalan Cinta-Mu

Jalan Cinta-Mu
9


__ADS_3

"Semoga tuan Kusuma dan nyonya Peres tenang dan damai. Amin!".


Tom berdoa dalam hati sambil menutup mata.


Risa kembali berdiri dan melihat mereka dengan mata sembab.


" Oh maaf ya, karena aku kalian harus menunggu. Terimakasih sudah mau menemani aku, lalu setelah ini kita mau kemana?".


Tanya Risa sambil senyum, menghapus air mata dan ingus dengan sapu tangan.


" Iya tidak apa nona! Terimakasih juga sudah mau menemani tuan!".


Kata Tom sambil membungkuk memberikan hormat pada Risa.


" Iya sama-sama! Maaf didepan kalian aku menangis tadi, soalnya... Aku sangat merindukan ayah dan ibuku. Sangat rindu!".


Risa tersenyum kecil sambil menatap kearah langit. Memandang langit yang mulai agak mendung.


" Dia berpikir apa? Menghayal lagi? Yang benar saja, gadis bodoh!".


Gumam Will dalam hati kecil. Lalu dia melirik Tom memberikan isyarat agar segera pergi meninggalkan tempat pemakaman umum ini.


" Oh ya nona, lebih baik kita segera pergi. Karena setelah ini akan ada jadwal makan siang dengan kolega tuan, setelah itu kita kesuatu tempat lagi yang harus didatangi!".


Kata Tom dengan tegas dan jelas.


Tom berbalik dan mendorong kursi roda Will, diikuti oleh Risa dari belakang.


" Selamat tinggal ayah dan ibu, lain kali Risa datang menjenguk lagi ya! Semoga kalian tenang!".


Gumam Risa sambil berjalan meninggalkan makan.


Mobil melaju dengan kecepatan sedang, tak ada percakapan dalam mobil. Hanya hening dan terdengar suara musik yang tenang.


" Tak kusangka dia begitu tegar menghadapi hidup selama ini? Wah gadis yang tangguh, luar biasa!".


Gumam Will tersenyum menyeringai, namun Risa sibuk dengan main game dihandphone.


Will melirik Risa dan heran,


" Dia sedang apa sih? Kenapa sibuk sendiri? Apakah dihandphone ada hal yang menyenangkan? Bahkan aku yang tampan mempesona ini saja tidak dilirik. Penasaran aku?".


Gumam Will memperhatikan ponsel Risa dan mencoba memahami bagaimana cara mainnya.


" Ah, ayo kekiri! Ah dasar, kenapa harus ketengah? Tidak....!!".


Suara Risa pelan seperti berbisik, berusaha untuk bermain bagus dan mengalahkan game nya.


" Kamu sedang apa?".


Tanya Will masih dengan wajah jutek dan melihat layar ponsel Risa.


" Main game! Apa lagi? Kan tidak mungkin main setan-setanan!".


Kata Risa dengan ringan tanpa memperdulikan suara tadi.


" Game apa itu?".


Tanya Will makin jutek dan geram.


" Biasa game balap mobil! Ini mudah dan seru, orang seperti kalian mana paham begini!".


Kata Risa tanpa sadar.


Will semakin geram dan marah, Tom menyadarinya hanya bisa diam dan berdoa supaya Will tidak marah.


" Oh begitu? Biasanya wanita jika melihatku akan tertarik dan menyukaiku, dia juga tidak sungkan untuk menggodaku dengan seribu cara. Apakah kamu tahu itu?".


Kata Will menyombongkan diri. Seperti itulah Will, sangat bangga akan dirinya karena memiliki segalanya.


" Oh aku tidak heran! Karena mereka semua bodoh dan murahan!".


Kata Risa masih sibuk dengan game di handphone nya.

__ADS_1


Karena keasyikan, Risa lupa jika berada didalam mobil bersama Will. Bahkan dia tidak sadar jika Will sudah geram dan marah karena Risa cuek dan tidak menganggap dia ada. Will kesal dan merasa Risa lebih menggemaskan lagi, bahkan sekarang Will berniat untuk mengerjainya sampai puas.


" Tutup Tom!".


Perintah Will untuk membuat jarak antara ruang depan dan tengah.


Tom mengangguk, dan kini mereka dibatasi oleh tembok.


" Habislah anda nona, selamat berjuang! Anda membangunkan singa yang lapar! Ckckck...!".


Kata Tom dengan suara pelan sambil cekikikan sendiri.


Mobil Will dilengkapi fasilitas mewah dan ada kulkas kecil didalam mobilnya. Didalamnya ada berbagai minuman kemasan, kecuali minuman beralkohol. Karena Will tidak suka minum begituan, hanya ada soda dan jus saja.


Will mendekati Risa dan berbisik,


" Kamu meng...ge...mas...kan!".


Kata Will perlahan, nafasnya panas dan Risa merinding seketika.


" Apa...? Apa...? Apa yang kamu mau dariku? Sana menjauh...!".


Suara Risa berteriak pada Will,


Will tersenyum dan menarik tangan Risa kuat, sehingga mereka duduk begitu dekat sekali. Will tersenyum menyeringai,


Gleeek!!! 😱


Risa menjadi gugup dan takut,


" Kamu mau apa sih? Jangan berbuat yang aneh-aneh ya?".


Teriak Risa lagi, dia memukuli dada bidang milik Will.


