
Risa menggunakan dress selutut berwarna pink muda, sepatu pembelian kemarin berwarna hitam dengan taburan swaroski. Will terkagum dengan kecantikan Risa, padahal Risa tidak pakai make up. Hanya lipstik pink muda dan bedak tabur bayi.
" Cantiknya....!".
Ujar Will tanpa sadar.
" Hah? Dasar gombal!".
Kata Risa dengan suara pelan, tapi Tom mendengarnya dengan jelas.
" Fufufu! Sangat berani!".
Tom tertawa sambil menutup mulutnya dengan sapu tangan. Dia menahan tawa atas ucapan Risa yang menurutnya sungguh berani.
" Mulai besok, kamu masak makan siang. Antar keruangan ku!".
Kata Will sambil meneguk segelas air putih dengan cepat.
" Apa? Tidak bisa! Aku bisa telat kekantor dan gajiku akan habis terpotong jika tiap hari selalu telat kekantor! Ditolak! Titik...!".
Risa melipat kedua tangan dan duduk didepan Will. Dia memalingkan wajah dan kesal dengan ucapan Will yang suka memerintah ini dan itu.
" Baiklah, Tom yang akan urus masalah itu. Kamu bisa datang masuk kerja sebelum makan siang! Ada lagi protes nya?".
Kata Will sambil memakan jeruk yang ada diatas meja.
" Aku bisa dipecat tahu! Bagaimana bisa? Jangan mengarang! Jangan menggodaku lagi, pak bos!".
Kata Risa tersenyum sambil minum air putih dengan perlahan.
" Itu perusahaanku, tak akan ada yang berani memecat mu! Jangan banyak protes...! Jam 10 pagi makan siang sudah harus ada dimeja kerja, buat hanya untukku!".
Kata Will memberikan kode kepada Tom untuk mengurus masalah Risa.
Tom mengangguk dan tersenyum,
" Baiklah, ayo kita pergi!".
Kata Will memberikan perintah,
" Baiklah, saya ambil payung dulu kemobil. Tunggu disini!".
Kata Tom meminta ijin Will.
Risa melihat Tom dan tersenyum,
" Ya sudah aku saja yang mendorong kursi pak bos! Anda tunggu saja kami didepan!".
Kata Risa mendekati Will dan mulai mendorong kursi roda itu.
Will terdiam dan alangkah terkejut karena Risa mau mendorong, Will seketika jatuh cinta dengan sikap baik hati Risa.
" Sungguh baik hatimu! Tulus dan jujur, semua perkataanmu membuat aku semakin ingin mengikatmu untuk selalu ada disampingku setiap waktu. Bahkan sekarang aku sangat ingin memiliki semua hatimu dan juga ragamu. Apakah aku salah jika menyukai dan mengagumi sikap Manismu itu? Semoga saja kelak kamu akan menyukaiku dan jatuh cinta padaku, meskipun keadaanku seperti ini. Aku seorang yang cacat dan tidak sempurna, mulai sekarang aku akan serius untuk menjalani perawatan dan pengobatan kakiku. Aku janji, aku akan menggendongmu kelak. Bersabarlah sedikit lagi sayang!".
Gumam hati Will dengan semangat tinggi untuk memperoleh kesembuhan dengan terapi.
Sampai didepan pintu, Tom sudah menunggu didekat mobil. Tom berjalan mendekati mereka,
" Ayo pegang tangan saya kuat tuan! Lakukan dengan perlahan ya!".
Kata Tom mengulurkan tangan.
Risa memegang tangan Tom,
" Biar aku saja! Tidak apa!".
Kata Risa meraih tangan Will sambil tersenyum dan mulai memapah. Will terdiam mematung melihat sikap baik dan perhatian Risa.
" Sungguh baik sekali! Alangkah baiknya jika aku memilikimu seutuhnya sayang! Tapi apalah dayaku, bahkan untuk berjalan saja aku tidak mampu. Apalagi harus melindungi kamu kelak?".
Gumam Will dalam hati dengan wajah sedih. Hatinya begitu sakit dan terluka karena kelak dia tidak bisa melindungi sang pujaan hati.
__ADS_1
Risa merangkul tubuh Will yang kekar dan bahunya yang kokoh dan lebar itu dengan sekuat tenaga. Lalu Risa membawa Will berjalan perlahan untuk masuk kedalam mobil, dengan sabarnya.
