
Denis begitu dekat kepada Risa, perhatian dan lembut. Risa merasa nyaman dan menerima, meskipun belum ada niat pacaran. Mereka duduk berhadapan, sambil menikmati soft drink. Lara sangat lihai dan pandai bernyanyi, karena dulunya ibu Lara adalah seorang Wedding Singer ketika masih muda.
Jangan ditanya dari mana Lara bisa nyanyi, tentu dari bakat ibunya yang turun pada Lara. Deny dan Lara sudah pacaran sejak tahun lalu, orang tua mereka juga sudah saling mengenal. Lara umur 26 tahun dan Deny umur 30 tahun. Pasangan yang serasi bukan...?.
Buat iri saja, jiwa jomblo seseorang sedang meronta-ronta! ππ
Denis dan Risa hanya melihat tingkah lucu lara saat bernyanyi, sekali-kali Risa juga ikut bernyanyi. Denis menatap Risa teris-menerus, membuat Risa jadi risih. Namun tatapan Denis dibalas dengan senyuman kecil dari Risa.
" Wah? Gadis yang sempurna! Wajah cantik, mata indah, kulit mulus, body sexy dan bohay. Apa kurangnya Risa? Baik dan ramah, benar kata orang tua dulu, dibumi ini ada bidadari tanpa sayap yang hidup disekitar kita. Mungkin itu adalah salah satunya, Risa. Sayang! Meski belum menjadikan kamu milikku, tapi aku akan berusaha jadi orang yang selalu ada dihatimu. Akan aku ukir kenangan indah dan namaku dalam hatimu itu, aku tidak akan menyerah begitu saja. Bahkan gadis pujaan hatiku ada didepan mataku, tapi kurasa begitu jauh menggapaimu Bintang ku...! Semoga saja aku tidak menyusahkan mu kelak, aku akan membuatmu bahagia dan bersandar dibahuku! Risa sayang!".
Membatin dalam hati Denis, terus menatap Risa begitu lekat dan hangat. Kadang Denis bisa tersenyum sendiri, Risa cuek saja.
Lara menyadari sikap Denis, lalu dia memeluk Risa dan berbisik.
" Si Denis Bucin tuh! Jangan kamu kecewakan manager keamanan kita. Nanti kalau kamu hilang susah mencarinya, lihat tuh Denis tersenyum sendiri sambil lihat kamu! Cie...cie...! Ckckck...!".
Lara menggoda Risa lagi dengan nakal, Deny yang mendengarnya hanya tertawa kecil dan geleng kepala melihat Denis.
" Akhirnya si Denis buka hati juga, ayo sobatku! Dapatkan cinta dan perhatian dari gadis pujaan hatimu! Sejak dulu aku sudah tahu, kalau kamu naksir Risa. Syukurlah!".
Kata Deny kepada Denis dengan suara pelan berbisik.
" Ya! Makasih ya!".
Jawab Denis dengan ketus dan wajah merah yang malu.
" Bravo! Semangat ya sepupuku!".
Kata Deny sambil menepuk pundak Denis memberikan dukungan.
Pukul 10 malam, mereka langsung pulang. Mereka mengantar Risa lalu pulang kerumah Lara, karena mobil Denis dan Deny ada disana. Selain wajah tampan, Denis juga anak orang kaya raya. Ayah dan ibunya adalah anggota DPR, fantastis!
Denis itu anak semata wayang, setelah adiknya meninggal sejak masih umur 12 tahun. Adiknya mengalami kecelakaan mobil bersama supir yang meninggal ditempat karena dihantam truk. Sekarang tinggal Denis saja penerus keluarganya.
Sebenarnya orang tua Denis sudah menjodohkannya, namun Denis menolak karena belum siap menikah dengan alasan ini dan itu. Denis berumur 29 tahun, selisih dengan Deny setahun saja. Ibu mereka bersaudara kandung, mereka jadi sepupu.
