Janji Zagara

Janji Zagara
Bagian 7 : Zaga


__ADS_3

Sekarang menunjukkan pukul 10.30 yang berarti para siswa/i sedang ber-istirahat. Rata rata siswa sedang berada di kantin, tapi tidak dengan Calum and friend. Mereka tetap berada di kelas memakan bekal masing ".


" Ayo guyss, kita makan." heboh Syaki.


" Gas !!!" balas tiga orang lainnya, kecuali Calum.


Calum memandang sinis orang yang berada di sampingnya.


" Ngapain sih lo disini ? Sana pergi ke mana gitu. Kantin atau cari temen ." usir Calum pada Karno.


" Saya gak mau. Saya maunya bareng kalian, lagi pula kalian itu sudah saya anggap teman." jawab Karno dengan santai dengan tangannya yang tetap membuka bekal.


" Lo ituuuu..."


" Panggil saya dengan nama panggilan yang kamu katakan kemarin." potong nya dengan manatap Calum.


" Wait,, nama panggilan ? Kayanya kita bertiga ketinggalan berita terbaru nih. Hayo ngaku !!! " Ucap Syaki yang diangguki oleh Meisya dan Aletra.


Ketiga sahabat Calum kini saling menatap dan menganggukkan kepala masing masing.


" KALIAN PACARAN KAN !!! " tuduh ketiganya.


Calum melongo mendengar tebakan sahabatnya yang belum masuk akal. Sedangkan Karno hanya diam mendengarkan mereka. Siswa yang masih berada di dalam kelas pun juga dibuat terheran dengan apa yang mereka dengar.


" Mereka pacaran ??"


" masa sih. Perasaan mereka kan baru ketemu kemarin. "


" Siapa tau mereka udah kenal dari lama. Terus yang dimaksud Karno kemarin itu adalah Calum."


Begitulah kira kira bisik bisik tetangga.


Calum yang mendengar itupun Bingung harus mengatakan apa. Akhirnya..


" Kita itu gak ada hubungan apa apa ya. Dan kita baru kenal and ketemu kemarin." ucap Calum menggebu-gebu.


Karno yang mendengar itu hanya memasang ekspresi datar, sambil menyantap makanan nya. Sayang kan kalau makanan nya tidak dimakan.


" Alah, palingan juga lo mau nghindar dari PJ kan. Ngaku aja deh." pojok ketiga sahabatnya.


" Aletra, lo ikut ikut mereka juga. " Calum memandang sedih ke arah sahabat yang paling ia percayai kini malah mendukung kedua sahabat lucknut nya. Calum merasa seperti diselingkuhi.


" Sorry, gue juga mau tau apa hubungan kalian, soalnya kan lo jarang banget bisa cepet akrab sama anak baru. Kalau akrab pun lo ada maunya." ingin sekali ia getok kepala Aletra yang bukan hanya mengkhianatinya tapi juga malah membuka aibnya.


Merasa tak mendapat pertoloNgan dari orang kepercayaannya, Calum beralih kepada orang yang bersangkutan juga.


" Enak banget lo makan. Bantuin gitu loh." kesal Calum yang melihat Karno malah asik makan dengan santai.


" Kenapa ?? " rasanya Calum menjadi seekor naga dan menyemburkan api kepada pemuda dihadapannya.

__ADS_1


" Lo bantu jelasin ke mereka."


" Ok. "Calum bernafas lega.


" tapi ada syaratnya." sudah, ia sudah menyerah.


" kamu harus panggil saya pake nama panggilan yang kemarin and,, kita manggil satu sama lain pake Aku-kamu."


Duar....jika di animasikan, mungkin Saat ini kepala Calum sudah banyak memuntahkan lahar yang panas, juga asap yang tebal.


" Ok, deal." yaa, mungkin otak Calum sedang konslet setelah meledak tadi, sehingga menerima tawaran Karno. Ia tak memikirkan kedepannya.


Karno tersenyum miring, lalu ia berdiri setelah menyelesaikan makan Nya.


" Teman teman semua, saat ini saya dan Calum tidak memiliki hubungan yang spesial. Jadi jangan salah paham." Calum lega dan tersenyum mendengarnya, tapi pada perkataan Karno selanjutnya,


" Tapi mungkin untuk kedepannya kita berdua bisa menjalin hubungan seperti yang teman semua pikirkan." senyum Karno sembari lengannya menarik pinggang Calum yang membuat mereka sangat dekat.


Calum yang tadinya tersenyum , tidak bisa lagi melunturkan senyumannya setelah perkataan Karno tadi. Bukan senang, bukan. Tapi senyum itu adalah senyum yang menunjukkan betapa kagetnya Calum saat itu sehingga tak dapat berekspresi lain lagi.


Dan tentu saja perkataan dari Karno tadi membuat seisi kelas heboh. Tak kalah dengan sahabat calum yang lain.