" Tidak mau apapun! Kenapa wajahmu langsung memerah? Hah? Kamu takut ya? Ckckck....!".


Will cekikikan sendiri melihat tingkah Risa yang menurutnya sangat menggemaskan sekali.


" Jadi? Menjauhlah....!".


" Kamu yang seharusnya menjauh! Kamu yang berusaha menggodaku, lihatlah sendiri. Heh?".


Will tersenyum menyeringai, sangat menikmati ekspresi malu Risa yang sangat lucu baginya.


" Fufufu! Puas sekali rasanya menggoda gadis bodoh ini! Tak kusangka ekspresinya begitu lucu!".


Gumam Will tertawa terbahak, namun dalam hati saja. Gengsi dong! Masa seorang CEO begitu?πŸ˜‚


Risa segera bergeser duduk, namun Will menahannya dengan keras dengan memegang pergelangan tangan Risa sekuatnya.


" Hei, sakit tahu!".


Kata Risa lagi,


" Hanya mencoba memegang ini, kalau Tom mengerem mendadak maka kamu akan jatuh bodoh!".


Kata Will lagi dengan lembut. Lalu dia mencetak kening Risa lembut.


" Sudah lepaskan saja!".


Kata Risa menghempaskan tangan Will dan terlepas juga.


Ciiit.....!!!! πŸš—


Tiba-tiba Tom menyetir dengan kencang dan mengerem dengan cepat dan mendadak. Risa terjatuh diperlukan Will, dia duduk dipaha Will seperti boneka. Wajah mereka berdekatan, bahkan Risa masih kaget dan terkejut.


Nafas mereka bertukar, lalu wajah mereka berubah merah.


Deg....!!!❀️


Deg.....!!!❀️


" Hah? Syukurlah!".

__ADS_1


Kata Risa pelan menghela nafas panjang, namun dia tidak sadar sedang duduk dipangkuan Will.


" Kamu yang menggodaku terlebih dahulu manis, jangan marah!!!".


Kata Will pelan dan lembut, Risa menatap mata Will yang sangat memikat itu.


Cup! πŸ’‹


Will memberikan kecupan kepada Risa, dia hanya diam dan masih shock akan kejadian tadi. Ditambah Will mengecup bibir Risa mendadak, dia semakin bingung dan terkejut lagi sekarang.


" Apa yang kamu lakukan?".


Ucap Risa pelan dan wajah memerah menahan rasa malu.


" Apa yang kulakukan? Tentu saja mencium bibir gadis manis seperti kamu! Mau diulang? Hah?".


Will tersenyum dan masih memegang leher Risa kuat. Jarak mereka hanya 2inci saja.


" Itu ciuman pertamaku! Jahat!".


Kata Risa lagi, bibirnya manyun dan menundukkan wajah.


" Ho? Berarti aku adalah pria pertama yang mencium ya? Baiklah kalau begitu, mulai sekarang hanya aku yang akan mencium kamu!".


Kata Will pelan khas dengan suara parau yang begitu macho.


Deg.....! ❀️


" Ini yang kedua, ingatlah!".


Kata Will pelan dan lembut.


Cup...!!! πŸ’‹


Wajah Risa memerah dan membulatkan mata karena terkejut seperti disengat listrik ketika bibir Will mengec*up ulang Risa.


Kali ini Will memaksa agar Risa mau bereaksi akan dirinya, tapi apa yang didapat. Karena Risa tak punya pengalaman, Risa hanya diam mematung seperti batu Pancoran.


Ha....ha....aaa!!! 🀣


Kali ini Risa memejamkan mata dan menahan nafas sehingga ketika Will mencoba berciuman ala-ala professional Risa hampir pangsan karena tidak bernafas.


Alias menahan nafas! πŸ˜‚


Maklum pak bos, belum berpengalaman. Makanya harga Janda lebih mahal dari Gadis. Karena ada kelebihan dan kekurangannya dong! πŸ˜‚βœŒοΈ


Mau tahu?


Mau tidak?


Hem.....!!!!


Baiklah akan diberitahu, tapi jangan lupa Like πŸ‘ dan Komen πŸ’Œ ya!


🌺 Kalau Janda punya surat-surat yang lengkap. Terutama Kartu Tanda Pengenal (KTP), Surat Akta Cerai dan SIM C ( Surat Ijin Menabrak) Cintanya...πŸ‘


🌷 Kalau gadis belum tentu punya KTP, bagaimana ada SIM C πŸ˜‚βœŒοΈ


πŸ’ Kalau Janda berpengalaman dalam permainan enjot-enjotan, main kuda-kudaan. Pengalaman mahal harganya loh? 😏


🌹 Gadis belum tentu perawan, jarang juga yang berpengalaman.


Ha.....ha.....aaaa!


Maaf melenceng ya kak, Abang, kakak dan adik, sahabat semua. Sekedar hiburan. Jangan diambil hati ya,


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Jangan lupa LikeπŸ‘ dan KomenπŸ“ ya❀️


Thoor biar semangat nulis,πŸ’ͺ makasih banyak ya kakakπŸ‘§dan Abang πŸ‘¦yang sudah mampir dan membacaπŸ’πŸŒΉπŸ’πŸŒΉπŸ’πŸŒΉπŸ’πŸŒΉπŸ’


Miss U pembaca,

__ADS_1


By : ThoorπŸ˜˜πŸ‘


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


__ADS_2