Sejak bertemu Risa setahun lalu, diam-diam Denis menaruh hati pada Risa. Denis sering mondar-mandir didepan ruangan kerja Risa hanya sekedar melihat sang pujaan hati, Lara menyadarinya dan mengadu pada Deny. Sejak itu Deny meminta tantenya jangan mencampuri urusan pribadi Denis, karena Denis sudah punya kekasih. Itulah alasan Deny mengadu kepada ibu Denis.
Selesai ganti baju, Risa langsung rebahan di kasur lembutnya.
" Huh, lelahnya aku. Besok libur, tapi aku harus pergi bersama pak bos yang jalan pikirannya tidak bisa ditebak itu. Bahkan asistennya berwajah seram seperti hantu gentayangan, sebenarnya kasihan juga sih pak bos! Dengan keadaan begitu, pasti dia sudah mati rasa. Dihina dan dicerca orang, mungkin dia sudah terbiasa kali? Semoga saja besok tidak terjadi apa-apa, papa dan mama di surga. Tolong lindungi dan jaga Risa dari sana, Risa yakin papa dan mama pasti dengar doa Risa. Bahkan sekarang Risa merindukan kalian disini, besok Risa ulang tahun yang ke-23 tahun. Ini sudah kelima kali Risa merayakan seorang diri, om dan Tante menjauhi Risa. Tapi Risa tidak berkecil hati, karena sekarang Risa sudah hidup bahagia. Risa sudah bekerja dan mandiri, papa dan mama harus bangga pada Risa mulai sekarang. Semoga kalian damai disana! Semoga Risa selalu berbahagia. Selamanya!".
Kata Risa sambil berbaring di kasur dan memandang langit kamar.
Tak lama setelah itu handphone Risa berdering tanda pesan masuk. Risa meliriknya dan membaca,
" Pesan dari Denis? Mau apa lagi dia? Masih belum puas mengular? Hihihi, sebelum kamu jadi ular Denis tampan... Aku sudah ternak naga!".
Kata Risa tersenyum melihat pesan.
" Sedang apa? Bobo cantik ya? Aku senang sekali tadi bisa lebih dekat denganmu! Terimakasih untuk tidak menolak aku, mulai Senin aku akan jemput kamu. Kita kekantor bersama. Rumahku selalu melintasi rumahmu, kita bisa pergi bersama. Risa, maaf ya jika kamu risih dengan sikapku dan ucapanku!π".
Itulah pesan dari Denis, Risa tersenyum membaca pesan Denis. Lalu dia berinisiatif untuk membalas,
" Terimakasih juga, aku tidak keberatan. Maaf ya jika ucapanku tadi juga menyakiti hatimu, tapi jujur aku juga akan membuka diri. Oh ya terimakasih banyak, good night!".
Balas Risa kepada Denis,
Ting....!!! π²
Pesan Risa sampai, Denis melompat-lompat kegirangan membaca pesan dari Risa. Dia sampai menciumi handphone nya berulang kali sambil berteriak kegirangan dan kesenangan. Sepertinya Denis menang lotre 2M, sangkin kencang nya teriakan Denis. Orang tuanya sempat kaget dan geleng kepala.
Malam yang begitu cerah, bintang-bintang bertaburan dilangit malam. Begitu indah menghiasi langit menemani Sang Bulan, melewati dan melintasi waktu. Menjelang fajar menyingsing, udara berubah jadi begitu dingin. Menusuk kedalam pori-pori kulit, embun yang suci bertabur diujung dedaunan.
Pagi hari Risa bangun dan kembali membereskan rumah, berkebun dan memasak. Karena kelak Will akan datang menjemput, jadi Risa tidak pergi lari. Bisanya setiap Minggu pagi, dia akan lari bersama anak Tetangga di sebelah rumah.
Selesai membersihkan rumah, menyapu dan mengepel lantai. Lalu dia masak, seperti biasa setiap weekend Risa akan memasak. Bosan dengan makanan dikantor yang kebanyakan mecin. Selesai masak Risa langsung sarapan. Nasi goreng sea food, pisang goreng, cah kangkung dan ikan nila asam manis super pedas.
" Karena sudah gajian, aku bakal makan enak. Lagian stok masih banyak di dalam kulkas, ini yang terakhir sih! Syukur bisa makan enak ini hari, Risa kamu hebat!".