" Hati-hati, kamu bisa terjatuh kalau sembarangan melangkah. Lakukan perlahan saja, aku akan menuntun kamu dengan sabar. Mungkin rasanya agak sakit, tapi berusahalah. Oke lakukan perlahan dan santai saja, pegang aku erat!".
Kata Risa pelan, wajah mereka berdekatan. Will menatap wajah cantik Risa dengan begitu dekat.
" Hem! Terimakasih cantik! Kamu begitu baik dan peduli padaku. Meskipun aku sudah membuatmu kesal setengah mati, my angel!".
Kata Will dalam hati tersenyum.
Sampai didalam mobil, Tom membereskan kursi roda Will kebagasi belakang mobil. Risa duduk disebelah Will,
" Ya ampun! Kamu berat sekali, itu karena kalian menghabiskan stok makan ku hari ini! Kalian harus bayar nanti, paham! Huh?".
Kata Risa masih dengan nada kesal dan wajah galak.
" Kamu saja yang terlampau ringan! Apa kamu tidak makan sebulan? Semua karyawan di perusahaanku mempunyai gaji yang cukup besar! Kenapa kamu makan menghemat?".
Kata Will membenarkan baju yang agak kusut itu.
" Itu namanya hemat, bukan pelit! Aku minta ganti rugi atas makanan yang diatas meja tadi!".
Kata Risa dengan galak, bibirnya manyun dan menggemaskan.
" Iya akan aku ganti, nanti pulang akan aku beri uang sebagai ganti rugi atas makanan tadi. Tapi setiap hari kerja kamu masak makan siang buat kita berdua. Paham kan?".
Kata Will bertanya,
Risa hanya diam buang muka karena masih kesal,
" Sebelum jam 10 pagi anda harus sudah tiba dikantor, jadi tidak ada alasan untuk tidak masak nona!".
Kata Tom, membuat Risa makin kesal dan geram.
" Terserah kalian saja! Huh...!".
Risa pasrah dan buang muka.
Will sangat senang dan suka melihat ekspresi Risa yang menurutnya sangat menggemaskan itu. Membuat Will semakin suka untuk menggoda Risa.
" Bukankah ini jalan mau ke tempat pemakaman umum? Mau apa dia?".
Tanya Risa dalam hati, karena gengsi bertanya pada mereka.
Mobil terus memasuki kawasan tempat pemakaman, namun terus berjalan mengikuti jalan utama.
" Bukankah ini pemakaman khusus keluarga elit alias orang kaya? Kita untuk apa kemari sih? Aku mulai takut melihatnya!".
Kata Risa mulai risih dan ingat akan makan kedua orang tuanya.
" Makan ibuku ada didalam?".
Kata Will dengan wajah sedih,
Tom mendorong kursi roda Will dan berjalan menuju makam ibu Will.
" Ibu aku datang bersama calon menantu ibu. Doakan kami jika dia adalah jodohku, dia baik dan perhatian kepadaku. Dia juga berbeda dari wanita lainnya yang selama ini aku temui, percayalah ibu. Jika dia adalah wanita baik dan spesial dalam hidupku, mulai sekarang aku akan berusaha untuk mendapatkan hati dan cintanya. Ibu dia mirip sekali denganmu yang begitu baik dan penuh kasih, tatapan matanya indah sepertimu!".
Gumam Will dalam hati, tak terasa Will meneteskan air mata tanpa sadar. Will hanya diam tertunduk, sesekali Risa menatapnya penuh iba dan rasa kasihan.
" Kasihan sekali! Bahkan dunia ini bisa jadi milikmu, tapi tidak disangka aku sama seperti mu. Berjuang sendiri, berdiri sendiri diatas kaki ini. Aku tidak tahu bagaimana dunia menempahmu menjadi pribadi yang kuat, angkuh, Sombong dan kejam. Bahkan kamu juga memvonis dunia dengan opinimu sendiri, berjuanglah William. Kamu pasti bukan sembarangan orang biasa, bahkan orang seangkuh kamu punya pengalaman yang begitu kejam!".
Risa geleng kepala dan menjadi sedih melihat Will terdiam begitu.
Sampai disuatu tempat, keramik putih bersih bertuliskan nama pada nisan itu : Aisyah binti Haidir. Lahir: 28 Juli 1970, Wafat: 22 Juli 2000.