🦋🦋🦋🦋


Jam pulang....


Biasanya Calum akan pulang bersama sahabat somplaknya itu. Namun karna mereka bertiga ada urusan dan sudah dijemput oleh orang tua masing-masing, jadilah Calum pulang sendiri. Tidak sendiri juga sebenarnya, saat ini ada seseorang yang mengikutinya bak hewan peliharaan.


" Aku ada salah ? " tanya nya.


Calum masih tidak merespon. Ia masih tetap berjalan dengan pandangan lurus.


" Ayolah, aku minta maaf kalau aku ada salah. Jangan diamkan aku ." Calum yang sudah lelah mendengarkan ocehan pria dibelakangnya itu segera membalikkan badan dan menghadap ke arah Karno.


" Kamu mau ngikutin aku sampai mana Zaga ? " lesunya


Mendengar Calum memanggilnya menggunakan nama panggilan itu membuat Karno merasa senang.


" Aku mau ikut ke rumah kamu." jawabnya enteng.


" Kenapa ? "


" karna aku masih pengen liat muka kamu. Menunggu sampai besok itu terlalu lama." ucapnya manis.


" Rumah aku itu gak bagus. Aku juga gak kaya disekolah kalau dirumah. Aku males ladenin kamu Zaga." Jelasnya.


Mendengar ucapan Calum, Karno semakin bersemangat untuk mencari tau apa yang terjadi.


" aku tetap pengen." ya, Calum tak lagi mau mendebat.

__ADS_1


🦋🦋🦋


Sesampainya dirumah, Calum menghentikan Karno agar tidak masuk kerumahnya. Ia akan menjamu tamu nya ini diluar saja.


Karno yang diperlakukan seperti itu pun tidak masalah. Ia akan menunggu diluar saja.


Calum memasuki rumahnya.. Cukup lama Karno menunggu, karna bosan ia berjalan disekitar rumah Calum. Tanpa sengaja ia mendengar sesuatu.


Prang...


" Kamu selalu seperti ini Calum. Bunda gak nyangka kamu bakal tambah gak menghormati orang tua." bentak Bunda Mira.


" I-iiya bunda, udah yuk. Bunda istirahat, bunda pasti capek." bujuk Calum hendak memegang lengan bundanya.


Bruk..


Bunda Mira menepis Calum hingga Calum terjatuh. Air mata pun sudah menjalar kemana mana.


Calum tak menyerah, di pegangNya lagi lengan sang bunda, tapi hal tak terduga malah terjadi. Bunda Mira mengambil pisau dan hendak melukai anaknya itu.


" Lebih baik kamu mati, dari pada bunda punya anak gak tau malu kaya kamu !!" teriaknya mengarahkan pisau kearah purut Calum.


" Awassss." karno datang tepat waktu lalu menarik Calum agar menjauh dari sang Bunda.


Karno lalu mengamankan Calum yang membatu ketempat yang lebih aman. Lalu setelah itu ia menuju ke arah Bunda Mira.


" Tante,, tenang tan. Saya gak bakal menyakiti tante.." karno berjalan perlahan ke arah bunda Mira Waspada, dengan satu tangan mencari sesuatu didalam kantongnya.


Ketika sudah berada dekat, Karno melihat bahwa bunda Mira sudah terlihat lebih tenang. Dengan sigap Karno menyuntikkan obat bius yang sudah disiapkan. Karno menyuntikkan nya dengan susah payah karna bunda Mira memberontak. Alhasil pun Karno terkena sayatan pisau dibagian lengan.


Setelah beberapa saat, obatnya mulai bereaksi. Diangkatnya tubuh Bunda ke arah kamar yang diduga Karno adalah kamar Sang bunda. Lalu ia kembali untuk menemui Calum. Saat ini posisi Calum masih sama seperti saat ia tinggalkan tadi. Mungkin ia masih syok.


Karno mendekat, lalu didekapnya erat tubuh Calum. Dicium pucuk kepalanya dan diusap punggungnya. Terdengar isakan dari Calumm, semakin berjalannya waktu semakin keras isakannya. Karno pun hanya bisa menenangkan dengan kata-kata manis.


Sampai beberapa saat kemudian, keduanya tetap berada dalam posisi yang sama....


⚜️⚜️⚜️⚜️


Semoga suka ok.


Salam dari Nini ( 👻 )


________________________________________


Pemberitahuan :


Jadi kalau di deskripsi dan panggilan orang lain, Nini tetap akan panggil dengan sebutan Karno.


Tapi kalau khusus untuk Calum, dia bakal manggil nya Zaga.

__ADS_1


Paham kan,,,,,,pasti paham lah. Kalau gak paham komen yaa. Rasanya cerita itu bakal sepi kalau gak ada yang komen.


__ADS_2