Kata Risa berbicara seorang diri merasa bangga akan dirinya.
Lalu Risa makan dengan lahap, sampai keringatan mengucur deras dan membasahi dasternya. Risa berganti baju lengan dan tangan panjang untuk berkebun.
" Oke selesai makan, lanjut kerja borongan ketaman. Kasihan bunga banyak ditumbuhi rumput liar, aku harus segera selesaikan sebelum hantu itu gentayangan!".
Kata Risa lagi memberikan dirinya semangat untuk berkebun.
Dia membereskan taman yang mulai ditumbuhi rumput. Mencabut rumput liar, memotong bunga yang sudah berserakan kesana dan kemari batang nya. Mata Risa tertuju pada bunga mawar merah,
__ADS_1
" Wow! Akhirnya kamu berbunga lebat juga sayangku! Terimakasih karena sudah mau hidup!".
Kata Risa sambil memetik beberapa tangkai. Lalu meletakkan diatas vas bunga diteras rumah.
Jauh dari pikiran Risa tentang Will, diseberang jalan ada sepasang mata yang diam mengamati tingkah Risa sejak keluar dari rumah.
" Apakah kita tidak masuk tuan?".
Tanya Tom meyakinkan Will.
" Tidak, aku mau tahu apa yang akan dilakukan gadis itu dengan pakaian aneh itu. Dia mau apa?".
Tanya Will lagi,
" Tentu saja berkebun tuan, lihatlah alat tempurnya sudah siap!".
Jawab Tom dengan polos, dia juga heran apa yang akan dilakukan seorang gadis dengan alat kebun.
" Yang benar saja dia mau berkebun seorang diri! Tidak ada gadis semacam itu zaman ini Tom!".
Kata Will mencoba mengerti.
" Lihat saja tuan! Dia bukan gadis yang lemah dan bodoh. Dia juga bukan gadis manja dan suka menghabiskan uang! Kurasa!".
Kata Tom lagi dengan kagum melihat Risa memotong tanaman.
" Gadis aneh! Panggil saja tukang kebun, beres bukan? Kenapa juga dia harus capek-capek mengerjakan semua seorang diri? Ya kan?".
Tanya Will keheranan lagi.
" Menghemat tuan! Dia hemat uang, lihat saja penampilannya sederhana sekali. Bahkan dengan baju yang dikenakan dia juga barang murahan dipasar, tapi berhubung dia cantik dan sexy. Apa saja yang dikenakan pasti akan terlihat wah begitu...!".
Kata Tom dengan polos, seketika Will berteriak kepada Tom.
" Hei Tom! Hilangkan pikiran kotor itu, mau aku cuci dengan deterjen? Mulai sekarang jangan memandang gadisku lebih dari 3 detik, paham?".
Teriak Will dengan nada marah, matanya tajam mengancam Tom.
" Ah maaf tuan! Maaf!".
Kata Tom meminta maaf.
" Enak saja! Hanya aku yang bisa memandang keindahan yang dia miliki, dia gadisku. Paham?".
" Hah? Gadisku? Apa aku tidak salah dengar tadi. Bahkan tuan Will belum bilang apapun pada nona, kenapa dia jadi posesif dan agresif sekali. Sensitif sekali perasaannya, tapi baguslah akhirnya tuan bisa membuka hati dan jatuh cinta lagi!".
Gumam Tom bersyukur dalam hati mengetahui Will jatuh cinta.
Will terus saja memandang Risa dari kejauhan, gadis yang beberapa hari ini melintasi pikiran Will.
Memotong rumput pagar dan menanam bunga baru. Memindahkan tanaman dan memberikan pupuk serta menyiramnya perlahan.
Selesai semua, Risa mengumpulkan sampah dan memasukkan kekarung dan meletakkan ditempatnya. Agar petugas sampah nanti sore mengambilnya.
" Akhirnya selesai juga berkebun, masih ada waktu! Aku akan mandi dan nonton tv sejenak!".