" Ibu, aku datang! Ibu perkenalkan, ini Risa temanku. Dia baik, ibu!".
Kata Will dengan wajah tegar seperti tidak terjadi apapun.
Risa menatap Will kagum, dia begitu tegar dan kuat melihat nisan itu. Risa bahkan tidak bisa menahan air matanya, tak sengaja dia menangis dan berlinangan air mata.
__ADS_1
" Salam kenal Tante! Saya Clarissa biasa dipanggil Risa...! Hiks...!".
Risa menghapus air matanya dengan sapu tangan, Risa terus terisak dan sedih.
" Nona, kenapa menangis? Perasaannya begitu rapuh dan lembut, gadis yang baik sekali!".
Kata Tom dalam hati mengagumi sifat baik Risa.
" Kenapa?".
Tanya Will menatap Risa tajam,
Hiks....!!! π
" Maaf! Aku terbawa emosi! Ayah dan ibuku juga sudah meninggal! Aku teringat saja akan orang tuaku, sakit rasanya. Sungguh perih!".
Tangis Risa pecah, Risa jatuh terduduk ditanah dengan lemas didepan Will.
" Aku rindu ayah dan ibu! Hiks...!".
Risa menangis dan teringat kembali kejadian 5 tahun lalu saat kecelakaan didalam mobil.
Tubuhnya bergetar dahsyat dan kedinginan, Will menarik tangan Risa dan memeluknya.
" Kau bisa menangis sepuasmu, aku akan menemanimu kemakan orang tuamu. Maaf membuatmu sedih!".
Will memeluk Risa erat bahkan Risa tidak ada perlawanan sama sekali.
Setelah Risa puas menangis meluapkan rasa sedihnya diperlukan Will, mereka kembali kemobil dan menuju makam orang tua Risa yang tidak jauh dari makan ibu Will. Hanya beda kawasan.
Sampai didepan pintu makan, Risa berdiam sejenak. Will dan Tom hanya diam mengikuti langkah Risa.
" Kita pulang saja!".
Kata Risa sambil tertunduk,
" Tidak kita akan masuk, aku akan ada bersamamu! Percayalah!".
Kata Will dengan yakin dan tegas. Tom mendorong Will untuk mendekati Risa yang diam mematung sejak tadi.
" Percayalah! Ada aku bersamamu!".
Will tersenyum lembut, memegang tangan Risa kuat. Dia mencoba meyakinkan Risa agar tegar dan kuat menghadapi kenyataan pahit, agar Risa bisa menerima dengan lapang dada.
Risa mengangguk, lalu mereka berjalan bersama. Will masih menggenggam tangan Risa.
" Ada kemajuan dalam hubungan rumit ini tuan. Bahkan nona sudah yakin dan percaya pada anda sekarang! Berjuanglah tuan demi mendapatkan cintanya itu!".
Kata Tom membatin sendiri.
Risa mengingat kembali kejadian 5 tahun lalu, saat mereka sekeluarga merayakan hari jadi pernikahan yang ke-20 tahun. Mereka pergi untuk berkemah, semua berjalan dengan baik. Sampai tiba saat perjalanan pulang, terjadi TRAGEDI.
π΅οΈπ΅οΈπ΅οΈπ΅οΈπ΅οΈπ΅οΈπ΅οΈπ΅οΈπ΅οΈπ΅οΈπ΅οΈπ΅οΈ
AISYAH BINTI HAIDIR
LAHIR/ WAFAT : 28-07-2020
Itu adalah nama mendiang anak thoor yang telah meninggal 3 bulan yang lalu. Dan,
22-07 adalah hari lahir anak pertamaku, sengaja thoor tulis biar sampai kapanpun akan teringat terus pada Putri kecilku.
Kepada anda semua, kakak dan Abang pembaca. Maaf jika thoor lama up date, karena perasaan thoor masih kacau balau.
ππππππππππππ
Jangan lupa Likeπ dan Komenπ yaβ€οΈ
Thoor biar semangat nulis,πͺ makasih banyak ya kakakπ§dan Abang π¦yang sudah mampir dan membacaππΉππΉππΉππΉπ
Miss U pembaca,
__ADS_1
By : Thoorππ
ππππππππππππ