Janji Zagara

Janji Zagara
Bagian 9.


__ADS_3

" Pergi aja." suara seseorang.


……………………………………*****…………………………………


" Bunda," Calum dan para tamunya berdiri lalu menyalimi perempuan paruh baya tadi.


" Bunda kenapa bangun ??. Suara kami berisik yaa " ujar Aletra yang juga memanggil Bunda Calum dengan sebutan bunda.


" Enggak kok nak. Bunda emang udah gak pengen tiduran, terus denger suara kalian, jadi bunda samperin." jelas Bunda Mira.


" Loh, kamu manggil tante Mira bunda ?" Bingung Karno.


" Iya emang kenapa ? Yang lain juga manggil bundanya Calum pake sebutan bunda, karna kami juga udah anggep Bunda mira itu sebagai bunda kami juga." jelas Aletra


" Kalau gitu aku juga mau manggil bubda dong." rengek Karno.


" Idih, Kamu itu siaapa ? Gak usah ikut ikutan." sinis Calum


"Calum, gak boleh gitu. Gka sopan."ujar Bunda mira menasehati. " Anak ganteng ini siapa namanya ? " lalu pandandangan dialihkan je arah Karno.


" Ehem, perkenalkan tan....eh, bukan, maksudnya Bunda. Saya Karno Natha Zagara. Calon mantu bunda." Karno menggeser Syaki dan duduk di dekat Bunda Mira.


" Nak Karno ya, kamu bisa aja. Emang nya kamu mau sama anak bunda yang bandel ini " Candanya sembari mengusap surai lembut putrinya.


" Bunda kok gitu sih.... Kamu juga, ngak usah ngomong yang aneh-aneh deh." kembung pipi Calum jadinya.


" Wawww, panggilnya udah aku-kamu. Berarti hubungan kalian udah dekat dong..." goda sang bunda yang membuat Calum nge-reog.


Semua tertawa dengan tingkah yang Calum lakukan, termasung Karno. Ia sudah terkekeh sejak tadi.


" udah-udah. Katanya kalian mau jalan, kok malah jadi ngerumpi gini ?." perkataan Bunda mira mengingatkan mereka tentang rencana jalan yang tadi sempat tertunda.


" Oh, iya. Hampir lupa."


" Tapi yakin nih mau jalan. Nanti kita jadi obat nyamuk lagi." sindir Syaki.


" Idih, siapa juga yang mau ngajak dia. Biarin aja dia pulang." bantah Calum


" Kan gak ada yang sebut soal lo sama karno, kenapa jadi lo yang kegeeran." seru Meisya.


" ya--yakan siapa lagi bahan bullyan kalian kalau bukan gue sama Karno." Calum gelagapan saat menjelaskannya.

__ADS_1


Karno hanya tersenyum melihat tingkah Calum yang imut. Seperti kembali kemasa 'itu'


" Udah, kenapa berantem terus sih. Jadi gak nih jalannya. Kita ajak aja karno, kasian kan dia gak punya temen." Aletra menengahi permasalahan mereka.


" Yaudah, kita jalan. Bunda, kami pergi dulu. Kalau ada yang Bunda butuhin, bunda hubungi aja Calum."


" daaa bunda" Calum mrlambaikan tangan dan berpamitan.


🦋🦋🦋


" Kita mau jalan kemana ?" Meisya menoleh ke arah teman-temannya.


Saat ini mereka sedang berada di dalam kendaraan roda empat milik Syakila, yang dikemudikan oleh Karno.


POSISI DUDUK


……………………………………


Karno ¦ Meisya


Aletra


.……………………………………


Yaa, seperti itulah posisi mereka. Calum berada di depan dengan Karno, selebihnya berada di belakang sedang asik berbincang ria....


Jangan tanya bagaimana respon Calum saat disuruh duduk bersama Karno,,, tentu saja ia mengomel tidak terima, walau akhirnya Calum kalah dengan omongan sang bunda.


" Emmm, gimana kalau kita ke mall. Udah lama tuh kita gak jalan ke sana." usul Syaki.


" Wihhh, Boleh tuh. Semua setuju gak ?." semua hanya angguk kepala tanda setuju kecuali satu manusia yabg masih ngambek.


" Kalau lo Calum,, gimana ? " Calum hanya melirik, lalu berdehem.


" Gausah ham, hem...hem, hem deh. Jawab yang bener. Angukin kepala kek minimal, gak akan patah tu pala kalau cuma ngangguk kok." mulailah Syaki membuat masalah dengan Calum.


" Ishhh iya iya. Terserah kalian deh." kesal Calum.


" Udah, malah ribut Kalian. "


" Lagi PMS kali tu anak. Marah mulu, cuma disuruh duduk di depan aja ngambek." Calum tak lagi memperdulikan ucapan Syaki dan mencoba memejamkan mata. Karno yang dari tadi hanya mendengarkan mereka pun hanya tersenyum tipis.

__ADS_1


Sepanjang perjalanan, mereka selalu saja melakukan sesuatu agar tidakbosan, sehingga suasana di dalam sana tidak terasa sunyi. Tentu saja juga dibumbui dengan teriakan Calum yang sebal pada mereka.


🦋🦋🦋


Sesampainya di Mall yang di tuju, mereka langsung turun dan berlarian kedalam sana. Seperti anak kecil yang di ajak jalan jalan untuk pertama kalinya. Orang orang memandang aneh mereka.


" Kalian itu bisa gak jangan lari kaya gitu. Malu diliatin orang." tegur Aletra, dan seketika semuanya menurut. Kalau dilihat, Aletra ini sudah seperti ibu mereka.


" Mereka se-penurut ini ya sama lo." tanya Karno yang melihat Calum and the geng selalu menurut dengan Aletra.


Aletra menoleh ke Karno yang ada di sebelahnya, mereka berjalan beriringan.


" Yaa, bisa dibilang gitu sih. Gue juga gak tau kenapa mereka bisa nurut banget. Sangking nurutnya mereka sama gue, gue itu punya julukan ' ibu' nya mereka." Aletra masih memperhatikan ketiga anak itiknya yang sibuk melihat kesana kemari. Meisya pun ikut serta dengan mereka, kalau sudah soal belanja, selera ketiganya hampir sama.


Setelah Karno yang mendengar jawaban dari Aletra pun, ia ikut memandang tiga perempuan disana.


" Lo suka sama Calum ?" tanya Aletra tiba tiba.


Mendapat pertanyaan seperti itu tak membuat Karno gugup atau apapun itu. Ia masih stay dengan posisinya.


" Iya, gue suka." jawaban singkatnya.


" Hemm, bukan gue sok pinter atau gimana ya. Tapi gue itu ngerasa lo dan Calum udah ketemu atau kenal sejak lama. Soalnya lo itu kaya udah keliatan akrab banget sama Calum. Dan jarang loh, calum mau nurutin perkataan orang yang baru dia kenal." Ucap Aletra dengan serius.


Mendengar itu, Karno seketika menoleh ke arah Aletra yang memandangnya. Ia sedikit tersenyum. " Lo emang pantes dapet julukan 'ibu' dari mereka "


" Maksud lo apa ? Lo gak jawab perta....." perkataan Aletra terpotong akibat suara gaduh yang berasal dari arah depan sana.


Arah dimana tempat beradanya Calum and the geng tadi berada. Aletra dan karno langsung menuju kesana untuk mengetahui apa yang terjadi.


" Calummm..."


...⚜️⚜️⚜️⚜️...


Semoga suka ok.


Salam dari Nini ( 👻 )


-----------


🤓🤓🤓

__ADS_1


__ADS_2