Risa membawa vas bunga tadi kedalam dan meletakkannya di meja ruang tamu.
Lalu Risa kedapur untuk minum, lalu ketika berbalik keruang tamu. Dia begitu terkejut dan hampir pingsan.
" Selamat pagi nona!".
Sapa Tom dengan ramah dan wajah datar seperti biasa.
" Ya ampun! Sejak kapan kalian masuk hah? Tidak bisa ketuk pintu? Kalian seperti pencuri saja!".
Teriak Risa karena kecewa.
" Berisik! Aku hampir tuli!".
Kata Will sambil duduk dikursi.
" Seharusnya aku yang demikian. Bukankah masih ada waktu setengah jam lagi, kenapa secepat itu kalian datang?".
Tanya Risa masih merasa kesal.
" Apa bedanya? Sama saja!".
Kata Will dengan cuek.
__ADS_1
Will menatap Risa masih dengan pakaian kebun, yang jorok penuh tanah dan debu. Dengan rambut yang diikat keatas menampakkan leher yang panjang dan putih mulus. Wajah Risa penuh keringan dan menambah kesan sexy dan anggun, membuat Will menelan salivanya.
Gluuuk!!!
" Kau sungguh sexy sayang!".
Gumam Will dalam hati melihat Risa yang begitu menggoda.
" Ya sudah! Aku mandi, tunggu disini. Huh! Kaget aku!".
Kata Risa kepada mereka, Tom tersenyum dan Will menyeringai.
" Aku lapar! Aku mau sarapan!".
Kata Will dengan sombongnya,
" Maaf, dirumah saya makanan kampungan semua. Jadi urungkan niat untuk sarapan disini!".
Kata Risa dengan sombong.
" Jika menolak, kujamin aku akan menagih hutangmu sekarang!".
Kata Will mengancam Risa.
Risa terdiam dan melongo saja,
" Baiklah! Tapi tidak gratis!".
Risa berjalan kedapur, Tom mendorong kursi Will mengikuti Risa dari belakang.
Risa memberikan piring,
" Makanlah! Aku akan mandi! Ingat, itu tidak gratis ya!".
Kata Risa tersenyum kecil dan pergi kekamar untuk mandi.
Tom melirik Will yang menatap meja makan sejak tadi.
" Mungkin makanan ini tak enak tuan, tidak perlu anda makan!".
Kata Tom mencemaskan Will.
" Tidak, ini enak kelihatannya! Aku mau coba seberapa enak masakan gadis pujaan hatiku ini, ayo!".
Kata Will mengajak Tom mencicipi masakan Risa.
Baru sesuap Will makan, dia terpaku dan membisu.
" Bagaimana tuan?".
Tanya Tom yang masih mengunyah.
" Enak! Tidak buruk!".
Kata Will kepada Tom.
" Ini bukan lagi enak, tapi lezat! Ego tuan tinggi juga. Tapi benar ini sungguh lezat, beda sekali! Wah nona pandai masak! Sempurna!".
Kata Tom dalam hati, kagum.
Mereka berdua menghabiskan seluruh makanan diatas meja tanpa tersisa sedikitpun. Risa datang menghampiri kedapur, tapi Will melihat Risa begitu cantik.
" Apa? Kalian menghabiskan jatah makan siang dan malam ku! Kalian monster ya? Bayar....!".
Teriak Risa dengan wajah kesal, pipi menggelembung dengan rambut tergerai sepinggang.
Risa menggunakan dress selutut berwarna pink muda, sepatu pembelian kemarin berwarna hitam dengan taburan swaroski. Will terkagum dengan kecantikan Risa, padahal Risa tidak pakai make up. Hanya lipstik pink muda dan bedak tabur bayi.
" Cantiknya....!".
Ujar Will tanpa sadar,
ππππππππππππ
Jangan lupa Likeπ dan Komenπ yaβ€οΈ
Thoor biar semangat nulis,πͺ makasih banyak ya kakakπ§dan Abang π¦yang sudah mampir dan membacaππΉππΉππΉππΉπ
Miss U pembaca,
__ADS_1
By : Thoorππ
ππππππππππππ